Operasi Labia Minora

Stomach

Apakah bisa dikecilkan labia minora saya dengan operasi?. Mohon info. Thanks

Sebelum menjawab saya ingin agar setiap wanita mengetahui bahwa bentuk organ reproduksi wanita berbeda-beda, mulai dari warna, bentuk dan ukuran. Setiap wanita memiliki design sendiri-sendiri. Apakah ada patokan standar? tidak ada.

Labia minora yang memiliki bentuk beda, warnanya gelap, tidak simetris, besar sebelah, atau lainnya, hal itu tidak apa-apa. Itu tidak akan mempengaruhi kualitas hubungan seksual dengan pasangan. Tapi kalo tetap kekeh untuk operasi gimana? Jika hanya untuk alasan estetika atau meningkatkan kepercayaan diri saya rasa tindakan operasi bukan cara terbaik. Biasanya operasi hanya dilakukan oleh dokter apabila ada alasan medis yang sangat kuat untuk dilakukan.

Ketahuilah bahwa letak Labia minora sangat dekat dengan klitoris. Kita ketahui bersama bahwa pusat rangsangan seksual wanita berada pada klitoris, jika kenapa-napa dengan klitoris gimana? resikonya besar. Think again.

Apakah ada cara lain selain operasi agar hasilnya bagus? kembali lagi definisi “bagus” itu yang seperti apa. ¬†Maksudnya biar ukurannya sama, gimana?

Sejauh ini saya tidak mengetahui ada cara lain yang bisa membuat labia minora lebih “cantik”. Jangan tertipu dengan terapi alternatif yang mengumbar hasil sementara. Saya justru ingin mengembalikan kapada diri sendiri, apa sih tujuan atau hasil yang ingin dicapai? apakah operasi atau cara alternatif yang benar-benar kamu mau?

Saya kembalikan ke masing-masing individu, semua hal boleh kamu lakukan tetapi apakah semua itu bermanfaat? belum tentu.

 

Apakah Blog ini Masih Eksis?

Tukang Obat Bersahaja

Beberapa orang bertanya mengapa sekarang saya sudah jarang muncul untuk update menulis artikel, apakah blog ini mash ada? jawabannya blog ini mash ada dan bahkan sekarang tambah eksis. Loh, kok bisa ?

Ternyata saya mandapat banyak sekali pertanyaan dan bahkan mulai kewalahan. Lebih seringnya saya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari halaman “contact me” makanya saya jarang menulis di blog.

Beberapa orang memiliki keinginan untuk bertanya dan konsultasi langsung dengan bertemu saya. Menurutmu apakah ini sudah saatnya untuk membuka konsultasi dengan tatap muka? saya mohon responnya. Terimakasih

Sakit Jangan Diobati Sendiri

prescription

Selamat sore mba rina, thanks God to find your blog. Sy sangat terbantu sekali krn sudah 2 bln ini sy berkutat dg sakit. Akhir januari sakit ga jelas, awalnya sesak nafas parah, sy kira mau mati waktu itu. Dicek semua normal.

Opname 3 hr sampe 1 bulan keadaan sy lemah terus. Ijin kerja sampe 2,minggu. Hingga akhir februari mungkin krn kecapekan mengurus sy suami sy sakit demam. Mau ga mau sy bangkit merawatnya hingga hr ke 5 sy tepar jg kena typus. 2 minggu ga masuk kerja lagi. Tapi yg sy rasakan tetap aja lemes pdhl makan bantak.

Suatu hari dada sy sakit seperti ditekan hingga sesak nafas. Bertambah hari bertambah parah hingga berasa panas, sy takut kena serangan jantung. Sy semakin stres.

Finally i found your blog ūüėä, everything has answered here. Yup, kesimpulannya sy kena GERD, sy sendiri yg menyimpulkan krn sy capek ke dokter. Entah krn sugesti ato gimana sampe di depan dokter kondisi sy bs lngsung ngedrop lemas keringat dingin shg mau tdk mau hrs opname.

