Semangat Untuk Penderita Skizofrenia

Abeautifulmindposter

Sebuah komentar masuk dalam blog ini yang intinya mengajak kepada penderita skizofrenia untuk tetap terus hidup dan berkarya. Tulisannya seperti berikut ini:

Dear Sisca

Jangan cemas mengenai kuliah, sayapun mengidap penyakit schizoprenia.. kadang depresi juga mengenai penyakit ini. untuk melanjutkan kuliah coba universitas terbuka… Semangat !!! Mari tunjukkan bahwa schizoprenia bukan hambatan.. God love u,sisca

Semoga semua penderita Skizofrenia dapat  terus berkarya tanpa harus minder dengan kekurangan yang ada, seperti dalam film A Beautiful Mind yang diangkat dari kisah biografi ilmuwan John Nash, peraih nobel yang pernah mengalami paranoid skizofrenia. Jangan jadikan kekurangan itu hambatan untuk maju namun teruslah maju, kami semua mendukungmu untuk hidup yang lebih baik dan meraih cita-cita.

Panti Rehabilitasi Mental Pondok Kasih

Minggu  lalu  saya dan teman-teman mengisi libur sabtu dengan berkunjung ke salah satu Panti Rehabilitasi Mental di Pondok Kasih, Tangerang.  Kebanyakan kita menutup mata dengan keberadaan mereka dan  hanya tahu itu orang sakit jiwa, orang gila, orang stress, dan ga waras. Banyak orang ogah dekat-dekat karena takut dipukul atau diserang oleh mereka.

Namun apa yang saya temui sangat berbeda, mereka tampak tenang dan teratur, salah satunya Sion. Pria muda, bersih, tinggi180cm dan jago main gitar hehehe.  Dia dapat berkomunikasi dengan lancar dan bersahabat. Kalo istilah kedokterannya ini penyakit Schizophrenia.

Memang ada ruang isolasi untuk pasien yang belum “jinak” tetapi jika mereka sudah lebih tenang dan terkendali maka mereka akan dikumpulkann dengan teman yang lain. Penyembuhan di Panti rehabilitasi Mental Pondok Kasih ini tidak dengan minum obat-obatan tetapi dengan pendekatan agama, doa dan puasa serta tetap diawasi dokter ahli kejiwaan. Pondok Kasih menerima semua pasien dari latar belakang agama apapun. Continue reading “Panti Rehabilitasi Mental Pondok Kasih”

Pengobatan Schizophrenia: Kombinasi CPZ HLD THP

Pada tulisan saya terdahulu mengenai Pengobatan Schizophrenia telah mendapat respon yang baik. Rasanya bahagia dapat  membantu  sesama lewat tulisan saya untuk pasien dengan kebutuhan khusus. Saya tahu masih banyak yang lebih kompeten dari saya mengenai pengobatan ini namun izinkan saya untuk berbagi dari yang saya berbagi dari yang saya ketahui.

Saya mempunyai putra 20 tahun, yang memiliki penyakit mirip dengan yang diatas, halusinasi, dan mudah tersinggung. Sudah pernah 4 kali dirawat di RSJ, dan diberi obat CPZ HLD dan THP, pernah juga diberi risperidon atau persidal.

Namun putra saya ini kalau sudah mulai tenang dan keluar dari RSJ (berobat jalan), perlahan-lahan tidak mau lagi minum obat-obatan tersebut, alasannya dia tidak mau seumur hidup bergantung pada obat.
Selain itu beberapa saat setelah setiap kali minum obat, kapalanya terasa pusing berat, mungkin karena obatnya sedang bekerja? ini pula yang menjadi salah satu alasan dia susah untuk minum obat. Akhirnya begitu dia berhenti minum, sebulan atau dua bulan berikutnya, maka penyakitnya kembuh lagi.

Yang mau saya tanyakan adalah:
Sudah seberapa parahkan penyakit yang diderita anak saya ini? Adakah peluang untuk dia tidak mengkonsumsi obat-obatan itu lagi? Mohon penjelasan, dan terimakasih sebelumnya.

