Aneurysmal Bone Cyst : Sakit Ditelapak Kaki Ternyata Tumor

Aneurysmal Bone Cyst

Saya ingin mensharingkan pengalaman pasien laki-laki berusia 25 tahun yang mengalami sakit Aneurysmal Bone Cyst atau disingkat ABC pada telapak kaki kanan. Bagi yang tidak tahu apa penyakit ABC bisa dibaca disini atau dalam bahasa Indonesia disini.

Semua orang pasti pernah mengalami salah satu kejadian seperti terjatuh, terpleset dari tangga, cedera karena main bola/ futsal atau terjatuh dari motor. Awalnya pasien juga hanya mengalami jatuh terpleset dari tangga, ya tidak ada yang spesial. Kemudian pengobatan dimulai dengan dipijat saja dan karena tidak terlalu sakit pengobatan dihentikan.

Selang beberapa bulan, telapak kaki kanan terasa sakit dan nyeri. Gejala yang dirasakan seperti kaki keseleo, susah berjalan, sulit untuk menapak. Karena tak kunjung sembuh dicobalah ke dokter lagi, kemudian di rongent tapi katanya ga apa-apa, dan hanya diberikan obat penahan sakit.

Kemudian berobat lagi ke dokter orthopedi  di rumah sakit ternama dan hasil diagnosanya hanya menunjukkan sakit di Achilles Tendon. Biasanya ini terjadi pada atlet yang cedera pada otot kaki. Sudah diobati tetapi tidak sembuh-sembuh. Lantas mencoba ke terapi alternatif untuk dipijat berkail-kali dan tidak membuahkan hasil. Kaki tetap sakit untuk menapak dan berjalan.

Setelah lelah dan jenuh sudah berobat kesana-kesini dan tidak mendapatkan diagnosa di telapak kaki yang tepat, maka dengan keyakinan mencari pengobatan di Rumah Sakit Cipto Manggunkusumo Kencana. Saya pribadi sangat merekomendasikan RSCM Kencana karena pelayanannya, kualitas, modern, dan tentunya dengan perjanjian. Kualitasnya sangat sepadan dengan harganya.

Sebelumnya dibuatkan janji dengan dokter profesional foot & ankle spesialist, dr. Ihsan Oesman, Sp.OT. Beliau sangat ramah dan profesional. Singkatnya akhirnya diketahui bahwa penyakit ini adalah  penyakit ABC, Aneurysmal Bone Cyst. Memang penyakit ini cukup langka dengan tingkat prevalensinya yang kecil, sekitar hanya 1-6% dari semua tumor tulang primer. Biasanya untuk mendiagnosa penyakit perlu serangkaian test seperti test darah, rongent kaki, dada dan MRI untuk dapat menegakkan mendiagnosa penyakit ini.

Setelah diketahui diagnosa penyakitnya, dokter menyarankan untuk berobat di RSCM Umum dengan BPJS. Singkatnya, saat ini pasien telah menjalani proses operasi, bagian yang berisi tumor diambil  kemudian bagian yang kosong diisi dengan tulang sintetik. Hasil patologi anatomi menujukkan penyakitnya jenis tumor jinak ( ABC with GCT).

Dalam pemilihan tindakan pengobatan dapat dilakukan beberapa cara seperti steam cell, bone graft / cangkok tulang baik dari jaringan tubuh sendiri (kaki, pelvic), donor atau bahan sintetik buatan untuk pengisian tulang. Kini pasien sudah dalam masa pemulihan dan diharapkan dalam semester depan dapat beraktivitas seperti sediakala.

Dari kasus ini ada beberpa yang dapat menjadi bahan edukasi.  Pertama, penyakit ini terjadi bukan karena jatuh dari tangga dan keseleo tetapi karena malformasi vaskular dalam tulang. So sekecil apapun trauma jatuh yang pernah kamu alami jangan pernah diremehkan karena itu ada pertanda gejala sebuah penyakit.

Kedua, jangan berhenti berjuang untuk mendapatkan kesembuhan. Meskipun sudah lelah, tetaplah mencari second or third opinion dari dokter untuk mendapatkan menegakkan diagnosa dan mencari cara pengobatan yang tepat dan tuntas.

 

 

5 juta Hits Untuk Tukangobatbersahaja.com

Dr Ulfana Said Umar

Hari ini baru menyadari kalo blog ini sudah punya total hits/ visitors sebanyak 5 juta. Banyak yang sudah saya lalui dalam suka dan duka, apalagi sekarang ini saya sering banget bolak balik RSCM. Ada banyak sekali cerita yang ingin saya share, ditunggu saja update postingan selanjutnya. Semoga lebih banyak lagi manfaat yang bisa diberikan.

Semangat terus untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Salam

Rina Susanti, Apt

Operasi Labia Minora

Stomach

Apakah bisa dikecilkan labia minora saya dengan operasi?. Mohon info. Thanks

Sebelum menjawab saya ingin agar setiap wanita mengetahui bahwa bentuk organ reproduksi wanita berbeda-beda, mulai dari warna, bentuk dan ukuran. Setiap wanita memiliki design sendiri-sendiri. Apakah ada patokan standar? tidak ada.

