Meet Pharmacist 1: Rina Susanti, Apoteker Pemilik Tukangobatbersahaja

Selama ini masyarakat umum hanya tahu kalo Apoteker adalah orang yang bekerja di Apotek untuk melayani resep obat. Padahal kami sebagai Apoteker memiliki kompetensi yang sangat beragam. Farmasis/ Apoteker dapat bekerja dengan kompetensinya di dibidang industri farmasi (dalam negeri atau luar negeri), industri obat herbal, ditribusi/ PBF, apotek, rumah sakit, klinik, kosmetik,  toko obat, dan masih banyak lagi. Untuk itulah, saya membuat sebuah gerakan “Meet Pharmacist” yaitu bertemu dengan 100 orang Tokoh Farmasi agar masyarakat umum dapat tahu apa yang menjadi kompetensi dan spesialisasi kami. Untuk tokoh farmasi yang pertama, saya akan jelaskan diri saya sendiri.

Rina Susanti adalah seorang Apoteker lulusan Universitas Pancasila, yang telah mengawali karir kefarmasiannya sejak tahun 2005 dengan kompetensi di bidang Distribusi / PBF (Pedang Besar Farmasi) untuk bahan baku obat, baik itu raw material untuk API (Active Pharmaceutical Ingredients), Extracts dan Exipients.

Jangkauan distribusi obat ini amat luas, penjelasan singkatnya begini, misalnya, untuk satu buah tablet Promag yang kita minum, memiliki liku yang sangat panjang yang diawali dari kami selaku Distribusi/ PBF menawarkan bahan baku ke Pabrik Farmasi misalnya untuk “Promaag” ke perusahaan Kalbe Farma, untuk menawarkan bahan baku “Simethicone” untuk tablet obat maag. Distribusi lain juga menawarkan produk lain seperti Hidrotalsit, Magnesium hidroksida, dan juga bahan tambahan (seperti binder, disintegrants, stabilizer, thickener, dissolution enhancers, ), dll, sehingga terciptalah sebuah formula obat Promaag.

Distribusi/ PBF adalah penghubung antara pabrik pembuat bahan baku dan pabrik pembuat obat, sehingga saya selalu mengetahui terlelih dahulu produk apa saja yang sedang trend, teknik terbaru dari sebuah produk, konsultasi dan reformula yang tepat untuk sebuah obat dengan penambahan bahan tambahan (Exipients).

Apa sih yang menjadi Kompetensimu di Distribusi/ PBF ini?
Setiap Distribusi memiliki beberapa principal (pabrikan bahan baku) untuk dipelajari, dikembangkan dan dipromosiakan namun yang hal paling spesifik yang saya pelajari adalah “silicone specialist” untuk industri Farmasi, food, personal care dan bahkan industrial grade. Hal itulah juga yang membuat saya memulai ketertarikan saya di dunia menulis karena saya bisa men-sharingkan apa yang saya ketahui sehingga di bulan April 2008 saya mulai menulis di tukangobatbersahaja.com. Sebuah Quote dari Thomas Jefferson, menggugah hati saya, lakukan apa yang belum pernah kau lakukan  :

If you want something you’ve never had
You must be willing to do something you’ve never done
-Thomas Jefferson-

Ditahun ini, tepat 10 tahun saya berkiprah menulis di tukangobatbersahaja.com dengan semua suka dukanya. Beberapa prestasi pernah saya torehkan ini, salah satunya adalah sebagai pememang “The + project by Philips” kategori Access to Healthcare untuk Early Detection for Breast Cancer. Tercatat sampai bulan Agustus 2018 ini, Viewers Tukangobatbersahaja sudah 6.2 juta. Semoga sebagai Apoteker yang aktif menulis dan berbagi saya juga tetap selalu bermanfaat untuk sesama yang membutuhkan akan informasi farmasi dan kesehatan.

Inget Sumpah Apoteker

Belum lama ini saya lagi diskusi sama teman saya yang baru lulus Apoteker. Dia bercerita bagaimana prosesi sumpah Apoteker.  Meskipun kita farmasis/ apoteker yang beda zaman namun sumpah profesi apoteker masih sama, bedanya hanya dress code aja kalo dulu saya hanya pake kebaya sekarang sudah pake jas Apoteker. Sumpah Apotekernya masih sama, sebagai berikut :

Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan prikemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan. Saya akan merahasiakan segala yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai apoteker. Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kefarmasian saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan.

