Gunakan Handphone Seperlunya

Nokia 8250

Sepertinya akan lebih banyak orang memilih untuk ketinggalan dompet daripada ketinggalan handphone. Katanya bisa mati gaya kalo sehari tanpa handphone, masa sih?. Handphone sudah seperti separuh hiduphehehe.

Tanpa memungkiri sayapun pernah berada dalam masa-masa dimana handphone memudahkan ngeblog, googling, surfing, games, membantu banyak pekerjaan hingga bergantung dan tak bisa berpaling darinya.

Kini saya menyudahinya, saya merasa handphone pintar membuat kita semakin bodoh, bergantung padanya dan anti sosial. Bukannya saya anti handphone tetapi menggunakan hanya seperlunya. Saya jarang sekali menggunakan handphone dihari sabtu minggu karena itu hari untuk keluarga. Dihari kerjapun saya hanya membuka email dan media sosial hanya saat jam istirahat (1 jam saja cukup). Setelah pulang kantor handphone hanya diletakan dimeja saja. Handphone berfungsi untuk telpon, sms, google maps (untuk cari jalan alternatif menghadapi kemacetan Jakarta) dan foto-foto.

Apakah itu sulit? iya pada awalnya tetapi sekarang saya menikmatinya. Kebahagiaan saya tidak berubah justru bertambah karena kualitas komunikasi  (melihat, menatap, bersentuhan) menjadi nyata. So mulai sekarang kurangilah kebergantungan kita pada handphone dan kembalikanlah fungsi handphone/ smartphone kepada fungsi sesungguhnya.

Kapan Pertama Punya Handphone?

Handphone sudah menjadi bagian hidup yang tidak terpisahkan. Dia selalu setia mendampingi setiap saat, dijalan, toilet, angkot, bahkan saat tidurpun dia hanya berjarak beberapa  sentimeter. Rasanya sulit sehari tanpanya.  Smart phone makes your  life  easier and sometimes get addicted hehehe.

Sekarang saya pengguna  smartphone meskipun agak boros batere. Saya tidak perlu lagi jadi Pendekar GPRS atau jadi fakir benwit. Kecerdasannya membuat saya lebih cepat menebar/membalas komentar,  membuat bahan posting dan segudang kenyamanan lainnya. Handphone sudah bermetamorfosa dari ukuran, harga,  fungsi/ fitur dan  sudah menyentuh semua segmen.  Siapa saja bisa punya HP dan tidak melulu dari kalangan orang berduit. Gambar diambil disini.

Wah, rasanya sungguh bertolak belakang dengan yang terjadi 10 tahun yang lalu dimana cuma segelintir orang yang punya dan harganya cukup mahal. Padahal kalo dipikir lucu juga handphone zaman jadul itu. Ukurannya  segede wadah air minum anak TK atau lebih besar dari remote teve, warnanya masih hitam putih, masih pake ringtone sederhana. Dulu Motorola masih berjaya dengan Motorola Dyna TAC.

Continue reading “Kapan Pertama Punya Handphone?”