Deteksi Dini kanker Payudara – Spot It Yourself

Akhirnya setelah melalui perjalanan panjang, hari Rabu 21 November 2012 lalu, bertempat di kantor pusat Yayasan Kanker Indonesia didaerah Menteng, kami melakukan peluncuran Interactive Mobile Application yang pertama di Indonesia dan dunia untuk deteksi dini kanker payudara, dengan tagline “Spot It Yourself”. Videonya juga dapat lihat di Youtube disini

Acara dimulai dengan pemutaran video dan sharing pengalaman saya Rina Susanti pemenang The + project, Rob Flecther – Philips Indonesia, Prof. Nila Moeloek – Yayasan Kanker Indonesia, Aswindaru Rinenggo – Project Leader Healthcare. Gabungan antara ide, expertise, innovation dan founding menghasilkan kolaborasi yang indah untuk meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Thanks buat Philips,YKI, JWT, Fleishman DDB yang telah merealisasikan mimpi ini menjadi nyata.

Ide ini sudah lama ada sekitar  2010, lebih tepatnya saat saya menyadari ada benjolan dipayudara. Saat itu saya mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi yang tepat kemana saya harus berobat, dimana Rumah Sakit atau tempat untuk memeriksakan diri, bagaimana cara memeriksa yang benar, berapa biaya dipersiapkan, adakah tempat yang dapat memeriksakan deteksi dini dengan harga terjangkau, dll.

Saya berharap tidak ada lagi yang merasakan kebingungan sepert saya waktu itu. Kini, dengan adanya interactive mobile application ini maka semua masyarakat yang memiliki smart handphone (Android, Blackberry IOS, Symbian),  dapat segera mendownload aplikasi ini dan mendapatkan informasi dari sumber yang tepat dan  terpercaya. Selain itu dapat berkonsultasi langsung dengan dokter ahli dari YKI dan terjaga kerahasiannya.

Dibulan November 2012 ini baru handphone Android dan Blackberry touch series yang dapat mendowload aplikasi tersebut disini http://bit.ly/spotityourself. Untuk Symbian, OS Ipad dan Iphone segera menyusul dibulan Desember 2012. Ada banyak informasi didalamnya seperti bagaimana caranya SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), Kapan saat yang tepat memeriksa, apa bedanya tumor dan kanker, dan mash banyak lagi lainnya.

Project ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya deteksi dini terhadap kanker payudara di Indonesia. Saya bersyukur mengetahui sejak dini adanya benjolan dipayudara yang ternyata ada tumor jinak dan segera dioperasi. Kalau saya sampai terlambat maka biaya yang saya keluarkan akan semakin besar dan peluang kesembuhan lebih kecil. Bukan tidak mungkin kalo sampai terlambat tumor ini bisa menjadi kanker yang berbahaya. Untuk itu penting sekali untuk sebuah deteksi dini, Lebih Dini Lebih Baik.

Sampaikan pesan itu kepada semua perempuan baik teman, sahabat, teman kantor, keluarga, pacar, istri agar dapat mendownload aplikasi yang bermanfaat ini secara gratis. Bukan hanya perempuan saja karena laki-laki juga bisa  terkena kanker payudara meskipun jumlahnya sedikit.

Mari kita lebih peduli lagi terhadap tubuh ini dan tingkatkan kesadaran untuk selalu memeriksan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan pada saat 7-10 hari setelah menstruasi selesai. Periksakan karena Lebih Dini Lebih Baik. So, tunggu apa lagi! Spot it Yourself.

Press Conference : The + Project Winners Announcement

Jumat tanggal 9 Maret 2012 lalu bertempat di Ritz Carlton Hotel ruang Mutiara 17-18, Philips mengumumkan pemenang untuk The + Project. Rina Susanti dengan ide “Mendeteksi Dini kanker di Payudara” menjadi pemenang dari kategori akses kesehatan. Bunga Sirait dengan ide “Chef ke Kantin Sekolah” menjadi pememang dari kategori hidup sehat. Suhartanto Nugroho (berhalangan hadir) dengan ide “Menciptakan Taman Publik dan Halte yang Ramah Energi Listrik” menjadi pemenang dari kategori kota layak huni.

