Hati Yang Gembira adalah Obat

pills
Teman saya memiliki ayah yang menderita kanker paru stadium 4. Semua pengobatan sudah dijalani, badannya sangat kurus, mobilitas yang terbatas karena hidupnya bergantung pada tabung oksigen. Dokter menyarankankan untuk pulang saja. Sangat menyedihkan.

Namun semua itu berubah total dalam 3 bulan yang lalu setelah dia merawat sang ayah. Kini beliau bisa lepas dari ketergantungan tabung oksigen, bisa bernafas sendiri tanpa bantuan alat dan kualitas hidupnya sudah sangat meningkat. Ketika saya tanya apa obatnya? jawabannya adalah hati yang gembira. Menurut saya hal itu terdengar klise. Namun teman saya mengatakan itu benar, dengan melepaskan semua beban hidup, ditemani keluarga yang perhatian, mendekatkan diri pada Tuhan, berdamai pada diri sendiri dan terlebih hati yang bergembira membuat semua yang hal tidak mungkin dapat terjadi.

Terkadjang kita merasa kalo orang sakit parah tidak boleh makan ini itu karena akan berdampak pada penyakitnya padahal teman dokter saya mengatakan untuk pasien stadium lanjut sebaiknya berikan saja jika itu membuat dia senang, toh dia makannya cuma sedikit dan hanya untuk memberikan sensasi di bibir sesaat, yang penting sudah pernah coba. Apapun yang terjadi tetaplah¬†bergembira dalam hidup. Be Happyūüôā

Self Actualization : Katty Perry – Roar

I got the eye of the tiger, a fighter
Dancing through the fire
‘Cause I am a champion, and you’re gonna hear me roar
Louder, louder than a lion
‘Cause I am a champion, and you’re gonna hear me roar

Now I’m floating like a butterfly
Stinging like a bee I earned my stripes
I went from zero, to my own hero

Saya sedang menikmati lagu ini, ada banyak sekali semangat dan kekuatan. Teristimewanya lagi, lagu ini memberikan semangat untuk mengatualisasikan diri.  Menulis dialoog ini sebagai tempt untuk mengaktualisasikan diri, bukan tempat untuk mencari kehormatan, nama dan popularitas.

What your contribution to society? well dengan menulis maka saya dapat membantu mereja yang membutuhkan, dari yang saya kenal sampai mereka yang ada diujung pulau terluar. What is your self actualization and how you can contribute to others?

Aneurysmal Bone Cyst : Sakit Ditelapak Kaki Ternyata Tumor

Aneurysmal Bone Cyst

Saya ingin mensharingkan pengalaman pasien laki-laki berusia 25 tahun yang mengalami sakit Aneurysmal Bone Cyst atau disingkat ABC pada telapak kaki kanan. Bagi yang tidak tahu apa penyakit ABC bisa dibaca disini atau dalam bahasa Indonesia disini.

Semua orang pasti pernah mengalami salah satu kejadian seperti terjatuh, terpleset dari tangga, cedera karena main bola/ futsal atau terjatuh dari motor. Awalnya pasien juga hanya mengalami jatuh terpleset dari tangga, ya tidak ada yang spesial. Kemudian pengobatan dimulai dengan dipijat saja dan karena tidak terlalu sakit pengobatan dihentikan.

Selang beberapa bulan, telapak kaki kanan terasa sakit dan nyeri. Gejala yang dirasakan seperti kaki keseleo, susah berjalan, sulit untuk menapak. Karena tak kunjung sembuh dicobalah ke dokter lagi, kemudian di rongent tapi katanya ga apa-apa, dan hanya diberikan obat penahan sakit.

Kemudian berobat lagi ke dokter orthopedi  di rumah sakit ternama dan hasil diagnosanya hanya menunjukkan sakit di Achilles Tendon. Biasanya ini terjadi pada atlet yang cedera pada otot kaki. Sudah diobati tetapi tidak sembuh-sembuh. Lantas mencoba ke terapi alternatif untuk dipijat berkail-kali dan tidak membuahkan hasil. Kaki tetap sakit untuk menapak dan berjalan.

Setelah lelah dan jenuh sudah berobat kesana-kesini dan tidak mendapatkan diagnosa di telapak kaki yang tepat, maka dengan keyakinan mencari pengobatan di Rumah Sakit Cipto Manggunkusumo Kencana. Saya pribadi sangat merekomendasikan RSCM Kencana karena pelayanannya, kualitas, modern, dan tentunya dengan perjanjian. Kualitasnya sangat sepadan dengan harganya.

Sebelumnya dibuatkan janji dengan dokter profesional foot & ankle spesialist, dr. Ihsan Oesman, Sp.OT. Beliau sangat ramah dan profesional. Singkatnya akhirnya diketahui bahwa penyakit ini adalah  penyakit ABC, Aneurysmal Bone Cyst. Memang penyakit ini cukup langka dengan tingkat prevalensinya yang kecil, sekitar hanya 1-6% dari semua tumor tulang primer. Biasanya untuk mendiagnosa penyakit perlu serangkaian test seperti test darah, rongent kaki, dada dan MRI untuk dapat menegakkan mendiagnosa penyakit ini.

