Sebelum Cahaya

ingatkan kau kepada embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya

ingatkan kau kepada angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta…

kalo inget lagu sebelum cahaya-letto, ada banyak sekali kenangan buat kami…

rasanya seperti baru kemarin, suapin pop mie rasa baso, makan roti kacang ama teh hangat di ruang Hemodialisa, naik taxi srimedali tiap senin kamis, nginep di ruang dirgantara, makan mie rebus pake telor malem-malem di kantin…

meski ia telah pergi jauh tapi kami tak perlu bersedih.
kami dapat mendoakannya setiap hari 🙂

KISAH MINUMAN BERENERGI

sebut saja namanya Anton (bukan nama sebenarnya), dia pria paling muda yang pernah saya temui di ruang hemodialisa dengan jumlah pasien 50 setiap shiftnya. Sudah berkeluarga dan usianya sekitar 25-an. jadwal hemodialisa/ cuci darahnya tiap senin dan kamis sore. saya selalu bertemu dengannya meski hanya tersenyum saat berpapasan.

Dari pasien lain saya tahu ia menderita gagal ginjal karena sejak muda terbiasa mengkonsumsi minuman berenergi dan merokok, makanan cepat saji. saya tidak tahu berapa banyak tapi sepertinya cukup banyak. rasanya sedih dengan usia muda harus berjuang menjalani proses cuci darah seminggu dua kali dengan jarum yang besar dan tidur terlentang pegal selama 4-5 jam. tapi tampaknya dia cukup tabah menghadapi itu semua. ikhlas menghadapi hidup.

this is true story kisah pasien yang cuci darah karena pola hidup yang tidak sehat. semua yang dikonsumsi secara berlebihan akan berdampak buruk seperti minuman berenergi, dll.

saya punya setumpuk minuman sachet berenergi sisa riset sederhana pengaruh binder dalam formula minuman berenergi. saya sampai hapal isi: taurine, inositol, ginseng, cafein, vitamin b komplek dan beberapa mineral mg, zinc.
isinya stimulan yang bisa bikin on terus. bagus buat yang kecapean, 5 L.

Jangan menyalahkan minumannya tapi bagaimana pola konsumsinya. jangan termakan iklan sesaat lebih baik kembali ke makanan sehat.

Terinspirasi dari tulisan di http://afatih.wordpress.com