Inget Sumpah Apoteker

Belum lama ini saya lagi diskusi sama teman saya yang baru lulus Apoteker. Dia bercerita bagaimana prosesi sumpah Apoteker.  Meskipun kita farmasis/ apoteker yang beda zaman namun sumpah profesi apoteker masih sama, bedanya hanya dress code aja kalo dulu saya hanya pake kebaya sekarang sudah pake jas Apoteker. Sumpah Apotekernya masih sama, sebagai berikut :

Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan prikemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan. Saya akan merahasiakan segala yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai apoteker. Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kefarmasian saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan.

 

Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian, dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan berikhtiar dengan sungguh- sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau kedudukan sosial. Saya ikrarkan janji ini dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh keinsyafan.
 

Selamat untuk apoteker yang baru, yang baru aja dapet kerjaan baru baik itu di Apotek, rumah sakit, industri farmasi, distribusi farmasi, dll.

Just ask your pharmacist

Lamaran Pekerjaan untuk Farmasis/ Apoteker

salam kenal yaaa. Aku mahasiswa farmasi semester 5. Aku masih belum punya banyak ilmu tentang farmasi dan juga gag punya orang2 deket yang ada di lingkungan farmasi. Aku mau tanya sebenarnya lulusan farmasi itu peluang kerjanya dimana aja mbak?? yang aku tau kebanyakan di apotek, industri ma rumah sakit mbak. Intinya aku pengen tau dunia farmasi itu kayak apa. makasii ya. Anna

Sayapun pernah merasakan hal seperti ini setelah saya lulus, saya mau kerja dimana?. Apakah Apoteker/ farmasis hanya kerja di Apotek atau Rumah Sakit? jawabannya tentu saja tidak. Ladang pekerjaan farmasis sedemikian besar.

Yang paling dicari setelah lulus apoteker bukan hanya nlai IPK tinggi tapi punya skill seperti mengusai komputer, pengalaman organisasi, menguasai bahasa inggris, mandarin, berpenampilan menarik, dll. Kenali diri sendiri apakah kamu orang yang suka bekerja dibelakang meja atau orang lapangan.

Lalu, lamaran kerja saya bisa di-apply ke perusahaan apa saja?

Continue reading “Lamaran Pekerjaan untuk Farmasis/ Apoteker”

Melamar Pekerjaan di Industri Farmasi

Semakin hari semakin banyak Sarjana Farmasi dan Apoteker yang lulus, banyak dari mereka yang tentunya ingin melamar sesuai bidang keilmuannya sewaktu kuliah. Ladang pekerjaan Apoteker itu sangat beragam mulai dari Industri, Rumah Sakit, Apotek, Distribusi bahan baku/bahan pengemas/obat jadi, Perusahaan Kosmetik, Jamu tradisional, Makanan dan minuman, klinik kesehatan, Marketing, dll. Kali ini saya ingin membahas di Industri Farmasi saja, yang lain menyusul ya. Gambar diambil disini.

Industri Farmasi sangat membutuhkan banyak  tenaga farmasi dan Apoteker. Saat ini, jumlah Industri Farmasi di Indonesia sekitar 200-an tetapi paling hanya 50-80 perusahaan saja yang benar-benar hidup. Siapa saja sih? ini dia daftar perusahaan Industri Farmasi: Continue reading “Melamar Pekerjaan di Industri Farmasi”

YKI: Benjolan di Payudara

Rasanya berat bagi saya untuk menulis postingan ini. Bila biasanya saya menulis dan menjelaskan tentang penyakit orang lain, kali ini subyek yang akan dibahas disini adalah kisah saya sendiri. Saya memang seorang farmasis/apoteker, tetapi sama seperti orang lain, saya bisa menderita sakit. Saya juga masih merasakan deg-degan setiap kali ke dokter. Kali ini, diagnosis yang saya dapat memang cukup membuat resah.

Pada awalnya saya merasakan ada benjolan  kecil di payudara sebelah kiri. Saya kira ini hanya masalah hormonal biasa, tapi lama kelamaan benjolan ini kian terasa mengganggu. Setelah beberapa lama, akhirnya saya memutuskan untuk mencari pengobatan. Saya sih tahu ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi untuk melakukan pengobatan, tetapi harganya lumayan mahal. Saya ingin mencari tempat yang pelayanannya baik dan harganya terjangkau, tapi dimana ya? Setelah mencari tahu di Mbah Google dan Mas Wikipedia, akhirnya saya mendapatkan informasi yang cukup mencerahkan.

