Seks, Stress dan Otak Perempuan

saat berada dalam situasi hidup yang penuh stress ternyata menghasilkan perbedaan antara jantan dan betina hehehe *yuk kita kupas lebih banyak* UUS ujung-ujung nya seks lagi 😉

dalam penelitian atas tikus prairi yang menyoroti perbedan tersebut mendapati tikus prairi betina, ikatan seksual akan terbentuk dengan sangat sukses dalam keadaan stress rendah.

sementara bagi jantan stress tinggi justru lebih baik *emang dasar cowok arrrgghh*.

kalo seekor tikus prairi betina ditempatkan dalam situasi stress maka dia tidak akan membentuk ikatan dengan seekor tikus jantan setelah kawin dengannya.

lain halnya dengan tikus prairi jantan stress, dia akan dengan cepat berpasangan dengan betina lajang pertama yang dia temukan.

pada manusia pun juga sama. mungkin ini penyebab tentara militer yang merasa stress berperang seringkali pulang membawa pasangan hehehe.
sirkuit cinta laki-laki mendapat dorongan ekstra bila tingkat stress tinggi, maka laki-laki akan membentuk ikatan seksual dengan perempuan pertama yang dilihatnya, tentunya bila si perempuan bersedia.

pada perempuan yang mengalami stress maka hormon stress kortisol menghambat aksi oksitosin dalam otak perempuan yang langsung mematikan hasrat seorang perempuan akan seks dan sentuhan fisik.

so buat perempuan jauhi stress berkepanjangan, jangan marah ga jelas, piring terbang, sok manja lebay kasihan pasangan anda menunggu bingung tidak mengerti. *gaya psikolog mode on*