Labia minora yang memiliki bentuk beda, warnanya gelap, tidak simetris, besar sebelah, atau lainnya, hal itu tidak apa-apa. Itu tidak akan mempengaruhi kualitas hubungan seksual dengan pasangan. Tapi kalo tetap kekeh untuk operasi gimana? Jika hanya untuk alasan estetika atau meningkatkan kepercayaan diri saya rasa tindakan operasi bukan cara terbaik. Biasanya operasi hanya dilakukan oleh dokter apabila ada alasan medis yang sangat kuat untuk dilakukan.

Ketahuilah bahwa letak Labia minora sangat dekat dengan klitoris. Kita ketahui bersama bahwa pusat rangsangan seksual wanita berada pada klitoris, jika kenapa-napa dengan klitoris gimana? resikonya besar. Think again.

Apakah ada cara lain selain operasi agar hasilnya bagus? kembali lagi definisi “bagus” itu yang seperti apa.  Maksudnya biar ukurannya sama, gimana?

Sejauh ini saya tidak mengetahui ada cara lain yang bisa membuat labia minora lebih “cantik”. Jangan tertipu dengan terapi alternatif yang mengumbar hasil sementara. Saya justru ingin mengembalikan kapada diri sendiri, apa sih tujuan atau hasil yang ingin dicapai? apakah operasi atau cara alternatif yang benar-benar kamu mau?

Saya kembalikan ke masing-masing individu, semua hal boleh kamu lakukan tetapi apakah semua itu bermanfaat? belum tentu.

 

Apakah Blog ini Masih Eksis?

Tukang Obat Bersahaja

Beberapa orang bertanya mengapa sekarang saya sudah jarang muncul untuk update menulis artikel, apakah blog ini mash ada? jawabannya blog ini mash ada dan bahkan sekarang tambah eksis. Loh, kok bisa ?

Ternyata saya mandapat banyak sekali pertanyaan dan bahkan mulai kewalahan. Lebih seringnya saya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari halaman “contact me” makanya saya jarang menulis di blog.

Beberapa orang memiliki keinginan untuk bertanya dan konsultasi langsung dengan bertemu saya. Menurutmu apakah ini sudah saatnya untuk membuka konsultasi dengan tatap muka? saya mohon responnya. Terimakasih

Sakit Jangan Diobati Sendiri

prescription

Selamat sore mba rina, thanks God to find your blog. Sy sangat terbantu sekali krn sudah 2 bln ini sy berkutat dg sakit. Akhir januari sakit ga jelas, awalnya sesak nafas parah, sy kira mau mati waktu itu. Dicek semua normal.

Opname 3 hr sampe 1 bulan keadaan sy lemah terus. Ijin kerja sampe 2,minggu. Hingga akhir februari mungkin krn kecapekan mengurus sy suami sy sakit demam. Mau ga mau sy bangkit merawatnya hingga hr ke 5 sy tepar jg kena typus. 2 minggu ga masuk kerja lagi. Tapi yg sy rasakan tetap aja lemes pdhl makan bantak.

Suatu hari dada sy sakit seperti ditekan hingga sesak nafas. Bertambah hari bertambah parah hingga berasa panas, sy takut kena serangan jantung. Sy semakin stres.

Finally i found your blog 😊, everything has answered here. Yup, kesimpulannya sy kena GERD, sy sendiri yg menyimpulkan krn sy capek ke dokter. Entah krn sugesti ato gimana sampe di depan dokter kondisi sy bs lngsung ngedrop lemas keringat dingin shg mau tdk mau hrs opname.

Yang mau sy tanyakan saya tinggal di kota kecil yg tidak ada Sp.PD., KGEH. Boleh ga sy mengobati sendiri dg H2 blocker dan PPI ? sy merasa menderita sakit maag dr kelas 3 SD, saat ini usia sy 36 thn. Trima kasih banyak atas jawaban mba rina, semoga kebaikan mba rina dibalas dg pahalanyg berlipat krn telah berbagi ilmu kepada kami yg awam ini. Sekali lagi trima kasih dan sy tunggu jawabannya.

Terimakasih untuk sharing pengalamannya tentang blog saya, semoga semakin banyak lagi tulisan saya yang dapat membantu mereka yang benar-benar membutuhkan.

Seperti yang kamu ketahui meskipun saya punya pengetahuan tentang obat-obatan tetapi saya juga bisa sakit dan bahkan masuk rumah sakit. Kalo saya sakit ringan superti flu, batuk dan pilek saya bisa obati sendiri dengan pengobatan di apotek terdekat tetapi kalau 3 hari tidak kunjung sembuh maka saya berobat ke dokter.

Saya saja yang  farmasis harus ke dokter apalagi masyarakat yang awam, tentu sangat direkomendasikan untuk berobat ke dokter. Jangan menggunakan alasan tidak ada dokter spesialis, tinggal dipelosok, jauh dari keramaian, tidak ada ini dan itu.