Semoga foto-foto dibawah ini bisa lebih banyak cerita mengenai kesuksesan acara tersebut. Kalo mau tahu lebih lengkap bisa dibaca di Ideaonline, di Kompas, di Areamagz, di Media Indonesia.

Satu lagi ya…

Mimpi itu akan segera terwujud dan terimakasih Philips telah membantu merealisasikannya.
Terimakasih untuk semua dukungan teman-teman.

Pengumuman Pemenang Utama dari Philips

Tadi malam saya dibangunkan oleh suara telpon dari adik, katanya tulisan saya dinyatakan sebagai salah satu pemenang utama dari Philips. Seolah tidak percaya maka saya menuju website Philips dan benar adanya. Puji syukur kepada Tuhan dan terimakasih untuk semua dukungannya.  Pengumumannya seperti ini:

Pengumuman Pemenang Utama
Dalam 8 minggu, kami  telah mengumpulkan lebih dari 600 ide untuk memperbaiki tingkat kesehatan dan kesejahteraan di Indonesia. Dan sekarang, 3 ide-ide inilah yang menjadi pemenang utamanya, temukan ide apa saja dan ikuti bagaimana Philips menjadikan ide ini kenyataan.

Akses Kesehatan
Mendeteksi Dini Benjolan di Payudara
By Rina Susanti

Mempermudah Akses Edukasi dan Deteksi Dini Untuk Kanker Payudara

Kanker payudara menjadi salah satu penyebab kematian wanita terbesar, dikarenakan keterlambatan deteksi dan pengobatan. Untuk menjawab tantangan dalam hal akses keunit pemeliharaan kesehatan dan berdasarkan pengalamannya sendiri dengan kanker (tumor) payudara, Rina Susanti, 31 tahun, memiliki ide jawara untuk mendirikan Pusat informasi yang menyediakan informasi bagi para wanita mengenai bagaimana melakukan pemeriksaan pada diri sendiri dan mendeteksi gejala-gejala kanker payudara.

Pusat tersebut kemudian dapat dengan tepat waktu mengarahkan para wanita tersebut ke tempat perawatan dan menyelamatkan nyawa mereka. Rina juga berharap Philips dapat menyediakan peralatan medis yang akan mengurangi biaya pemeriksaan kanker payudara sehingga menjadi lebih murah.

Berdasarkan ide ini, tim Philips bekerja sama dengan para pemangku kepentingan lainnya, akan menciptakan sebuah pusat informasi untuk wanita, dimana pengetahuan mengenai kanker payudara akan dengan mudah diberikan dan diakses oleh para wanita. Melalui program edukasi ini Philips bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai Kanker payudara, selain itu Philips juga akan berusaha menyediakan pemeriksan dini untuk Kanker payudara.

Ikuti terus perkembangan dari realisasi ide yang dapat meningkatkan kemudahn akses terhadap layanan kesehatan bagi wanita Indonesia dan silahkan berikan Saran, komentar dan dukungan anda. Sumber disini.

Sekali lagi, saya mau berterimakasih kepada semua teman-teman yang sudah mendukung.Saya hanya ingin berbagi dan berharap lebih banyak wanita yang bisa diselamatkan melalui program ini.

Terus dukung saya ya. Terimakasih

The “+” Project : Ide Untuk Akses Layanan Kesehatan

Saya merasa cukup beruntung karena selama ini banyak tinggal di daerah-daerah di Indonesia yang kaya warna. Sorong, sebuah kota kecil di ujung Barat Papua merupakan salah satu kota favorit yang pernah saya singgahi semasa kecil. Tempat yang indah ini menghadirkan kehidupan kota yang begitu kontras dengan sebagian daerahnya yang masih liar dan belum tersentuh teknologi maju. Salah satu hal yang saya ingat sewaktu tinggal disana adalah saat keluarga saya dikunjungi oleh sepasang suami istri yang sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka. Gambar diambil disini.

