600.000 : To Do Before I Die

Hari ini angka statistik sudah menyentuh 600.00-an. Puji Tuhan untuk semua yang sudah dilalui sampai hari ini. Banyak hal yang sudah diraih dari blog ini, salah satu akhirnya bertemu teman kost lama yang sekarang sudah sukses membangun keluarganya *Peluk Yantik*

Sebenarnya ada banyak hal yang masih ingin saya lakukan, to do before  i die. Ini adalah inspirasi dari sebuah buku yang judulnya sama berisi keinginan seseorang untuk dilakukan baik untuk dirinya sendiri, keluarga, hobby, asmara, karier, masyarakat.

Dengan adanya wish list ini hidup saya jadi lebih semangat untuk meraih cita-cita  yang bertanggal. Tidak perlu yang ribet-ribet permintaannya, cukup dimulai dari sesuatu yang sederhana.

Contohnya pergi ke salon untuk perawatan tubuh lengkap. Kelihatannya sepele  buat yang terbiasa tetapi akan jadi pengalaman yang tak terlupakan buat yang baru pertama kali, sedikit  katro and ndeso hehehe. Saya juga pernah berputar-putar dan sedikit nyasar hanya untuk mencicipi semangkuk es krim Spagetti Ragusa Italia  di jalan Veteran no. 10.

Masih banyak lagi pengalaman yang  lain, tak terlupakan, lucu dan romantis. So much fun let make it happens your wish to do before you die. Apa yang ingin sekali kamu lakukan dalam hidup ini?

To Do Before I Die: One Day In Madrid

euro map

Siapakah saya beberapa tahun yang lalu? tidak ada yang mengenali. Saya hanya pribadi yang tertutup dan pendiam. Rasanya sayapun pernah merasakan beratnya hidup seperti Marshanda hehehe, dimana  orang hanya menilai dari “nilai” dan kulit luarnya. Teori labelling membelit berakar… so hard. Sampai saya mempunyai mimpi  dan berkata pada diri sendiri lihatlah saya… saya pasti akan berhasil.

Pak Mario Teguh pernah bilang: “Cita-cita adalah impian yang bertanggal”. Jika Anda telah memiliki impian, berilah tanggal bagi pencapaiannya, dan impian itu akan menjadi cita-cita. Dan, cita-cita adalah keadaan yang dicapai melalui tangga kemampuan. Dan semua rencana Anda adalah proses untuk membangun kemampuan untuk mencapai cita-cita Anda.

Saya punya sebuah buku, “To Do Before You Die”. Buku yang membuat saya tetap waras untuk meraih cita-cita meskipun semua orang berkata tidak mungkin. “…Kerja keras adalah tiket yang memberikan ijin kepada kita untuk berdiri dalam antrian menuju impian-impian kita” kata Pak Mario Teguh. Saya hidup, berani bermimpi dan merealisaikan mimpi tersebut. Sungguh tatkala saya membaca “Sang Pemimpi” dari Andrea Hirata, bahwa anak kampung Belitong saja mampu untuk bermimpi dan meraih Sorbonne, Paris… kenapa saya tidak.

Mari kita berani bermimpi… raih mimpi itu seperti seolah-olah kita akan “pergi” esok.

One day in Madrid 😀 😀