Carilah waktu untuk pegi ke kota besar yang ada rumah sakit setingkat provinsi, biasanya disebut rumah sakit tipe A. Saya yakin perlu usaha keras untuk menemukannya, tetapi itu semua sepadan dengan keinginanmu untuk sembuh dari sakit. So tunggu apalagi, segera cari dokternya untuk berobat tetaplah semangat, banyak tersenyum dan cria. Harus stop dari stress ya karena hati yang berbahagia akan membuat damai dan lebih cepat sembuh.

Cerita Sakit Hati dan Empedu

stomach

Saya ingin sharing pengalaman saya pribadi saya tentang gangguan fungsi hati dan batu empedu. Harus saya akui bahwa belakangan saya sangat sibuk, capek, pola makan tidak teratur dan kurang istirahat. Dalam keadaan yang letih ini tubuh saya seolah berteriak dan tumbang. Yup benar, saya terkapar dengan nyeri uluh hati tingkat dewa hehehe. Puncaknya semalaman saya tidak tidur, mengalami sakit perut seperti sakit maag dan disertai  nyeri uluh hati yang sangat sakit!

Paginya saya memutuskan berobat ke dokter di rumah sakit terdekat. Singkatnya dokter tidak dapat mendiagnosa sakit saya apa, karena bukan sakit maag biasa dan menyarankan saya untuk CT Scan. Hasil CT scan menunjukan adanya “Multiple cholelithiasis”, artinya saya memiliki banyak sekali batu dalam empedu dan telah terjadi peradangan sehingga terjadi nyeri hebat di uluh hati. Gejalanya mirip sakit maag namun ternyata ini batu empedu.

Bagai tersengat listrik saat dokter menyatakan  sekarang juga saya harus dirawat karena besok saya harus menjalani operasi pengangkatan kantung empedu dengan teknik laparoskopi, katanya batunya terlalu banyak dan ada satu yang berukuran 1.5 cm. Saya hanya bisa pasrah dan mengikuti semua prosedur pengobatan dan berdoa yang terbaik kepada Tuhan. Dokter membombardir dengan antibiotik, penghilang rasa sakit, dan lainnya

Keesokan harinya saat semua tindakan operasi akan disiapkan dokter mengecek kembali keadaan uluh hati saya. Amazing, kata dokter nyerinya hilang dan operasi ditunda sampai dua hari kedepan untuk memantau perkembangannya. Dokterpun menerangkan bahwa penyakit batu empedu juga berkaitan erat dengan fungsi hati, memang terlihat bahwa dari hasil laboratorium menunjukkan angka yang cukup tinggi untuk Bilirubin sehingga pengobatan lebih dikhususkan untuk memperbaiki fungsi hati dan mengurangi ukuran batu empedu dengan pemberian obat obatan.

Setelah dua haripun saya mengalami penyembuhan yang cepat, hasil Bilirubin baik direct maupun non direct semua hasilnya menurun. Begitu pula basil SGPT Dan SGOT juga mulai membaik. Singkatnya operasi tidak urgent dan saya diperbolehkan pulang ke rumah namun kesehatan saya tetap dipantau dokter.

Selanjutnya selama satu bulan penuh saya istirahat dan mengurangi aktivitas, mengkonsumsi obat dari dokter setiap 2 minggu sekali saya melakukan pemeriksaan lab untuk memantau radar Bilirubin (direct dan indirect), SGPT dan SGOT. Singkatnya saya hampir pulih kembali.

Saya bersyukur tidak  menjalani operasi pengangkatan empedu. Sungguh sebuah pelajaran berharga untuk saya setelah ini saya berhenti untuk bekerja diluar batas kemampuan tubuh, istirahat yang cukup, belajar masak sehat untuk diri sendiri. Memakan makan makanan yang sehat saja, mengurangi makan makanan berlemak, berminyak (digoreng), pedas, kurangi daging serta olahannya. 

Satu hal yang harus disadari pertama, jangan pernah mengabaikan tanda alarm tubuh,  seperti sakit diuluh hati. Sakit didaerah tersebut juga sering dialami  oleh siapa saja dan bukan hanya sekedar sakit maag biasa.

Kedua, ini bukan hanya sekedar kalimat klise untuk memperbaiki pola makan dengan makanan yang sehat. Sungguh, meskipun saya mengkonsumsi obat dari dokter dan mengerti pengobatan tetap saja saya dapat  kembali menuju meja operasi jika saya tidak merubah pola makan. Meskipun diawal saya tersiksa dengan menu sehat yang saya makan setiap hari karena makanannya hanya rebus-rebusan, aneka sayuran dan buah. No goreng, no pedas less garam. Itu semua sepadan dengan hasil yang saya dapatkan. Saya kembali sehat dan saya tidak akan mengganti pola makan saya untuk terus makan makanan yang sehat. Tetaplah bersyukur dan bersukacita!