Kata Ibu saya, mereka ini adalah sepasang keluarga muda dari Pulau Jawa yang ingin membangun sebuah keluarga dengan menjadi transmigran. Tapi, seperti yang sudah kita ketahui, kehidupan sebagai transmigran memang berat. Untuk mencapai tempat tinggalnya, mereka butuh naik mobil selama berjam-jam sampai ke pinggiran Kabupaten Sorong. Akses terhadap fasilitas kesehatan disana juga sangat sulit. Jangankan rumah sakit, di tempat ini, bahkan Puskesmas saja tidak ada. Karena itulah, keluarga yang sedang menanti kelahiran anak mereka ini pun kemudian tinggal di rumah kami sampai bayinya lahir dan sudah cukup besar untuk pulang kembali ke daerah transmigrasi.

Bagi banyak orang-orang yang hidup di kota besar, tentu hal seperti ini tidak pernah menjadi sebuah masalah. Namun, bagi mereka yang tinggal di tempat-tempat terpencil yang tersebar di seluruh Indonesia, langkanya fasilitas kesehatan merupakan sesuatu yang sangat serius. Kondisi geografis Indonesia yang sangat beragam memang merupakan kendala besar yang menyebabkan ketidakmerataan akses layanan kesehatan di negara ini. Selain itu, belum tertatanya jaminan kesehatan untuk masyarakat, tingginya biaya pengobatan, dan rendahnya kemampuan untuk membayar biaya pengobatan membuat jalan menuju sehat makin sulit bagi mereka yang tidak punya banyak uang.

Ini membuat saya memikirkan nasib para warga Indonesia yang tinggal di daerah perbatasan, pegunungan, pulau-pulau kecil, pedesaan yang masih sangat sederhana, maupun wilayah pesisir miskin. Di daerah-daerah ini, tak jarang kita temukan minimnya infrastruktur vital seperti jalan raya dan listrik. Apa yang terjadi jika apabila orang-orang yang tinggal di daerah-daerah ini jatuh sakit? Bagaimana dengan para lansia yang sudah mulai sakit-sakitan? Apakah mereka mendapatkan hak untuk mendapat layanan kesehatan yang terjangkau meskipun sudah tidak bekerja lagi.

Apakah akses layanan kesehatan yang baik hanya tersedia bagi mereka yang tinggal di kota besar? Tidak juga. Dimanapun, penyediaan layanan kesehatan dapat menjadi tantangan tersendiri. Bahkan ketika sudah tinggal di kota besarpun, sering kali kita dihadapkan dengan tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Hal ini membuat pengobatan menjadi sangat terbatas dan tidak terjangkau bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Pemerintah dalam hal ini sudah membuat program-program yang memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah. Kita pasti tahu sudah pernah mendengar tentang beragamnya sistem jaminan sosial. Ada Jamsostek untuk tenaga kerja swasta, ASKES dan Taspen untuk Pegawai negeri, dan ASABRI untuk TNI/ Polri. Sementara itu, untuk masyarakat yang kurang mampu, ada JamKesMas dan JamKesDa. Apakah itu semua cukup? Lagi-lagi tidak. Tetap saja masih banyak masyarakat yang belum bisa memperoleh hak dasarnya terhadap layanan kesehatan yang dapat diakses. Karena itu, semoga saja janji pemerintah dengan adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) I dan II akan segera terealisasi.

Tapi, rasanya salah kalau kita berpikir bahwa pekerjaan rumah yang menumpuk seputar keterbatasan akses layanan kesehatan ini hanya merupakan masalah pemerintah. Semua kendala yang dihadapi oleh bangsa ini adalah pekerjaan rumah bersama dan bukan semata-mata tugas dan tanggung jawab dinas kesehatan, tenaga medis, dan Puskesmas. Semua orang sebenarnya dapat turut berpartisipasi untuk mendekatkan layanan kesehatan yang terjangkau pada semua penduduk Indonesia yang membutuhkan.

