Tidak Jualan Obat : Kurus Aborsi Perkasa

Diblog saya ini, beberapa orang  atau bahkan banyak yang minta obat kurus, obat aborsi, obat perkasa pria bahkan penghilang silikon, dll. Saya mungkin sudah kaya raya kalo jualan obat begituan tetapi itu tidak sejalan dengan hati nurani, pembohongan publik dan visi misi dari blog tukangobatbersahaja[dot]com. Blog ini ada untuk membagikan ilmu pengetahuan seputar kesehatan dari kacamata seorang farmasis.

Saya jelasin satu persatu, pertama obat kurus atau pelangsing. Mereknya banyak banget baik dari bentuk tablet, kapsul, jamu, sachet, alat kesehatan, slimming tool. Sebenarnya lucu aja sih, semua hanya marketing tool untuk memberi mimpi.  Kalo pola makan dan pola hidup tidak berubah, mau makan obat apapun ga ada gunanya. Eek yoyo malah akan terjadi dan lebih gemuk.

Kedua adalah obat aborsi, Mereknya juga banyak, bahkan ada yang jualan terang terangan tetapi apakah itu aman? i tell you a big secret that is so dangerous! Jangan mau dibodohin pake obat aborsi. Memangnya masalahmu akan selesai setelah aborsi? tidak. Aborsi justru menimbulkan masalah baru karena keluarnya janin yang dipaksa dapat menimbulkan infeksi dan kerusakan rahim.  Masih ada cara terbaik selain menelan pil aborsi. Kalopun tidak terjadi infeksi dan penyakit lainnya, pikirkanlah rasa bersalah yang harus kamu alami seumur hidup. Itu semua ga sepadan.

Terkahir itu obat perkasa, biasanya sih banyak permintaan dari pria-pria yang kurang percaya diri dengan apa yang sudah dimililiki (ingin lebih besar, kuat, panjang). Banyak cara yang dilakukan seperti minum obat kuat dari kimia, obat tradisional, ektrak herbal dengan berbagai merek, sampai pake minyak untuk dioles, dipijat bahkan suntik silikon.

Saya telah mempelajari mendalam mengenai obat mempertahan ereksi ini, baik obat kimia maupun berbagai ekstrak dari tanaman. Yang menjadi kekhawatiran saya adalah efek samping lebih berbahaya dibanding kegunaannya. Gooling aja efek samping PDE5 Inhibitor seperti Sildenafil, Tadalafil. Apakah jenis tanaman ekstrak memberikan pengaruh signifikan? tidak, mereka cuma booster aja.  Yang paling bahaya kalo ikutan disuntik silikon, wah bahaya banget, ga ada pil yang bisa menyedot silikon keluar. Prihatin.

So mulai dari sekarang lebih cintai dirimu sendiri, tidak perlu pake obat-obatan untuk terlihat kurus. Pacaranlah yang sehat, no free sex maka hidupmu aman. Terakahir tubuh yang sudah dari Tuhan disayangi dan jangan dirusak.

So jangan tanya lagi obat-obatan itu karena saya tidak akan menanggapi.  Terimakasih

 

Ask Pharmacist: Fungsi Seorang Farmasis/ Apoteker

Mbak Rina, pertama saya ucapkan selamat & sukses atas blognya yang ramai dibaca orang. Kedua, maafkan jika saya agak lancang berkomentar. Membaca profilnya, mbak Rina ini seorang lulusan pendidikan tinggi farmasi dan bukan lulusan pendidikan tinggi kedokteran.

Menurut saya, seharusnya mbak Rina tidak memberikan opini atas terapi pengobatan yang harus dilakukan seseorang atas suatu penyakit, karena itu jelas bukan wewenang mbak Rina. Akan jauh lebih baik jika mbak Rina membantu masyarakat mengenali berbagai macam jenis obat yang mereka terima dari dokternya, berikut dengan kandungan obat-obatannya, dan mungkin efek samping jangka pendek dan jangka panjangnya.

Bukannya saya tidak menghargai upaya mbak Rina atau meremehkan Anda. Saya yakin mbak Rina mampu berpikir sedikit lebih jauh – dampak buruk, belum tentu muncul dalam waktu cepat. Sekali lagi, maaf karena komentar saya lancang. Terima kasih & sukses selalu.

Dengan kerendahan hati saya menerima setiap  kritikan dan mohon maaf kalo ada yang merasa dirugikan. Memang tidak mudah mengelola blog selama 4 tahun ini dan tentunya tidak lepas dari banyaknya masukan, saran, komentar, pujian, cacian dan kritikan yang diarahkan kepada saya.

