Tukangobatbersahaja : 7 Tahun Menjadi Blogger

MBP
Tidak terasa blog ini sudah berusia 7 tahun.
Ibarat seorang anak dia baru masuk sekolah dasar.
Masih belajar dan terus belajar.

Jika harus direview kembali, sampai hari ini total pengunjung 3,6 juta. Angka ini bukan karena pemilik blog ini tenar tetapi mereka yang berkunjung kemari terjaring dari search engine yang mencari informasi kesehatan.

So, saya akan tetap menulis dan fokus dalam artikel kesehatan dan farmasi.
Salam

Rina Susanti, Apt

Matahari Yang Bersinar

more flowers

Matahari yang bersinar Kau yang ciptakan
Bulan bintang berkilauan Kau yang jadikan
Begitu juga kami Tuhan
di mataMu amatlah berharga
Besar kasihMu kepadaku

Bunga bakung yang dipadang Kau yang p’lihara
Burung pipit di udara Kau yang B’ri makan
Begitu juga kami Tuhan
yang berharap hanya kepadaMu
Tak perlu kuatir hari esok

Kubersyukur karna kasih setiaMu
s’lalu baru s’perti fajar merekah
Tiap janjiMu pelihara hidupku
Hari ini esok dan selamanya

Gunakan Handphone Seperlunya

Nokia 8250

Sepertinya akan lebih banyak orang memilih untuk ketinggalan dompet daripada ketinggalan handphone. Katanya bisa mati gaya kalo sehari tanpa handphone, masa sih?. Handphone sudah seperti separuh hiduphehehe.

Tanpa memungkiri sayapun pernah berada dalam masa-masa dimana handphone memudahkan ngeblog, googling, surfing, games, membantu banyak pekerjaan hingga bergantung dan tak bisa berpaling darinya.

Kini saya menyudahinya, saya merasa handphone pintar membuat kita semakin bodoh, bergantung padanya dan anti sosial. Bukannya saya anti handphone tetapi menggunakan hanya seperlunya. Saya jarang sekali menggunakan handphone dihari sabtu minggu karena itu hari untuk keluarga. Dihari kerjapun saya hanya membuka email dan media sosial hanya saat jam istirahat (1 jam saja cukup). Setelah pulang kantor handphone hanya diletakan dimeja saja. Handphone berfungsi untuk telpon, sms, google maps (untuk cari jalan alternatif menghadapi kemacetan Jakarta) dan foto-foto.

Apakah itu sulit? iya pada awalnya tetapi sekarang saya menikmatinya. Kebahagiaan saya tidak berubah justru bertambah karena kualitas komunikasi  (melihat, menatap, bersentuhan) menjadi nyata. So mulai sekarang kurangilah kebergantungan kita pada handphone dan kembalikanlah fungsi handphone/ smartphone kepada fungsi sesungguhnya.

Pembobolan Kartu Kredit Niaga

Kartu kredit Niaga saya belum lama ini dijebol oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab. Dompet yang berisi kartu kredit tersebut masih rapi di dompet saya  namun disaat yang bersamaan ada 17 transaksi yang mencurigakan dengan mata uang Australia yang total pembelanjaannya sampai batas limit kredit kartu untuk pembelajaan online. Kasus Fraud ini membuat saya bingung dan panik.

Hal yang pertama saya lakukan adalah menelpon customer service untuk minta di-block kartu kredit kemudian membuat surat sanggahan yang menyatakan bahwa saya tidak pernah melakukan transaksi tersebut. Setelah itu menunggu 45 hari untuk melakukan investigasi dan pencocokan data. Setelah itu jika memang transaksi tersebut bukan milik saya maka akan dihapus dari sistem dan tidak ada pembayaran.

Sampai sekarang masih dalam proses penyelesaian dan masih ada beberapa transaksi yang belum dihapus dari sistem. Kita hendaknya aktif untuk bertanya, mencari informasi terbaru dan jangan hanya menunggu 45 hari dengan pasif.

Saran saya untuk mencegah hal tersebut tidak terulang kembali hendaknya setiap kali pembayaran dengan kartu kredit harus didepan mata kepala sendiri. Jangan memberi kartu kepada pelayan untuk digesek sendiri. Bisa jadi semua informasi kartu kredit kita diambil datanya.

Kedua, berhati hati terhadap pembelanjaan dengan transaksi online. Pastikan tempat berbelanja online tersebut terjamin tingkat keamanannya. Terakhir, tutup 3 digit terakhir di belakang kartu kredit untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.

Mempertahankan Berat Badan

stomach

Saya baru saja membaca sharing seorang teman, tingginya 163 cm dengan berat 76 Kg (BMI 28  adalah overweight).  Dia memiliki tekad sekuat baja untuk melakukan menurunkan berat badan dengan cara mengkonsumsi makanan sehat, tidak minum minuman bersoda, banyak minum air, makanan organik sehat, stop ngemil, giat berolah raga dan ikut nge-gym. Hasilnya, setelah setahun berat badanya turun menjadi ideal 60-61 Kg.

Dia menjadi bangga akan dirinya karena sudah sukses mencapai “goal” nya untuk mencapai berat badan ideal. Dengan berat badan ini ia merasa percaya dirinya meningkat namun sayangnya hal itu hanya berlangsung sementara karena setelah mencapai target berat badan idealnya dia mulai kembali kepada pola hidup yang lama. Kini berat badannya sudah naik lagi menjadi 67 Kg dan mendekati berat badan dulu.

