Cara Sembuh Dari Stroke

SEMBUH DARI STROKESiapa bilang sakit stroke tidak bisa disembuhkan? buktinya ibu saya bisa sembuh total dari sakit stroke. Penyakit stroke memang adalah salah satu penyakit kritis yang banyak terjadi di Indonesia. Dalam pengobatannya yang terpenting adalah cepat dalam penanganan dan tepat terapi yang dilakukan.

Seperti pada kasus ibu saya, ketika sakit stroke yang menyebabkan tubuh sebelah kirinya tidak dapat berfungsi dengan normal maka kita perlu melakukan penanganan lebih lanjut dengan : pengobatan medis untuk obat stroke, terapi akupuntur yang tepat, rehabilitasi medik membuat kemampuan motoriknya dapat meningkat dengan baik.

Selain itu juga diperlukan nutrisi yang tepat untuk menyeimbangkan nutrisi tubuhnya. Tentu ketika sakit, nutrisi kita perlu menyeimbangkan baik kebutuhan nutrisi vitamin, mineral dan antioksidan. Selain itu pola hidup sehat juga sangat berpengaruh untuk mempercepat kesembuhan. Sebagai farmasis/ apoteker, saya ingin kita semua menyadari pentingnya menutrisi tubuh kita agar seimbang. Jadi ga cukup kalo hanya karbohidrat, protein, lemak dan air saja yang diperlukan tubuh, kebutuhan nutrisi vitamin dan mineral juga harus dicukupkan sesuai recommended daily allowance (RDA).

Nutritional Supplements - Lyle MacwilliamNutrisi yang saya rekomendasikan tidak disponsori oleh pihak manapun dan itu adalah berasal dari pengalaman pribadi dan juga rekomendasi dari buku Nutritional Supplements yang dapat teman-teman baca dan beli di amazon. Semua hasil risetnya bukunya berasal dari penelitian scientific yang dilakukan oleh pihak ketiga (third party).

Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Ayo kita hidup sehat dan mapan secara finansial.

Kangen Kampus | Apoteker – Arsitek Universitas Pancasila

Kangen Kampus Universitas Pancasila

Kerinduan melihat kampus akhirnya terobati. Hari ini saya mengenang kembali suasana kampus yang dulu. Secara kebetulan saya bertemu dengan Setiawan Liu, seorang arsitek yang sama alumni dari Universitas Pancasila.

Kami sama-sama mengenang kembali saat-saat masih berkuliah disana. Mulai dari gerbang masuk, gedung kampus yang sudah lebih bagus, parkiran yang semakin teduh dengan pepohonan, kantin kampus yang penuh memori sampai toilet, semua masih sama. Univertas Pancasila punya banyak fakultas salah satunya fakultas farmasi dengan kompetensi Apoteker dan fakultas teknik dengan banyak jurusan.

Terlalu banyak hal indah untuk diceritakan dari memori semasa kuliah. Setelah menjadi alumni, tidak ada salahnya untuk kita bisa flash back ke belakang untuk mengenang seberapa jauh kita sudah melangkah dan menjadi besar seperti sekarang ini. Terima kasih kampusku Universitas Pancasla. Satu Biru Pancasila.

Cerita Suka Duka Mahasiswa Farmasi dan Apoteker : Dari Praktikum sampai Skripsi

Touring Salamanca (10) (2) (1)

Banyak cerita suka duka dalam menjadi mahasiswa farmasi sampai apoteker, seperti jadwal kuliah yang padat, laporan praktikum yang banyak, soal pre test yang sulit, praktikum-praktikum yang penuh drama dan tantangan. Setiap anak pasti punya cerita sendri bagaimana menghadapi skripsi dan sidangnya. Seolah belum cukup beban ini, perkuliahan di fakultas farmasi membuat saya kurang untuk bersosialisasi dengan lingkungan, ga sempat dandan, sering begadang, badan kurus dan kurang istirahat.

Tetapi dibalik semu kesusahan itu, mahasiswa farmasi dan Apoteker di didik untuk menjadi orang yang mampu bekerja cepat, sistematis, bekerja dibawah tekanan, cepat, teliti dan belajar tanggung jawab untuk menyelesaikan semuanya tepat waktu, terjadwal dan mandiri.

Begitulah ceita saya, apa cerita kamu sewaktu jadi mahasiswa farmasi dan Apoteker? tulis dikomen ya. Simak video lengkapnya di youtube channel saya https://youtu.be/TDbTx3XyKqY

 

Meet Pharmacist 1: Rina Susanti, Apoteker Pemilik Tukangobatbersahaja

Selama ini masyarakat umum hanya tahu kalo Apoteker adalah orang yang bekerja di Apotek untuk melayani resep obat. Padahal kami sebagai Apoteker memiliki kompetensi yang sangat beragam. Farmasis/ Apoteker dapat bekerja dengan kompetensinya di dibidang industri farmasi (dalam negeri atau luar negeri), industri obat herbal, ditribusi/ PBF, apotek, rumah sakit, klinik, kosmetik,  toko obat, dan masih banyak lagi. Untuk itulah, saya membuat sebuah gerakan “Meet Pharmacist” yaitu bertemu dengan 100 orang Tokoh Farmasi agar masyarakat umum dapat tahu apa yang menjadi kompetensi dan spesialisasi kami. Untuk tokoh farmasi yang pertama, saya akan jelaskan diri saya sendiri.