 

Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian, dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan berikhtiar dengan sungguh- sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau kedudukan sosial. Saya ikrarkan janji ini dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh keinsyafan.
 

Selamat untuk apoteker yang baru, yang baru aja dapet kerjaan baru baik itu di Apotek, rumah sakit, industri farmasi, distribusi farmasi, dll.

Just ask your pharmacist

Instagram Tukangobatbersahaja

tukangobatbersahaja

What do to next? kalimat dasyat ini sukses membuat saya kurang tidur sampai berhari-hari. Akan dibawa kemana rumah tukangobatbersahaja ini yang telah mengantarkan saya hampir mencapai viewer 6 juta. Apa mau begini terus? saya membongkar cita-cita lama saya yang pernah terpending, seperti ingin punya (dot com), membuat youtube channel, meet and greet, membuat instagram, membuat buku, obat/ supplemen sendiri, dunia farmasis, dll. Ternyata baru satu tercapai yaitu punya domain sendiri berbayar hehehe.

Tahun ini saya meyakinkan diri saya bahwa semua mimpi itu bisa dicapai asal kita mau dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Meski saya sendiri termasuk orang yang suka dibelakang layar, tapi kalo mau dikenal ya harus berani tampil. kalo takut terus kapan majunya… untuk itulah dimulai dari langkah maju pertama saya membuat akun instagram @tukangobatbersahaja

Welcome  Instagram Tukangobatbersahaja
Follow instagram saya ya, dijamin wajah saya akan lebih sering nongol dan lebih banyak cerita tentang farmasi, kesehatan dan healthy life.

 

 

5 juta Hits Untuk Tukangobatbersahaja.com

Dr Ulfana Said Umar

Hari ini baru menyadari kalo blog ini sudah punya total hits/ visitors sebanyak 5 juta. Banyak yang sudah saya lalui dalam suka dan duka, apalagi sekarang ini saya sering banget bolak balik RSCM. Ada banyak sekali cerita yang ingin saya share, ditunggu saja update postingan selanjutnya. Semoga lebih banyak lagi manfaat yang bisa diberikan.

Semangat terus untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Salam

Rina Susanti, Apt

Ask Pharmacist: Fungsi Seorang Farmasis/ Apoteker

Mbak Rina, pertama saya ucapkan selamat & sukses atas blognya yang ramai dibaca orang. Kedua, maafkan jika saya agak lancang berkomentar. Membaca profilnya, mbak Rina ini seorang lulusan pendidikan tinggi farmasi dan bukan lulusan pendidikan tinggi kedokteran.

Menurut saya, seharusnya mbak Rina tidak memberikan opini atas terapi pengobatan yang harus dilakukan seseorang atas suatu penyakit, karena itu jelas bukan wewenang mbak Rina. Akan jauh lebih baik jika mbak Rina membantu masyarakat mengenali berbagai macam jenis obat yang mereka terima dari dokternya, berikut dengan kandungan obat-obatannya, dan mungkin efek samping jangka pendek dan jangka panjangnya.

Bukannya saya tidak menghargai upaya mbak Rina atau meremehkan Anda. Saya yakin mbak Rina mampu berpikir sedikit lebih jauh – dampak buruk, belum tentu muncul dalam waktu cepat. Sekali lagi, maaf karena komentar saya lancang. Terima kasih & sukses selalu.

Dengan kerendahan hati saya menerima setiap  kritikan dan mohon maaf kalo ada yang merasa dirugikan. Memang tidak mudah mengelola blog selama 4 tahun ini dan tentunya tidak lepas dari banyaknya masukan, saran, komentar, pujian, cacian dan kritikan yang diarahkan kepada saya.

Izinkan saya untuk meluruskan beberapa hal terkait dengan saya sebagai  seorang Apoteker/ Farmasis. Mungkin tidak banyak yang tahu apa sih profesi Apoteker, sebenarnya pekerjaan kami bukan hanya seperti mbak manis yang ada di Apotek untuk memberikan obat kepada pasien disertai informasi aturan pakai dan cara minum obatnya. Ilmu dan kompentensi kami lebih dari itu.