Sebagai warga negara kita juga dapat andil untuk membantu. Sebenarnya, hal-hal luar biasa terkadang hanya dimulai dengan sebuah gagasan atau ide yang sederhana. Sekarang, coba pikirkan apa yang dapat kita lakukan untuk membantu lebih banyak orang mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik. Misalnya, untuk daerah terpencil kita dapat menjangkau penduduk dengan mendirikan klinik terapung yang dilengkapi kapal ambulans berisi peralatan medis, obat-obatan, dan sarana komunikasi yang memadai untuk membantu daerah-daerah yang tidak tersentuh oleh puskesmas maupun puskesmas pembantu.


Apabila contoh tersebut terlalu sulit, kamu  bisa membantu dengan menyebarkan informasi kesehatan dan pengetahuan bagi desa-desa terpencil yang jauh dari akses layanan kesehatan. Punya ide untuk membuat perpustakaan sehat? Tentunya, masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap pengetahuan mendasar tentang kesehatan dapat sangat terbantu apabila buku-buku dan majalah tentang kesehatan tersedia di daerah mereka. Gambar diambil disini.

Bagi para ibu hamil, kita dapat membuat kalender edukasi dengan berbagai informasi kehamilan dan gambar-gambar yang dapat menambah wawasan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan, terutama terkait kesehatan ibu hamil dan bayinya. Ingin mensosialisikan tanaman berkhasiat asal Indonesia? Bantu ciptakan tradisi “Rumah Sehat” dengan penanaman TOGA ( tanaman obat untuk keluarga), pelestarian tanaman obat, serta mengedukasi masyarakat mengenai manfaat tanaman obat dan memanfaatkan lingkungan untuk meningkatkan kesehatan keluarga. Bahkan generasi muda pun dapat berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu di sekitar rumah, baik dengan menyediakan bantuan kesehatan atau pelatihan keahlian untuk P3K.

Saya yakin kita semua pasti memiliki sebuah ide-ide segar yang dapat digunakan untuk membantu lebih banyak orang agar dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik. Gagasan yang kamu punya pun tidak harus muluk-muluk. Siapa tahu saja, idemu yang sebenarnya sangat sederhana pada akhirnya dapat menimbulkan dampak positif yang luas.

Sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di Indonesia, Philips menggelar sebuah kompetisi yang disebut The “+” Project. Dalam kompetisi ini, siapapun dapat menyampaikan idenya untuk memaksimalkan akses layanan kesehatan di Indonesia. Di akhir program, mereka yang memiliki ide terbaik akan dibantu oleh Philips Indonesia untuk mewujudkan programnya. Jadi, kita tidak hanya dapat bicara, tapi juga dapat mewujudkan ide tersebut menjadi langkah nyata. Supaya lebih semangat, setiap minggunya Philips akan memberikan hadiah bagi ide terbaik. Tidak ada batasan dalam memasukkan ide. Setiap orang bebas berpartisipasi dan berkontribusi dalam mewujudkan akses layanan kesehatan yang lebih baik di Indonesia.

Kalau kamu tertarik untuk berkontribusi demi peningkatan akses layanan kesehatan yang lebih baik di Indonesia, kunjungi websitenya di http://philips.co.id/plus . Pilih tantangan yang kamu inginkan dan berikan ringkasan idenya, maksimal 1000 kata. Jika ada, materi pendukung berupa foto atau video bisa ditambahkan. Mekanisme kompetisi selengkapnya bisa dibaca disini atau langsung kesini untuk mengirimkan ide mengenai akses layanan kesehatan.

Jangan takut untuk menyatakan idemu meski itu sangat sederhana. Mulailah berkontribusi bagi bangsa meski hanya dimulai dari sebuah gagasan. Mari berbagi untuk sesama dan merealisasikan mimpi untuk Indonesia yang lebih sehat!