Menjadi Pembicara Seminar Farmasi

Saya terkejut mendengar pertanyaan dari atasan saya: ” Rin, apakah kamu sudah lebih sehat?”. Jawaban saya tentunya sudah sehat hehehe. Saya kan sudah bisa berdiri sendiri meski belum sembuh banget, seperti yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu kalo T12 L1 tulang Punggung saya retak .

tulang-punggung1Sampai saat ini saya masih menggunakan bracket  (Penyangga Tulang belakang yang melindungi Thoracal – Lumbal) untuk beraktivitas sehari-hari. Agak susah sih mendeskripsikan bentuknya seperti apa.  Saya kasih gambarnya deh agar  tidak penasaran. *gambar diperankan model ganteng hehehe*

Lantas apa hubungannya dengan “menjadi Pembicara Seminar Farmasi?’

Sehubungan dengan diadakannya Rapat kerja Bidang Industri Gabungan Perusahaan Farmasi Jawa Timur tanggal 21 Februari 2009, maka akan diadakan seminar dan dalam hal ini saya akan menjadi pembicara yang mewakili perusahaan saya.*terkejut kok mendadak sekali diberitahu. 4 hari sebelum hari H*

Continue reading “Menjadi Pembicara Seminar Farmasi”

Nasional Single Window

Hari ini saya akan mengikuti seminar GP Farmasi di hotel Borobudur Jakarta. Tema yang diangkat adalah “Sinergi Industri Farmasi dan Pemasok Bahan Baku Farmasi Dalam Penerapam CPOB”.  Kalo isi materinya seperti terlalu berat untuk saya sharingkan hehehehe *batu kaleee*.

Pemerintah kita saat ini sedang membuat sebuah sistem baru yang namanya Nasinal Single Window, nantinya semua jalur masuknya bahan baku baik import maupun eksport hanya melewati satu pintu saja. Banyak kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan sistem ini.

Ada sisi positif dan negatif sejalan dengan akan berlakunya sistem ini. Efisiensi waktu, kepastian tanggal dan peningkatan daya saing bangsa ini sudah tentu jadi faktor yang mendukung.

Semoga proses Integrasi sistem antar instansi pemerintah (15 departemen) berjalan mulus. Silahkan berkunjung ke sini untuk melihat apa sih NSW itu.

Industri Farmasi Menyosong Pasar Bebas ASEAN

Hari Rabu kemarin saya menghadiri MUSDA X Gabungan Perusahaan Farmasi di hotel Borobudur Jakarta. Pembicaranya faisal Basri, Andi Malarangeng dan Tengku Badar. Seru caranya!. lagi-lagi saya yang paling cantik *narsis mode on# Soalnya saya paling muda sementara 220 orang yang hadir lainya adalah para GM dan bos besar, saya beruntung bisa nonggol disana dan tuker-tukeran kartu nama.

Ikan cucut lagi kepincut, lanjut…

Materi presentasinya berbobot. faisal Basri gitu loh!. Saya ingin mengarisbawahi mengenai ” Industri Farmasi Menyosong Pasar Bebas ASEAN”. Pak Faisal Basri menekankan agar kita jangan menjadi tamu di negaranya sendiri. Dengan data-data yang disuguhkan dalam “Domestic Pharmaceutical Business mengenai return on equity (%)” pasaran obat dari tahun ketahun dirajai oleh PMA. Sebut saja ditahun 2006, posisi atas ditempati Schering Plough Indonesia, Merck Indonesia, Bristol-Myers Sguibb Indonesia. Sementara perusahaan Indonesia menduduki posisi dibawahnya seperti Kalbe Farma, Indofarma, Kimia Farma. Semoga Industri farmasi bisa berbenah untuk menghadapi derasnya persaingan ini. Melihat data itu kok saya jadi pesimis.

Namun dari sudut pandang yang lain, pak Andi Malarangeng mengajak semua kalangan Industri farmasi untuk berpikir positif, meski sekarang harga obat generik turun namun omsetnya turun. Hal itu disebabkan oleh lemahnya daya beli masyarakat kita. Jika diambil dari data pendapatan masyarakat 2 dolar perhari berapa banyak yang miskin, apalagi jika dilihat dengan sumber data BPS, mungkin angkanya sedikit berbeda. Di Indonesia tingkat kesenjangan antara orang miskin dan orang kaya sangat tajam. yang kaya makin kaya sementara yang miskin makin miskin.

Bukan hanya industri farmasi yang harus berpikir positif, rakyat kita juga harus berpikir positif apalagi menjelang PEMILU. Kenapa? karena pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat. Rakyat kecil juga kebagian rejeki karena saat PEMILU banyak dana yang terkucur untuk belanja-belanja partai. Perekonomian meningkat, kalo tidak percaya lihat saja setiap ada tahun PEMILU ekonomi juga mengalami kenaikan.

Emang dasar pak JUBIR kita ini tukang ngomong, dalam kesempatan itu pula ia masih sempat untuk verifikasi beberapa gosip-gosip di parlemen. Sekarang ini banyak dewan menanyakan hak interpelasi kepada presiden. “Kenapa presiden ga pernah datang rapat dewan, apalagi PDI P teriak- teriak, wah Mereka lupa tuh, dulu waktu ibu Mega saat mendapati hal yang sama, ibu Mega juga ga datang dan malah ngirim Menkopolkam nya pak SBY” katanya. pernyataannya langsung di iringin suara tepuk tangan dari semua anggota MUSDA GP Farmasi.

So dalam menghadapai Pasar Bebas ASEAN semua pihak harus berbenah apalagi hal ini akan dimulai diawal tahun 2009. Berpikir positif untuk melihat masalah lebih jernih namun harus tetap waspada seperti yang dikatakan oleh pak Faisal Basri.