I Love Boy Because They Are Stupid

tahan ketawa dulu sampai selesai membaca artikel ini dan siap-siap berkata i love boy because they are stupid hehehe *ga boleh protes*

buat para cowok masih ingat ga masa pubertas. usia pubertas sekitar 15 tahun *masa seragam biru putih*. pada masa ini mereka mengalami banyak kekonyolan dan hal yang sulit dipahami *truely stupid hehehe*.

dalam buku female brain *this is one of my favorite book*, pada masa pubertas anak lelaki yang sebelumnya komunikatif menjadi begitu pendiam dan monosilabis sampai nyaris autistik hehehe. ada yang merasa ini benar?

gelombang testosteron dari testikel meredam otak lelaki. testosteron terbukti mengurangi bicara dan minat bersosialisasi kecuali menyakut olahraga (sepakbola, basket, balap) atau perburuan seksual (dvd, gambar, majalah) hehehe *kini ku tahu*

so buat ortu yang punya anak usia tersebut mungkin hal ini menjelaskan kenapa mereka enggan untuk bicara dengan ortu, lebih klop dengan sobatnya dan permainan game online. dia ingin dibiarkan sendiri.

keengganan berbicara di sebabkan anggapan orang dewasa akan menerka dari kata yang diucapkan dan tahu bahwa masalah seks menguasai pikiran, tubuh dan jiwa.

kadang merasa sendirian dan malu oleh pikirannya. dia mengira hanya dia yang dikuasai fantasi seksual yang sedemikian kuat serta rasa takut yang ga mau pergi bahwa seseorang akan melihatnya sedang ereksi *bahkan disaat yang tidak tepat* sementara dirinya sendiri belum bisa mengendalikan ereksinya itu.
kebayang ga sih…

mereka takut ketahuan *o o kamu ketahuan… lirik on* halah malah ada yang jadi obsesi.

mereka terlihat bodoh padahal ini proses alam yang harus dilewati 🙂

27 thoughts on “I Love Boy Because They Are Stupid

  1. wohohoho 😆 mau ga mau aku ngakak juga… tapi emang usia2 segitu buat para cowok ABG emang lagi ‘seru2’ nya… jadi keinget dulu temen2 SMP yg cowok2… aku suka mikir betapa joroknya mereka… :mrgreen: now… i know… that they werent that nasty but they were stupid… 😆

  2. stupid, but still that’s the normal one, am i right?

    @rudyahud: ahahah..gila keren banget nama makhluk purba versi lo. keren banget SERIUS!

  3. @ ta2imutsedunia
    saya juga bukan laki-laki, sedikit wanita, banyak testosteron hehe..

    @ carra
    yeah nasty…

    @ jalansutera.com
    makasih. karena lelaki juga ingin di mengerti.. 🙂

    @ kucingkeren
    *lagi makan jagung berondong sambil nonton bioskop*

  4. geezz.. this posting is too sexy-ist (gender)..
    hmm..
    pernah ga coba cari hal yang stupid dari cewe mbak ???
    jangan2 lebih banyak kali yahh ??? 😀

    sori… tidak ada perasaan ‘ngeres’ alias “no hard feeling 😀 ”
    LOL

  5. Sexist? Someone actually wrote a book as the opposite of The Female Brain (Male Brain or something..) and he wrote that men constantly need to be needed by the opposite sex. Hey, even guys wrote that their own kind has insecurity problem.

    No, I think what the article is trying to say is men are less adaptive to puberty. While girls are also as shocked and troubled as the boys, they have more support from the peer and social system. A lot of mothers can talk about menstrual cycle, but not a lot of fathers would talk about why their boys got a “morning wood”. That’s just embarassing. Even I would refuse such topic 😛

    See, it’s not always about sex, it’s about telling the kids to recognize and accept the way their weird reproductive system works.

    Ngomongin soal keburukan wanita? Some women talks too much, they give me headache.

  6. wets.. ulasan cowo nih.. masa puber ya kurang lebihnya mgkn seperti itu.. malu2 kucing.. ya memang seharusnya malu ketika ketahuan lagi “gitu..”.. hehe normal donk..

  7. salam
    Huahahahaaaaaaaaaa…*ngakak* tapi cowok ma cewek itu hampir sama lah..gw jamin..kekekekek
    I dont like stupid boy ..i love bad boy *koment OOT* *ditimpuk Jeng Obat* 😀

  8. wah ..
    hhe, kok bener tuh mbak postingan nya

    kalo dipikir aku sampe sekarang ya masih seperti itu, wkwkwkwk, masih suka nyari nyang bokep bokep. wakakakak .. eh tapi rahasia yah, jangan bilang sapa sapa ..

    *halah*

  9. Jadi inget, dulu suka ereksi ga jelas setiap kelas Bu Ade sama Bu Indah. Selalu kuatir tiap disuruh maju ke papan tulis, takut ketauan kalo celana menyempit.

    Tapi sumpah, yang masturbasi waktu bu ade lagi ngajar itu bukan saya lho, sungguh!!

    —barusan itu bukan curhat, catat itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s