Yang mau sy tanyakan saya tinggal di kota kecil yg tidak ada Sp.PD., KGEH. Boleh ga sy mengobati sendiri dg H2 blocker dan PPI ? sy merasa menderita sakit maag dr kelas 3 SD, saat ini usia sy 36 thn. Trima kasih banyak atas jawaban mba rina, semoga kebaikan mba rina dibalas dg pahalanyg berlipat krn telah berbagi ilmu kepada kami yg awam ini. Sekali lagi trima kasih dan sy tunggu jawabannya.

Terimakasih untuk sharing pengalamannya tentang blog saya, semoga semakin banyak lagi tulisan saya yang dapat membantu mereka yang benar-benar membutuhkan.

Seperti yang kamu ketahui meskipun saya punya pengetahuan tentang obat-obatan tetapi saya juga bisa sakit dan bahkan masuk rumah sakit. Kalo saya sakit ringan superti flu, batuk dan pilek saya bisa obati sendiri dengan pengobatan di apotek terdekat tetapi kalau 3 hari tidak kunjung sembuh maka saya berobat ke dokter.

Saya saja yang  farmasis harus ke dokter apalagi masyarakat yang awam, tentu sangat direkomendasikan untuk berobat ke dokter. Jangan menggunakan alasan tidak ada dokter spesialis, tinggal dipelosok, jauh dari keramaian, tidak ada ini dan itu.

Carilah waktu untuk pegi ke kota besar yang ada rumah sakit setingkat provinsi, biasanya disebut rumah sakit tipe A. Saya yakin perlu usaha keras untuk menemukannya, tetapi itu semua sepadan dengan keinginanmu untuk sembuh dari sakit. So tunggu apalagi, segera cari dokternya untuk berobat tetaplah semangat, banyak tersenyum dan cria. Harus stop dari stress ya karena hati yang berbahagia akan membuat damai dan lebih cepat sembuh.

Cerita Sakit Hati dan Empedu

stomach

Saya ingin sharing pengalaman saya pribadi saya tentang gangguan fungsi hati dan batu empedu. Harus saya akui bahwa belakangan saya sangat sibuk, capek, pola makan tidak teratur dan kurang istirahat. Dalam keadaan yang letih ini tubuh saya seolah berteriak dan tumbang. Yup benar, saya terkapar dengan nyeri uluh hati tingkat dewa hehehe. Puncaknya semalaman saya tidak tidur, mengalami sakit perut seperti sakit maag dan disertai  nyeri uluh hati yang sangat sakit!

Paginya saya memutuskan berobat ke dokter di rumah sakit terdekat. Singkatnya dokter tidak dapat mendiagnosa sakit saya apa, karena bukan sakit maag biasa dan menyarankan saya untuk CT Scan. Hasil CT scan menunjukan adanya “Multiple cholelithiasis”, artinya saya memiliki banyak sekali batu dalam empedu dan telah terjadi peradangan sehingga terjadi nyeri hebat di uluh hati. Gejalanya mirip sakit maag namun ternyata ini batu empedu.

Bagai tersengat listrik saat dokter menyatakan  sekarang juga saya harus dirawat karena besok saya harus menjalani operasi pengangkatan kantung empedu dengan teknik laparoskopi, katanya batunya terlalu banyak dan ada satu yang berukuran 1.5 cm. Saya hanya bisa pasrah dan mengikuti semua prosedur pengobatan dan berdoa yang terbaik kepada Tuhan. Dokter membombardir dengan antibiotik, penghilang rasa sakit, dan lainnya

Keesokan harinya saat semua tindakan operasi akan disiapkan dokter mengecek kembali keadaan uluh hati saya. Amazing, kata dokter nyerinya hilang dan operasi ditunda sampai dua hari kedepan untuk memantau perkembangannya. Dokterpun menerangkan bahwa penyakit batu empedu juga berkaitan erat dengan fungsi hati, memang terlihat bahwa dari hasil laboratorium menunjukkan angka yang cukup tinggi untuk Bilirubin sehingga pengobatan lebih dikhususkan untuk memperbaiki fungsi hati dan mengurangi ukuran batu empedu dengan pemberian obat obatan.

