Belajar Mengobati Sakit Maag (bag III)

saya sudah sakit maag krg lbh 1 thun yg lwt, tp yg prh na sktr 5 bulan belakangan ini. sebelumya obat yang d kash dokter brupa, lansoprazole, inpepsa, ranitidin, renages. Terkadang sakitnya di perut sebelah kanan atas, kadang2 sebelah kiri, kadang2 semua perut saya sakit. sakitnya sampai ke belakang punggung. tp setelah berbt k dktr sekitar 1 bulan yg lwt udh ada angsurannya. yg mw saya tanyakan adalah :
1. apakah penyakit saya memang maag ? karena saya sudah usg tp hasilnya baik2 semuanya
2. apakah ada perbedaan obat paten sama generik, soalnya 2 mnggu pertma sya minum obat paten, karena mahall saya beralih k generik saja, mna yg bgus
3. apa perbedaan sakit maag dengan tifus ?

Untuk kasus maag diatas memang salah satu contoh sakit maag yang umum ditemui. Dimulai dari pH asam lambung yang tinggi dan berlangsung cukup sering, untuk itu pengobatannya dengan mengurangi keluarnya produksi asam lambung sehingga  diperlukan obat H2 antagonis seperti cimetidine, ranitidine, famotidine. H2 Antagonis is used  for decreasing the production of acid by these cells. Gambar diambil disini.

Selain itu terjadinya reflux dapat membuat penderita merasakan sangat nyeri menjalar dari ulu hari ke  tulang belakang, bahkan terasa nyeri jdijantung (seperti sakit jantung padahal tidak). Untuk itu dapat diberikan Proton pump inhibitor seperti Lansoprazole, Omeprazole, Pantoprazole. Selain itu untuk melindungi dinding lambung dari kerusakan dan rasa perih dapat diberikan mucosa protecta ( Sucarlfate, Rebamipide).

Jadi, apakah penyakitnya memang maag ? tentu saja. Pemeriksaan dengan USG bukan cara terbaik untuk mengobati maag tetapi dengan pemeriksaan ke dokter spesialis Gastroenterologi-Hepatologi (Sp.PD-KGEH). Pengobatan untuk penderita maag dengan mengurangi  produksi asam lambung yang berlebihan dan perubahan pola hidup menjadi lebih sehat.

Mengenai pengobatan yang diberikan oleh doker sudah benar dan tepat. Jika biaya adalah faktor yang sulit, tentu saja saya merekomendasikan penggunaan obat generik. Dari segi mutu dan khasiat sama saja, tidak ada perbedaan dengan obat branded atau obat paten. Kan tidak maka mereknya toh?

Memang beberapa gejala penyakit maag dan tifus menunjukkan kesamaan tetapi keduanya adalah penyakit yang sangat sangat berbeda dari segi pengobatan, terapi penyembuhan dan pemilihan obat.

Pengobatan maag menggunakan pengobatan tunggal atau kombinasi dari beberapa jenis obat seperti golongan antacid, H2 anatagonis, Proton pump inhibitor, mucosa protecta, prostaglandin E, selektif antibiotik dan anxiolytics. Tetap sehat ya dan jaga kesehatan lambungmu 😀

Berobat ke Dokter Spesialis Gastroenterologi

Saya mempunyai keluhan:
– punggung sebelah kanan terasa sakit tembus sampai ke dada sebelah kanan
– kerongkongan terasa kering perut mual dan kembung nafas terasa sesak.
Penyakit saya ini penyakit apa? dan bagaimana cara pengobatannya. Obat apa yang harus saya minum. Terimakasih. NN

Menurut saya banyak dari kita sering merasakan keluhan seperti diatas tapi tidak tahu sakit apa dan mau berobat kemana.  Hal pertama yang harus disikapi adalah: apakah sudah berobat ke dokter? kalo belum sebaiknya berobat dan jangan hanya diobati sendiri dengan obat diwarung. Berobat itu jauh lebih baik daripada hanya didiamkan saja. Gambar diambil disini.

Kedua, berobat ke dokter yang tepat. Untuk kasus seperti diatas, saran saya sebaiknya berobat ke dokter spesialis gastroenterologi. Menurut saya ini penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan. Ini bukan sakit maag biasa, obat proton pump inhibitor, H2 antagonis, mucosa protecta dapat membantu untuk mengurangi nyeri didada dan sesak dan mengurangi rasa mualnya. Semoga cepat sembuh dan minum obat teratur. Terimakasih

Salam
Rina Susanti, Apt

Belajar Mengobati Sakit Maag (bag II)

Seperti tulisan saya terdahulu disini, tidak semua sakit maag dapat diatasi dengan golongan antasida (seperti minum Mylanta, promag biasa) tetapi ada beberapa golongan lain seperti H2 Antagonis/ H2 Blokers dan Proton Pump Inhibitor serta  obat tambahan lainnya seperti Sucralfate, Rebamipide, Fucoidan. Biar tidak terlalu texbook kaya kuliahan, saya langsung pada aplikasinya saja. Gambar diambil disini.

1. Nyeri Lambung pake antasida = seperti mylanta, promag biasa ( isinya Al(OH)2, Mg(OH)2, Simetikon)
2. Nyeri Esofagus (nyeri ulu hati disatu titik) bisa pake H2 Antagonis = seperti Ranitidine, Famotidine.
3. Nyeri Usus halus (duodenum/intestine) pake Proton Pump Inhibitor = seperti Lanzoprazole, Omeprazole, Pantoprazole.
Quote ini harus dicatat dan diingat ya!.

Ada beberapa hal dasar yang harus diketahui. Pertama, mengapa obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPi) mengobati hanya di usus halus? karena obat golongan PPI  berbentuk coated (disalut) agar tidak pecah di asam lambung melainkan baru akan pecah obatnya diusus halus, jadi obat ini tidak boleh digerus. Continue reading