Mengobati Maag Akibat Helicobater Pylori

Minggu ini saya banyak menerima konsultasi sakit maag, tidak ada salahnya saya sharing disini agar bisa menjadi pengetahuan bersama mengenai pengobatan sakit maag akibat bakteri Helicobacter Pylori. Gambar diambil disini

Saya telah merasakan sakit seperti masuk angin, sakitnya bertambah parah sampai perut saya (kuadran kanan atas) terasa sperti terbakar hebat.  Saya sudah ke Sp.PD KGEH, melakukan endoskopi dan biopsi mucosa gaster, hasilnya adalah terjadi esophagitis dan gastritis chronic mucosa antrum dengan temuan positif Helicobacter Pylori.

Segera setelah itu saya menjalani terapi eradikasi ( 2 minggu dengan lanzoprazole 2x sehari, chlarithromycin dan amoxicillin). So far sudah banyak perubahan, sensasi panas itu sudah banyak berkurang dan berubah menjadi rasa hangat atau nyeri yang masih muncul pada waktu sore hari ( jujur saya masih ketakutan dengan “rasa” ini dan takut kambuh).

Setelah kontrol terakhir pasca eradikasi dokter mengatakan akan butuh proses untuk sembuh total yang terpenting adalah menjaga keteraturan makan dan kemudian saya diresepkan untuk menghabiskan resep lanzoprazole hingga beberapa minggu mendatang.

Yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Apakah eradikasi bisa efektif apabila kedua antibiotik tersebut saya konsumsi dengan cara digerus (karena sewaktu menjalani eradikasi tsb, saya juga sedang dalam proses penyembuhan dari operasi amandel, sehingga tidak bisa meminum obat bentuk kablet) ?

2. Apakah  proses penyembuhan gastritis kronis berjalan lambat? karena dari beberapa teman dan kerabat yang mengalami masalah serupa proses penyembuhannya beragam, ada yang tiga bulan sembuh namun ada juga yg sampai dua tahun ?
Mohon pencerahannya mbak, atas jawaban yang diberikan saya mengucapkan terimakasih.

Sakit maag itu sangat beragam pengobatannya, mulai dari pengobatan dengan antacid, proton pump inhibitor, H2 antagonis, prostaglandin E, Mucosa protecta, antibiotik bahkan diberikan obat penenang.

Khusus untuk mengobati H. Plylori umumnya dengan kombinasi :

The standard first-line therapy is a one week “triple therapy” consisting of proton pump inhibitors such as omeprazole, lansoprazole and the antibiotics clarithromycin and amoxicillin.

Lamanya pengobatan tersebut disesuaikan dengan tingkat sakit yang diderita oleh pasien. Beberapa memang sudah dapat sembuh dalam 2-4 minggu pengobatan normal namun juga ada yang sampai 6-8 minggu bahkan lebih. Hal itu bertujuan untuk memastikan bakteri Helicobacter pylori benar sudah hilang dan mencegah tidak kambuh lagi. Minumlah obat sesuai dengan yang ditentukan oleh dokter. Setelah obat habis sebaiknya konsultasikan lagi ke dokter apakah perlu dilanjutkan lagi pengobatannya atau sudah cukup.

Selain itu khusus untuk obat proton pump inhibitor ( Lansoprazole, Omeprazole, pantoprazole) bentuk bahan aktifnya seperti pellet atau granul kecil. Pastinya pernah lihat kapsul didalamnya ada bulet-bulet kecil. Adanya juga bentuknya tablet keras yang disebut enteric coated. Obat ini tidak boleh digerus atau dikunyah karena obat ini tahan terhadap asam lambung yang kuat dan baru akan pecah dan bekerja di usus.

Sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut dan setelah sembuh harus dijaga pola makannya dengan benar agar tidak kambuh lagi. Semoga cepat sembuh.

Cerita Coating Tablet

Semua pasti ingat “pil biru”  Viagra, warnanya biru cerah dan ada tulisan pfizer. Atau obat Zantac yang berwarna kuning agak pucat dengan tulisan Glaxo 300. Pernah ga kepikiran, kenapa obatnya warna-warni? kenapa ada rasa manis dan ada yang  keras banget sampai ga bisa dipotek *patah jadi dua*. Semua itu bisa terjadi karena teknologi coating tablet. Saya malah harus pergi ke Shanghai seminggu hanya untuk belajar coating hehehe.

Memang coating ada berapa cara sih? ada 3

1. Coating Salut Gula.
Pernah minum obat saat ditelan rasanya manis? itu karena obat yang pahit sudah dicoating dengan salut gula sehingga rasa pahit berkurang atau tertutupi. Gulanya bukan gula jawa tapi gula khusus, biasanya coating ini untuk tablet anak-anak.

coating2. Coating film
Kalo yang ini yang paling banyak dipakai. Gunanya untuk mempercantik tablet, biar tablet tetap stabil, dan warnanya macam-macam seperti pelangi. Bahan obat yang warnanya tidak menarik seperti ektrak herbal atau warnannya yang blurek bisa tertutupi. Tidak semua obat perlu dicoating ada yang tetap memperlihatkan bentuk warna aslinya, atau diberi warna pada saat sebelum pencetakan tablet.

3. Enteric Coating
Untuk obat tertentu terkadang penyerapan yang paling bagus buka di lambug tapi diusus halus, seperti Zantac (ranitidine 300mg). Obat ini harus diserap di usus halus, untuk itu tablet perlu dicoating untuk tahan menghadapi asam lambung sehingga setelah sampai di usus halus obat baru dilepas perlahan-lahan. Teknologinya canggih, nama kerennya sustained release, lepas lambat

Oke, sekarang sudah tahu toh bahwa tidak semua obat boleh dipatah jadi dua atau digerus pake sendok. Perhatikan petunjuk pemakaian.