Setelah dua haripun saya mengalami penyembuhan yang cepat, hasil Bilirubin baik direct maupun non direct semua hasilnya menurun. Begitu pula basil SGPT Dan SGOT juga mulai membaik. Singkatnya operasi tidak urgent dan saya diperbolehkan pulang ke rumah namun kesehatan saya tetap dipantau dokter.

Selanjutnya selama satu bulan penuh saya istirahat dan mengurangi aktivitas, mengkonsumsi obat dari dokter setiap 2 minggu sekali saya melakukan pemeriksaan lab untuk memantau radar Bilirubin (direct dan indirect), SGPT dan SGOT. Singkatnya saya hampir pulih kembali.

Saya bersyukur tidak  menjalani operasi pengangkatan empedu. Sungguh sebuah pelajaran berharga untuk saya setelah ini saya berhenti untuk bekerja diluar batas kemampuan tubuh, istirahat yang cukup, belajar masak sehat untuk diri sendiri. Memakan makan makanan yang sehat saja, mengurangi makan makanan berlemak, berminyak (digoreng), pedas, kurangi daging serta olahannya. 

Satu hal yang harus disadari pertama, jangan pernah mengabaikan tanda alarm tubuh,  seperti sakit diuluh hati. Sakit didaerah tersebut juga sering dialami  oleh siapa saja dan bukan hanya sekedar sakit maag biasa.

Kedua, ini bukan hanya sekedar kalimat klise untuk memperbaiki pola makan dengan makanan yang sehat. Sungguh, meskipun saya mengkonsumsi obat dari dokter dan mengerti pengobatan tetap saja saya dapat  kembali menuju meja operasi jika saya tidak merubah pola makan. Meskipun diawal saya tersiksa dengan menu sehat yang saya makan setiap hari karena makanannya hanya rebus-rebusan, aneka sayuran dan buah. No goreng, no pedas less garam. Itu semua sepadan dengan hasil yang saya dapatkan. Saya kembali sehat dan saya tidak akan mengganti pola makan saya untuk terus makan makanan yang sehat. Tetaplah bersyukur dan bersukacita!

 

Pengalaman Sakit Maag

prescription

Meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat tetap saja saya bisa sakit maag. Pengalaman ini terjadi beberapa hari yang lalu. Faktor pencetusnya banyak seperti kurang istirahat, kelamaan mengendong anak, kedinginan dikantor, sempat makan bakso pedas, dan banyak pikiran. Jadilah malam itu saya tepar.

Awalnya saya pikir ini karena terlalu lama mengendong anak saya jadinya punggung saya sakit namun setelah peregangan, punggung lebih baik meski masih sakit. Perut saya sakit luar biasa seperti mulas pengen BAB, nyeri menstruasi dan kembung. Saya sudah mencoba berbagai macam posisi tidur namun masih sakit, minum air hangat juga tidak terlalu banyak membantu. Semalaman saya hampir tidak tidur dan hanya menahan sakit. Saya ingin sekali pergi ke Apotek untuk beli Ranitin dan Omeprazole namun semua apotek sudah tutup.

Ketika pagi hari jam 5.30 saya putuskan tidak ke kantor dan karena kecapekan akhirnya saya tertidur selama 2 jam. Ketika terbangun badan saya lebih sehat dan rasa sakitnya mendadak berkurang dan akhirnya bisa duduk dengan tenang. Selanjutnya saya makan pagi  dengan nasi dan tahu tempe lalu istirahat total.  Setengah jam kemudian rasa sakit saya hilang dan saya sembuh. Saya bersyukur bisa pulih dengan cepat dan siangnya saya bisa kembali ngantor, untuk meeting dan lunch bersama principal saya dari Jepang.

