Blackberry Bold dan Up Grade Status

Handphone sudah menjadi gaya hidup, bukan hanya sekedar untukĀ  menelpon dan SMS-an. Apalagi untuk handphone terbaru macam Blackberry Bold/ Onyx atau Iphone katanya sih bisa meng-upgrade sang pemilik, mulai dari rasa percaya diri, lebih gaul, status sosial. Tapi bener ga sih?

Bagaimana rasanya menggengam Blackberry Bold yang mahal itu? jujur diminggu pertama rasanya aneh, dilihatin orang dan ga terasa nyaman. Awalnya malah lebih sering ditaro didalam tas biar ga kelihatan *sok low profile*. Saya sih ga merasa dengan make BB saya kelihatan lebih gaul, tajir, metropolitan. Saya menggunakannya karena saya butuh untuk koneksi internet dan memudahkan pekerjaan. Gambar diambil disini.

Saya adalah saya dan tanpa itu semua saya tetaplah saya. Just the ordinary Rina šŸ˜€ šŸ˜€

Berani Terima Tantangan Ini?

Rasanya benar apa yang ditulisĀ  mas BR kalo generasi sekarang menjadi semakin bodoh. Berapa banyak dari kita jago ngitung pake otak. Saya sendiri merasa tenang karena ada kalkulator tapi kalo kalkulator rusak gimana? pusing ga bisa ngitung *pengalaman pribadi*

laptopMeski ekonomi sulit rasanya samaĀ  sulitnya denganĀ  melepas semua kenyamanan yang diberikan teknologi saat ini dan kita bahkan sangat tergantung padanya. Terkadang kita masih sering membeli unnecessary things dengan berbagai alasan, mumpungĀ  sale, diskon,dll. gambar diambil disini.

Jika kita memberi tantangan pada diri sendiri selama sehari, Menurutmu mana hal yang paling sulit untuk tidak dilakukan:
1. Tanpa koneksi internet
2. Tanpa komputer/laptop
3. Tanpa Handphone/ blackberry-an
4. Tanpa shopping
5. Tanpa membeli baju
6. Menonton televisi (maksimal 2 jam)
7. Tanpa pake tissue
8. Tanpa Video games/ PS
9. Tanpa Ipod
10. Tanpa pergi makan diluar/ ngemil

Saya sendiri masih sulit melepas ketergantungan dari internet dan pemakaian tissue hehehe. Kalo handphone sudah mulai berkurang *hore hore hore*. Tidak melakukan salah satu hal diatas selama sehari rasa amat sulit apalagi hidup dikota ini. Saya merasa saya jadi tergantung kepada mereka.

Jika saya mengurangi intensitas pemakaian handphone bukan karena saya ga punya uang untuk membeli handphone, pulsa dan koneksinya. Haruskah kita juga hidup dalam kesederhanaan meski sudah memiliki kemudahan hidup? semoga…