Memang  masih ada kesimpangsiuran dimana posisi Farmasis/ Apoteker, saya pribadipun baru tahu ketika kuliah di bidang Farmasi.  Semua orang awam hanya tahu farmasi itu tentang obat, dosis, efek samping, aturan pakai, meracik obat. Dalam literatur  asal mula farmasi akhirnya disimpulkan bahwa kompetensi farmasi adalah patient oriented untuk pelayanan Pharmaceutical Care. Apa sih Pharmaceutical care?

Pharmaceutical care adalah paradigma baru pelayanan kefarmasian yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan (health care) dan bertujuan untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional, aman, dan efisien demi mencapai peningkatan kualitas hidup manusia.

Tujuan dari pelayanan Pharmacutical Care adalah menyembuhkan penyakit, mengurangi gejala penyakit, menahan penyebaran/memperlambat proses penyakit, mencegah penyakit/penyebab penyakit, Dispensing pharmacy. Peranan profesi farmasi dalam melaksanakan Pharmaceutical Care yaitu mengidentifikasi, mencegah, memecahkan Drug Related Problem (DRP). Jadi sangat dimungkinkan jika Seorang Farmasis/ Apoteker memberikan opini atas suatu terapi pengobatan.

DRP adalah masalah-masalah  yang timbul karena penggunaan suatu obat. Jika terlalu sulit dimengerti, contoh mudahnya seperti ini:  Si Amir sakit A diberi obat B padahal saya tahu obat tersebut tidak rasional dan tidak aman, haruskah saya diam? tidak, sebagai farmasis saya  berkewajiban untuk memberitahukannya dan bila perlu menggantinya*beneran terjadi, untung belum terlambat*

Selain itu, misalnya sakit nyeri punggung dan dikasih obat sama dokter NSAID kok didalamnya ada Ranitidine padahal itu kan buat obat maag. Kenapa? Farmsis sangat tahu jawabannya. Satu lagi deh, misalnya seorang Bapak menderita sakit jantung dan mendapat obat Captopril.  Saya juga dapat menginformasikan bahwa sebaiknya disertakan obat antitussive untuk meredakan batuk kering yang dapat saja muncul karena penggunaan Captopril. Gambar diambil disini.

Akhirnya saya ingin menghimbau, berikanlah ruang untuk Farmasis/ Apoteker maju dan mengabdi lebih untuk melayani masyarakat dengan kompetensi yang kami miliki. Kehadiran Farmasis/ Apoteker bukan untuk menggeser profesi lain tetapi bekerjasama sebagai rekan yang sejawat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Just ask your Pharmacist!.

Lamaran Pekerjaan untuk Farmasis/ Apoteker

salam kenal yaaa. Aku mahasiswa farmasi semester 5. Aku masih belum punya banyak ilmu tentang farmasi dan juga gag punya orang2 deket yang ada di lingkungan farmasi. Aku mau tanya sebenarnya lulusan farmasi itu peluang kerjanya dimana aja mbak?? yang aku tau kebanyakan di apotek, industri ma rumah sakit mbak. Intinya aku pengen tau dunia farmasi itu kayak apa. makasii ya. Anna

Sayapun pernah merasakan hal seperti ini setelah saya lulus, saya mau kerja dimana?. Apakah Apoteker/ farmasis hanya kerja di Apotek atau Rumah Sakit? jawabannya tentu saja tidak. Ladang pekerjaan farmasis sedemikian besar.

Yang paling dicari setelah lulus apoteker bukan hanya nlai IPK tinggi tapi punya skill seperti mengusai komputer, pengalaman organisasi, menguasai bahasa inggris, mandarin, berpenampilan menarik, dll. Kenali diri sendiri apakah kamu orang yang suka bekerja dibelakang meja atau orang lapangan.

Lalu, lamaran kerja saya bisa di-apply ke perusahaan apa saja?

Continue reading “Lamaran Pekerjaan untuk Farmasis/ Apoteker”