Saya penasaran kenapa saya bisa punya pengalaman sakit maag seperti itu, saya tidak minum obat namun saya sudah sembuh. Sakitnya cuma semalaman saja. Setelah membaca-baca literatur farmasi ternyata nama penyakit saya itu Dispepsia Non Organik. Saya jelaskan saya ya:

Dispepsia adalah gangguan pencernaan. Dispepsia dibagi dua :
1. Dispepsia Organik
Ini seperti pada umumnya penderita sakit maag seperti : Gastritis (sakit dan perdangan di lambung), GERD (refluk naiknya asam lambung ke atas), Ulkus ( Ulkus Pepetik = Luka pada lambung; Ulkus Duodenum = Luka pada usus halus), Asam lambung yang tinggi, dll.

2. Dispepsia Non Organik/ fungsional
Dispepsia yang tidak jelas penyebabnya. Kemungkinan disebabkan faktor stress, mengkonsumsi obat, makanan/ minuman tertentu yang merangsang asam lambung. Menurut saya sih karena kecapekanan dan stress penyebabnya.

Mulai sekarang mari kita lebih baik dalam menangani stress dan kalo capek jangan memaksakan diri. Untuk hidup yang lebih sehat dan bebas sakit maag.

 

Gaya Hidup Baru Bagi Penderita Maag

stomach-with-ulcer

Hampir semua orang pernah merasakan derita sakit maag, baik yang dalam skala kecil maupun skala berat. Saya pernah menemukan sebuah kasus sakit maag parah dan ditambah stres. Singkatnya setelah pengobatan beberapa tahun akhirnya sembuh, seperti kutipan dibawah ini :

“…Sambil minum obat2an maag yang diberikan. Hampir 3 tahun saya makan nasi lunak/ bubur dan sayur atau ikan direbus saja. Tubuh saya yang sebelumnya gemuk menjadi kurus. Tetapi syukur tetap berdoa pada Tuhan ditambah obat2an dan jaga makanan selama hampir 3 tahun saya sembuh..”.

Apa yang sudah dilakukannya dalam pengobatan dan penyembuhan sudah benar yaitu dengan mengubah pola makan yang sehat seperti mengkonsumi makanan yang mudah dicerna, banyak serat sayuran, mengurangi makan pedas, gorengan, jauhi fatty, makanan junk food, minuman bersoda, makanan berbumbu, dan makan tidak sehat lainnya.

Namun apa yang terjadi setelah sehat?  kita cenderung kembali ke pola makan dan gaya hidup lama apalagi ditambah stress. Awalnya tubuh tidak berpengaruh namun seiring waktu berlalu maka terjadi sakit maag kambuh lagi. Kambuhnya bisa sama seperti dulu sakitnya atau mungkin lebih parah dari sebelumnya. Setelah itu baru cari dokter lagi *geleng-geleng kepala*

Saya ingin menghimbau buat siapa saja yang yang pernah sakit maag untuk berubah hidupnya total. Jangan hanya berubah saat sakit saja, namun setelah sudah sembuh tetap menjaga gaya hidup sehat. Jadikan itu gaya hidup sehat  dan menjadi target tahunan yang berkelanjutan.

“Jadi ga boleh dong seumur hidup makan makanan tidak sehat?” ¬†berat dong, mana bisa tahan!. Kalo mau makan boleh saja tapi ingat konseksuensinya. Kalo ngidam mie instant atau makanan tidak sehat lainnya, ya 1-2 bulan sekali boleh saja tapi dengan porsi kecil.

Jika dibandingkan, seporsi mie instant pake cabe rawit/ saos pedas tidak sebanding dengan penderitaan sakit maag, seperti : perut yang sakit, jantung berdebar kencang, pusing seperti mau pingsan, mual muntah, lemas tidak berdaya, dan sesak nafas.

So, kalo sudah sembuh pertahankanlah dan teruskan untuk menjadi pribadi yang baru. Makanlah makanan sehat dan menjauhi stress. Bebas sakit maag seumur hidup bisa jadi kenyataan!