Pasien penderita Schizophrenia memang perlu penanganan khusus, perlu terapi yang cukup lamaaaaaaa untuk dapat membuatnya kembali seperti sedikala (makanya dokter sering bilang pengobatan seumur hidup bukan seumur jagung hehehe). Tingkat ringan atau parahnya gangguan dapat dilihat dari jenis penggunaan, obat yang dikonsumsi, latar belakang, dll. Penyembuhan pasien Schizophrenia perlu mengkonsumsi obat-obat tertentu dan  perlu terapi pendamping serta support dari keluarga.

Saya jelaskan aja, obat-bat tersebut diatas. Kombinasi CPZ (Chlorpromazine), HLD (Haloperidol) THP (Trihexilpenidyl) juga Risperidone.

Continue reading “Pengobatan Schizophrenia: Kombinasi CPZ HLD THP”

Pengobatan Schizophrenia: Skizoafektif

Suami sy pnderita skizoafektif. berhalusinasi krn ms lalu. pengobatan dah sejak agustus 2006 sempt diopname 8 hr. setelah itu penyakitnya datang pergi…. datang ketika ada stressor. suami rutin konsultasi dokter tiap bulan. sehari at 2 hr setelah konsultasi dia bisa jaga mood. sekarang obat yg diminum fluxetin 10mg pg hr dan 1/2 risperidone 2mg. dokter memberi th kemungkinan berobat seumur hidup.klo melihat dosis obat yg dikonsumsi saat ini, apakah sakit suami saya msh termasuk kategori parah? trima kasih sebelumnya….. (Yaya Dizzy)

Apa sih yang ada dibenak kita kalo menyebut penyakit Schzophrenia? Pasti kita berpikir, ituloh orang suka berhalusinasi, berkhayal dengan pikirannya sendiri, dizorganized dan berbicara/berpikir tidak umum. Secara umum mereka terlihat “normal” seperti  John Nash di film A Beautiful Mind, yang dapat melihat angka-angka.

Menurut om Wikipedia, Schizophrenia is a psychiatric diagnosis that describes a neuropsychiatric and mental disorder characterized by abnormalities in the perception or expression of reality. It most commonly manifests as auditory hallucinations, paranoid or bizarre delusions, or disorganized speech and thinking with significant social or occupational dysfunction.

Berbicara mengenai Schizophrenia itu luas sekali cakupannya, karena mbak Yaya hanya bertanya mengenai “pengobatan skizoafektif” maka tulisan ini hanya seputar itu saja ya.

Penanganan Schizoefektif

Jika stressor cukup kuat maka paseien dapat dirawat beberapa hari di rumah sakit untuk membuatnya lebih stabil. Setelah pulih dapat dilakukan pengobatan dengan terapi medikasi (seperti obat yang diminum sekarang).

Pengobatan Skizoafektif meliputi antimanik, antidepressan dan antpsikotik. Jika dilihat dari gejala dan pengobatan yang ada maka pengobatan suami mbak Yaya adalah kombinasi keduanya, yaitu antidepressan dan antipsikotik.

Fluoxetine adalah antidepressan yang merupakan golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor. ngerti ga ya?? maksudnya obat ini dipake untuk mengobat depresi mayor sehingga bisa berprilaku lebih tenang dan tidak obsesif. Dosis umum untuk pengobatan ini Fluoxetine 20mg/hari.

Risperidone adalah obat yang digunakan untuk mengobati Schizophrenia dalam golongan psikotik. Dosisnya berkisar antara 0.25-4mg/ hari. Jadi kalo saya simpulkan bahwa terapi pengobtan yang sudah diberikan oleh dokter sudah tepat dan dosis masih dalam takaran normal jadi bukan termasuk sakit yang parah 😀 😀 😀 *hore-hore-hore*.

Terakhir, terapi yang tidak kalah penting untuk mengobati Schizoafektif adalah psikoterapi. Terapi ini berguna agar dapat mengatasi stressor, membuatnya lebih tenag dan dapat bersosialisasi/ punya rasa percaya diri.

Saya berharap keluarga dan kerabat dan terus mendukung pengobatan ini. Memang sakit ini bukan seperti sakit batuk yang diobati langsung sembuh tetapi perlu waktu yang sangat lama untuk membuat pasien bisa sembuh seperti sediakala. Mungkin karena lamanya dokter bisa berkata seumur hidup hehehe.

Tidak ada yang mustahil jika kita percaya, pesan saya jadilah Ibu yang kuat, yang sabar dan jangan menyerah untuk terus memberikan yang terbaik.