Rina Susanti adalah seorang Apoteker lulusan Universitas Pancasila, yang telah mengawali karir kefarmasiannya sejak tahun 2005 dengan kompetensi di bidang Distribusi / PBF (Pedang Besar Farmasi) untuk bahan baku obat, baik itu raw material untuk API (Active Pharmaceutical Ingredients), Extracts dan Exipients.

Jangkauan distribusi obat ini amat luas, penjelasan singkatnya begini, misalnya, untuk satu buah tablet Promag yang kita minum, memiliki liku yang sangat panjang yang diawali dari kami selaku Distribusi/ PBF menawarkan bahan baku ke Pabrik Farmasi misalnya untuk “Promaag” ke perusahaan Kalbe Farma, untuk menawarkan bahan baku “Simethicone” untuk tablet obat maag. Distribusi lain juga menawarkan produk lain seperti Hidrotalsit, Magnesium hidroksida, dan juga bahan tambahan (seperti binder, disintegrants, stabilizer, thickener, dissolution enhancers, ), dll, sehingga terciptalah sebuah formula obat Promaag.

Distribusi/ PBF adalah penghubung antara pabrik pembuat bahan baku dan pabrik pembuat obat, sehingga saya selalu mengetahui terlelih dahulu produk apa saja yang sedang trend, teknik terbaru dari sebuah produk, konsultasi dan reformula yang tepat untuk sebuah obat dengan penambahan bahan tambahan (Exipients).

Apa sih yang menjadi Kompetensimu di Distribusi/ PBF ini?
Setiap Distribusi memiliki beberapa principal (pabrikan bahan baku) untuk dipelajari, dikembangkan dan dipromosiakan namun yang hal paling spesifik yang saya pelajari adalah “silicone specialist” untuk industri Farmasi, food, personal care dan bahkan industrial grade. Hal itulah juga yang membuat saya memulai ketertarikan saya di dunia menulis karena saya bisa men-sharingkan apa yang saya ketahui sehingga di bulan April 2008 saya mulai menulis di tukangobatbersahaja.com. Sebuah Quote dari Thomas Jefferson, menggugah hati saya, lakukan apa yang belum pernah kau lakukan  :

If you want something you’ve never had
You must be willing to do something you’ve never done
-Thomas Jefferson-

Ditahun ini, tepat 10 tahun saya berkiprah menulis di tukangobatbersahaja.com dengan semua suka dukanya. Beberapa prestasi pernah saya torehkan ini, salah satunya adalah sebagai pememang “The + project by Philips” kategori Access to Healthcare untuk Early Detection for Breast Cancer. Tercatat sampai bulan Agustus 2018 ini, Viewers Tukangobatbersahaja sudah 6.2 juta. Semoga sebagai Apoteker yang aktif menulis dan berbagi saya juga tetap selalu bermanfaat untuk sesama yang membutuhkan akan informasi farmasi dan kesehatan.

Inget Sumpah Apoteker

Belum lama ini saya lagi diskusi sama teman saya yang baru lulus Apoteker. Dia bercerita bagaimana prosesi sumpah Apoteker.  Meskipun kita farmasis/ apoteker yang beda zaman namun sumpah profesi apoteker masih sama, bedanya hanya dress code aja kalo dulu saya hanya pake kebaya sekarang sudah pake jas Apoteker. Sumpah Apotekernya masih sama, sebagai berikut :

Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan prikemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan. Saya akan merahasiakan segala yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai apoteker. Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kefarmasian saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan.

 

Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian, dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan berikhtiar dengan sungguh- sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau kedudukan sosial. Saya ikrarkan janji ini dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh keinsyafan.
 

Selamat untuk apoteker yang baru, yang baru aja dapet kerjaan baru baik itu di Apotek, rumah sakit, industri farmasi, distribusi farmasi, dll.

Just ask your pharmacist

Instagram Tukangobatbersahaja

tukangobatbersahaja

What do to next? kalimat dasyat ini sukses membuat saya kurang tidur sampai berhari-hari. Akan dibawa kemana rumah tukangobatbersahaja ini yang telah mengantarkan saya hampir mencapai viewer 6 juta. Apa mau begini terus? saya membongkar cita-cita lama saya yang pernah terpending, seperti ingin punya (dot com), membuat youtube channel, meet and greet, membuat instagram, membuat buku, obat/ supplemen sendiri, dunia farmasis, dll. Ternyata baru satu tercapai yaitu punya domain sendiri berbayar hehehe.

Tahun ini saya meyakinkan diri saya bahwa semua mimpi itu bisa dicapai asal kita mau dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Meski saya sendiri termasuk orang yang suka dibelakang layar, tapi kalo mau dikenal ya harus berani tampil. kalo takut terus kapan majunya… untuk itulah dimulai dari langkah maju pertama saya membuat akun instagram @tukangobatbersahaja

Welcome  Instagram Tukangobatbersahaja
Follow instagram saya ya, dijamin wajah saya akan lebih sering nongol dan lebih banyak cerita tentang farmasi, kesehatan dan healthy life.