Izinkan saya untuk meluruskan beberapa hal terkait dengan saya sebagai  seorang Apoteker/ Farmasis. Mungkin tidak banyak yang tahu apa sih profesi Apoteker, sebenarnya pekerjaan kami bukan hanya seperti mbak manis yang ada di Apotek untuk memberikan obat kepada pasien disertai informasi aturan pakai dan cara minum obatnya. Ilmu dan kompentensi kami lebih dari itu.

Memang  masih ada kesimpangsiuran dimana posisi Farmasis/ Apoteker, saya pribadipun baru tahu ketika kuliah di bidang Farmasi.  Semua orang awam hanya tahu farmasi itu tentang obat, dosis, efek samping, aturan pakai, meracik obat. Dalam literatur  asal mula farmasi akhirnya disimpulkan bahwa kompetensi farmasi adalah patient oriented untuk pelayanan Pharmaceutical Care. Apa sih Pharmaceutical care?

Pharmaceutical care adalah paradigma baru pelayanan kefarmasian yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan (health care) dan bertujuan untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional, aman, dan efisien demi mencapai peningkatan kualitas hidup manusia.

Tujuan dari pelayanan Pharmacutical Care adalah menyembuhkan penyakit, mengurangi gejala penyakit, menahan penyebaran/memperlambat proses penyakit, mencegah penyakit/penyebab penyakit, Dispensing pharmacy. Peranan profesi farmasi dalam melaksanakan Pharmaceutical Care yaitu mengidentifikasi, mencegah, memecahkan Drug Related Problem (DRP). Jadi sangat dimungkinkan jika Seorang Farmasis/ Apoteker memberikan opini atas suatu terapi pengobatan.

DRP adalah masalah-masalah  yang timbul karena penggunaan suatu obat. Jika terlalu sulit dimengerti, contoh mudahnya seperti ini:  Si Amir sakit A diberi obat B padahal saya tahu obat tersebut tidak rasional dan tidak aman, haruskah saya diam? tidak, sebagai farmasis saya  berkewajiban untuk memberitahukannya dan bila perlu menggantinya*beneran terjadi, untung belum terlambat*

Selain itu, misalnya sakit nyeri punggung dan dikasih obat sama dokter NSAID kok didalamnya ada Ranitidine padahal itu kan buat obat maag. Kenapa? Farmsis sangat tahu jawabannya. Satu lagi deh, misalnya seorang Bapak menderita sakit jantung dan mendapat obat Captopril.  Saya juga dapat menginformasikan bahwa sebaiknya disertakan obat antitussive untuk meredakan batuk kering yang dapat saja muncul karena penggunaan Captopril. Gambar diambil disini.

Akhirnya saya ingin menghimbau, berikanlah ruang untuk Farmasis/ Apoteker maju dan mengabdi lebih untuk melayani masyarakat dengan kompetensi yang kami miliki. Kehadiran Farmasis/ Apoteker bukan untuk menggeser profesi lain tetapi bekerjasama sebagai rekan yang sejawat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Just ask your Pharmacist!.

MICROSOFT BLOGGERSHIP 2011: Menyehatkan Bangsa, Menyelamatkan Nyawa Manusia

Teknologi komunikasi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari saat ini. Di waktu pagi, kita mengawali hari dengan dibangunkan oleh alarm handphone. Setelah sarapan pagi, kita menyalakan televisi untuk menonton acara berita. Di kantor, kita menyalakan laptop atau komputer dan untuk berselancar dan menyapa teman di dunia maya.  Saat ini, teknologi bahkan sudah menjadi kebutuhan dasar manusia modern selain sandang, pangan dan papan.

Melalui kemunculan teknologi komunikasi, muncul kebutuhan baru untuk selalu memperoleh informasi. Saat kita berselancar di dunia maya, menelusuri garis waktu di Twitter, dan membaca status terbaru teman-teman dekat di Facebook atau jaringan sosial lainnya, kita menyerap informasi dengan begitu cepat. Tapi, bila dulu kita lebih banyak mencari tahu tentang informasi terbaru, saat ini informasilah yang menyerbu kita dengan derasnya.

Tentu saja, terobosan teknologi dalam bidang komunikasi ini membawa berbagai dampak positif dan negatif. Kampanye untuk menutup akses terhadap pornografi dan gerakan-gerakan seperti Internet Sehat menunjukkan bahwa ada sisi gelap dari teknologi yang perlu diperangi bersama. Mengenai segi positifnya, tentu tidak kalah berlimpah.

Dua tahun lalu, saya memutuskan bahwa internet merupakan tempat yang paling tepat bagi saya untuk berbagi. Sejak menjadi mahasiswa di sebuah fakultas farmasi di Jakarta, saya telah memiliki mimpi. Dosen kuliah Perapotekan saya dulu berpesan, ia berharap agar para lulusan farmasi mampu melaksanakan pelayanan Pharmaceutical Care kepada masyarakat. Farmasis atau apoteker posisinya setara dengan profesi di bidang kesehatan lainnya, jadi tidak salah kalau mereka juga turut berbagi informasi tentang kesehatan.