Continue reading “YKI: Benjolan di Payudara”

Hak Bertanya Pasien Harus Dijawab

Tatkala saya membaca kisah Mbak Prita Mulyasari di blog Ndorokakung dan mbak Tikabanget, hal itu  membuat saya bersedih. Kenapa kebebasan bersuara dicekal oleh UU ITE dan Rumah Sakit Omni tidak legowo menerima itu.

Rumah sakit membuat beberapa orang menjadi trauma mendengar dan mengingat namanya. Banyak kejadian yang menyebalkan dan ada sikap arogan dari rumah sakit dan manajemen yang emosional dan tidak profesional.

Sebagai orang yang pernah ke Rumah Sakit, pernahkan kamu sakit hati dibuatnya?
Mungkin kasusnya tidak sekomplek mbak Prita Mulyasari tapi saya yakin kita semua pernah. Ambillah contoh yang mudah, sikap Arogan pak Satpam saat jam besuk atau aplus (sok banget… pake acara penggeledahan, tidak boleh membawa ini itu, atau pake timer saat besuk). Sebagai orang yang bosan mondar-mandir di rumah sakit dan hapal bagaimana prilaku manajemen rumah sakit, saya sampai bisa menemukan titik celahnya.

Jika salah atu anggota keluarga masuk rumah sakit dan  dokter menyatakan harus dirawat inap atau rawat jalan, tanyakan kepada dokter apa alasannya? mana bukti kalo hal tersebut harus dilakukan. Jika kita tidak cukup mengerti bahasa dokter yang membingungkan bertanyalah pada teman atau saudara yang mengerti. Saya punya cerita sendiri untuk hal ini * kisah jam 3 pagi di RS Halim*

Selama  sakit di rumah sakit, baiklah pada mbak suster disana. Jika ada buah-buahan dan kue kering, kasih sama mbak suster dan teman-temannya, pilih satu yang terbaik dan tanya namanya. Baiklah dengannya dan dia akan menjadikan kita pasien prioritasanya. Terbukti dan sangat membantu *sekali lagi pengalaman pribadi 10 hari dirawat di RS*

Memang tidak semua mbak suster tahu fungsi obat satu persatu apa yang diberikan baik suntikan atau peroral. Cobalah tanya nama merek dan bahan aktifnya. Jika management tidak memberikan datanya,tenang ada mbak suster yang baik hati,  pastilah ada rekam medik untuk setiap tindakan dan mbak suster pasti mencatatnya.

Waktu itu saya dirawat, saya bertanya mbak suster:  “Mbak saya dikasih obat apa? mbak  suster bilang tidak tahu tapi saya akan mencari tahu. Tidak lama mbak suster bilang rantin dan keto apa gitu.  Otak farmasis saya langsung tahu kalo ini ketoprofen 50mg injeksi dan H2 Bloker Ranitidin injeksi. Jika tidak tahu, bertanyalah dengan mbah Google yang baik hati.

Saya tahu bahwa Rumah Sakit  selain berfungsi sebagai tempat pelayanan pastinya pihak manjeman ingin pula ada keuntungan, sudah bukan rahasia lagi and that’s oke and nothing for free. Untuk itulah kita harus bertindak bijak, jika obat menimbulkan efek yang merugikan segelah bertanya pada dokter, kuncinya tidak maksa dan sedikit bersikap sok bodoh padahal pintar.

Cerita sedikit, tatkala tangan saya bengkak gendut sebelah karena suntikan yang menyakitkan (ketoprofen dan  ranitidin injeksi),  saya bertanya: “Mbak suster,  saya tidak sanggup lagi menerima suntikan ini, tubuh saya tidak kuat dan saya sudah tidak mengalami nyeri heba!”. Sedikit berunding alot karena pengobatan hanya bisa distop setelah mendapat persetujuan dokter dan akhirnya mbak suster memberikan nomor handphone sang dokter agar saya berbicara langsung padanya. Saya farmasis dan sedkit menjelaskan kerja kedua obat tersebut kepadanya dan dari hasil pengamatan saya, saya ingin agar injeksi tersebut tidak perlu diberikan lagi, dokterpun menjawab oke.

Jadi, gunakan hak sebagai pasien untuk bertanya. Itu adalah hak yang tidak bisa diganggu gugat, setiap pasien berhak bertanya atas setiap tindakan pengobatan yang diambil. Ingat, ada data rekam medik, tanya nomor handphone dokter, baik sama mbak suster.  Semoga sepulangnya dari rumah sakit tidak lagi membuat kita trauma dengan rumah sakit.