Pelajaran yang diambil dari sharing diatas adalah, setelah kita berhasil mencapai tujuan/ “goal’. Janganlah berhenti sampai disitu,  teruslah men-setting goal lainnya. Carilah cara baru untuk memotivasi diri sendiri. Terkadang kita bosan dengan pola hidup sehat yang terasa “tidak enak dilidah”, carilah cara baru untuk melakukan improvisasi dalam variasi makanan dan olah raga. Find new thing that stay healthy.

Terakhir, Janganlah mendiamkan diri atau menggampangkan jika kamu mengetahui ternyata celana dengan berat badan ideal sudah tidak muat. Itu pertanda kamu harus kembali lagi ke jalan yang benar untuk terus mempertahanlah pola hidup yang sehat. So stay helathy and more beauty.

Anak Saya Hiperaktif, Berobatnya Kemana ya?

children

Katakanlah (Anna, usia 2,5 tahun), dia sangat aktif sekali, energinya seolah tidak pernah habis, terkadang dapat  melukai diri sendiri atau orang lain.  Seorang ibu mungkin bertanya apakah ini  gejala hiperaktif atau ADHD atau hanya keisengannya saja? Sebagai ibu kita hanya bisa mengira-ngira  namun mendiamkan tidak akan menyelesaikan masalah.

Jika hal ini berlangsung sebaiknya ibu mulai mencari jawabannya dengan aktif mencari informasi dan saya sangat merekomendasikan untuk anak dapat diperiksa ke Rumah Sakit besar, seperti RSCM, Harapan Kita, Hermina, dll.  Biasanya akan dirujuk ke  bagian/ Klinik Tumbuh Kembang Anak.

Ibu bisa menelpon untuk membuat janji terlebih dahulu, kemudian nanti akan dilakukan test untuk mengetahui kondisi anak. Setelah itu dapat berkonsultasi dengan  psikolog anak lalu nanti akan diarahkan untuk kebutuhan terapi yang tepat untuk anaknya.

Dibagian tumbuh kembang anak bukan saja untuk anak Hiperaktif, banyak sekali yang dapat dilakukan disana seperti untuk anak berkebutuhan khusus seperti Autisme dan spekturumnya, Anak Down Syndrom, Cerebral palsy, ADHD ( Hyperaktif), ADD (Hipoaktif).

Selain itu juga bisa untuk menangani anak yang kesulitan membaca (Dyslexia), kesulitan menulis (Dysphragia), kesultian berhitung (Dyscalculia), kesultian mengunyah, lambat bicara (speech delay), kesulitan bicara dan berbahasa, gangguan pendengaran dan gangguan tumbuh kembang lainnya.

Semoga dengan informasi ini semakin banyak ibu yang terbantu dengan lebih cepat anak ditangani oleh dokter dan tenaga terapis yang sangat berpengalaman maka anak akan mencapai tumbuh kembang yang baik. Penuhi diri dengan kesabaran untuk mendidik, merawat dan menjaga anak yang kita sayangi. Terimakasih

Antara Daycare dan Babysitter

children

Ada banyak alasan setiap keluarga yang telah memiliki anak untuk menentukan pola asuh terlebih jika kedua orang tuanya sama-sama bekerja. Memilih antara daycare dan babysitter tidak mudah, tergantung kondisi lingkungan, biaya, lokasi tempat tinggal, dan fakotr penting lainnya.

Meskipun di daycare harganya relatif mahal, ada biaya overtime jika terlambat menjemput dan perlu waktu lebih untuk antar jemput dari tempat tinggal ke daycare atau sebaliknya, saya tetap memilih daycare. Daycare bukan hanya sekedar menitipkan anak untuk makan sehat  dan tidur secara teratur saja,  disana anak berada ditangan pola pengasuhan yang lebih berpengalaman, ada kurikulum/ program, report harian si anak, melatih gerakan motorik dan nilai edukasi seperti adanya kelas musik, gerak lagu, pengenalan bahasa (Inggris-Indonesia). Hal ini belum saya dapatkan jika saya memilih babysitter.

Yang saya perhatikan anak di daycare akan menjadi lebih mandiri karena disana mereka tidak ditangani oleh satu guru untuk satu anak tetapi beberapa anak dan dalam bentuk kelas/ group, sementara anak dalam pengasuhan babysitter akan cenderung lebih dekat dengan pengasuh, lebih bergantung dan bahkan lebih dekat daripada orangtuanya.

Dengan adanya babysitter, anak akan terpenuhi semua kebutuhannya sehingga kurang bertanggung jawab dengan diri sendiri, sementara anak di daycare sejak kecil meraka diajari untuk bertanggung jawab dengan makan dan minum sendiri, membereskan mainan sendiri setelah selesai bermain dan lebih bertanggung jawab dengan barang pribadi.

Kemudian anak di daycare lebih mudah bersosialisasi/ adaptasi dengan lingkungan. Saya merasakan betul perbedaannya, anak saya tidak hanya mengenal orang tua dan keluarga dekatnya saja tetapi kepada semua orang lebih mudah bersosialisasi.

So, apakah sependapat dengan saya? ayo suarakan pendapatmu.