Continue reading

300.000: Siapa Pembaca Blog Ini?

Pagi ini total views statistik hampir menyentuh angka 300.000-an. Menurut saya ini prestasi yang baik untuk seorang blogger yang jarang blogwalking, tidak pake teknik SEO, jarang  menebar komen, tidak punya banyak back-link, saya bahkan baru sekarang menampilkan siapa saya.

Ini jadi suatu bukti bahwa betapa masyarakat kita sudah mulai peduli kesehatan. Mencari tahu sendiri mengenai informasi kesehatan dan obat, apalagi kalo mereka tahu bahwa pemiliknya adalah tenaga kesehatan.  Wah,  makin banyak pertanyaanlah yang saya terima untuk konsutasi.

Saya bahkan tidak tahu mereka siapa, darimana asalnya, bagaimana tahu blog ini, tahu-tahu ada komentar/pertanyaan di inbox email saya. Sedikit sekali yang saya kenal secara pribadi (bisa dihitung dengan jari). Saya jadi penasaran, siapa sih pembaca blog ini?

Kemungkinan  search dari Google, pembaca setia RSS, silence reader, tahu saya ini Farmasis/ Apoteker, nyasar kesini hehehe. Kamu termasuk yang mana? Please tell me. Thank you.

Pilih Mana Dokter Atau Farmasis?

Saat ini dengan melimpahnya informasi obat dan kesehatan, kita dapat memilih sendiri semua informasi tersebut. Namun terkadang ada saja informasi yang keliru, mitos yang salah, dll. Kepada siapakah kita dapat bertanya mengenai sumber informasi obat yang terpercaya?

Jawabannya terserah anda, mungkin ada yang mencari sendiri, tanya tetangga, tanya dokter, tanya temen, dll. Saya pribadi kalo disuruh memilih lebih memilih bertanya kepada farmasis. Maaf para dokter jangan marah… kalo saya tulisnya farmasis.

Memang profesi farmasis atau apoteker masih dipandang sebelah mata atau tidak populer ditelinga masyarakat. Tidak ada yang tau susahnya jadi farmasis. Kurangnya sosialisasi ke masyarakat menyebabkan farmasis hanya bekerja dibelakang layar dan hanya bekerja dalam alur distrusi obat. Padahal secara jalur akademik seorang farmasis mengerti obat sampai hal yang mendetail, mulai dari sintesis, formulasi, pembuatan, sampai distribusi obat.

Umumnya masyarakat hanya tau siapa sih farmasis atau apoteker? ituloh, mbak yang jaga di apotek yang namanya mejeng didepan pintu masuk. Padahal jika seseorang akan dikatakan sebagai seorang apoteker, diaharuslah lulus sarjana farmasi dan kemudian mengambil program profesi apoteker utuk melengakapi kompetensinya.

di luar sana banyak informasi tentang kesehatan, dan banyak pula yang menyesatkan. jangan tinggal diam. sudah saatnya yang merasa sebagai anak farmasi angkat bicara. jangan malu menunjukkan kemampuan diri. mana pharmaceutical care untuk masyarakat.

saya ingin farmasis punya peran dalam keluarga juga masyarakat. jadikan kita (para farmasis) sejajar dengan rekan sejawat tenaga kesehatan lain.

Akhirnya saya ingin mengarisbawahi bahwa kita sesama tenaga kesehatan adalah rekan sejawat, mari kita hidup dalam harmoni yang sehat. melakukan tugasnya masing-masing sesuai pada porsinya.

FARMASI SATU…

BUSINESS ART WITH MARIO TEGUH

Saya sangat mengidolakan yang satu ini, beliau adalah Bapak Mario Teguh. Setiap kamis malam saya selalu di depan televisi buat nonton acara yang sangat memotivasi diri dan mencerahkan. setelah acara selesai saya masih merenungkan kata-katanya. luar biasa.

Tanpa disangka pak Mario mengundang saya untuk hadir dalam acaranya besok. rasanya seneng banget dan merupakan kehormatan buat saya. so buat yang ngefans banget atau yang pengen tau acaranya seperti apa, jangan lupa kamis malam jam 21.00-22.00 di O’ CHANNEL dengan tema WARRIOR CULTURE.

Nonton ya pokoknya acaranya keren abis, kalo pengen tahu tampang saya seperti apa, apa seperti tukang obat sungguhan, pantengin TV nya.
Salam super
Tukang obat bersahaja