Setelah diketahui diagnosa penyakitnya, dokter menyarankan untuk berobat di RSCM Umum dengan BPJS. Singkatnya, saat ini pasien telah menjalani proses operasi, bagian yang berisi tumor diambil  kemudian bagian yang kosong diisi dengan tulang sintetik. Hasil patologi anatomi menujukkan penyakitnya jenis tumor jinak ( ABC with GCT).

Dalam pemilihan tindakan pengobatan dapat dilakukan beberapa cara seperti steam cell, bone graft / cangkok tulang baik dari jaringan tubuh sendiri (kaki, pelvic), donor atau bahan sintetik buatan untuk pengisian tulang. Kini pasien sudah dalam masa pemulihan dan diharapkan dalam semester depan dapat beraktivitas seperti sediakala.

Dari kasus ini ada beberpa yang dapat menjadi bahan edukasi.  Pertama, penyakit ini terjadi bukan karena jatuh dari tangga dan keseleo tetapi karena malformasi vaskular dalam tulang. So sekecil apapun trauma jatuh yang pernah kamu alami jangan pernah diremehkan karena itu ada pertanda gejala sebuah penyakit.

Kedua, jangan berhenti berjuang untuk mendapatkan kesembuhan. Meskipun sudah lelah, tetaplah mencari second or third opinion dari dokter untuk mendapatkan menegakkan diagnosa dan mencari cara pengobatan yang tepat dan tuntas.

 

 

5 juta Hits Untuk Tukangobatbersahaja.com

Dr Ulfana Said Umar

Hari ini baru menyadari kalo blog ini sudah punya total hits/ visitors sebanyak 5 juta. Banyak yang sudah saya lalui dalam suka dan duka, apalagi sekarang ini saya sering banget bolak balik RSCM. Ada banyak sekali cerita yang ingin saya share, ditunggu saja update postingan selanjutnya. Semoga lebih banyak lagi manfaat yang bisa diberikan.

Semangat terus untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Salam

Rina Susanti, Apt

Operasi Labia Minora

Stomach

Apakah bisa dikecilkan labia minora saya dengan operasi?. Mohon info. Thanks

Sebelum menjawab saya ingin agar setiap wanita mengetahui bahwa bentuk organ reproduksi wanita berbeda-beda, mulai dari warna, bentuk dan ukuran. Setiap wanita memiliki design sendiri-sendiri. Apakah ada patokan standar? tidak ada.

Labia minora yang memiliki bentuk beda, warnanya gelap, tidak simetris, besar sebelah, atau lainnya, hal itu tidak apa-apa. Itu tidak akan mempengaruhi kualitas hubungan seksual dengan pasangan. Tapi kalo tetap kekeh untuk operasi gimana? Jika hanya untuk alasan estetika atau meningkatkan kepercayaan diri saya rasa tindakan operasi bukan cara terbaik. Biasanya operasi hanya dilakukan oleh dokter apabila ada alasan medis yang sangat kuat untuk dilakukan.

Ketahuilah bahwa letak Labia minora sangat dekat dengan klitoris. Kita ketahui bersama bahwa pusat rangsangan seksual wanita berada pada klitoris, jika kenapa-napa dengan klitoris gimana? resikonya besar. Think again.

Apakah ada cara lain selain operasi agar hasilnya bagus? kembali lagi definisi “bagus” itu yang seperti apa. ¬†Maksudnya biar ukurannya sama, gimana?

Sejauh ini saya tidak mengetahui ada cara lain yang bisa membuat labia minora lebih “cantik”. Jangan tertipu dengan terapi alternatif yang mengumbar hasil sementara. Saya justru ingin mengembalikan kapada diri sendiri, apa sih tujuan atau hasil yang ingin dicapai? apakah operasi atau cara alternatif yang benar-benar kamu mau?

Saya kembalikan ke masing-masing individu, semua hal boleh kamu lakukan tetapi apakah semua itu bermanfaat? belum tentu.

 

Apakah Blog ini Masih Eksis?

Tukang Obat Bersahaja

Beberapa orang bertanya mengapa sekarang saya sudah jarang muncul untuk update menulis artikel, apakah blog ini mash ada? jawabannya blog ini mash ada dan bahkan sekarang tambah eksis. Loh, kok bisa ?

Ternyata saya mandapat banyak sekali pertanyaan dan bahkan mulai kewalahan. Lebih seringnya saya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari halaman “contact me” makanya saya jarang menulis di blog.

Beberapa orang memiliki keinginan untuk bertanya dan konsultasi langsung dengan bertemu saya. Menurutmu apakah ini sudah saatnya untuk membuka konsultasi dengan tatap muka? saya mohon responnya. Terimakasih