Cerita Suka Duka Mahasiswa Farmasi dan Apoteker : Dari Praktikum sampai Skripsi

Touring Salamanca (10) (2) (1)

Banyak cerita suka duka dalam menjadi mahasiswa farmasi sampai apoteker, seperti jadwal kuliah yang padat, laporan praktikum yang banyak, soal pre test yang sulit, praktikum-praktikum yang penuh drama dan tantangan. Setiap anak pasti punya cerita sendri bagaimana menghadapi skripsi dan sidangnya. Seolah belum cukup beban ini, perkuliahan di fakultas farmasi membuat saya kurang untuk bersosialisasi dengan lingkungan, ga sempat dandan, sering begadang, badan kurus dan kurang istirahat.

Tetapi dibalik semu kesusahan itu, mahasiswa farmasi dan Apoteker di didik untuk menjadi orang yang mampu bekerja cepat, sistematis, bekerja dibawah tekanan, cepat, teliti dan belajar tanggung jawab untuk menyelesaikan semuanya tepat waktu, terjadwal dan mandiri.

Begitulah ceita saya, apa cerita kamu sewaktu jadi mahasiswa farmasi dan Apoteker? tulis dikomen ya. Simak video lengkapnya di youtube channel saya https://youtu.be/TDbTx3XyKqY

 

Apa sih Fungsi Profesi Perencana Keuangan?

rawpixel-620227-unsplash

Financial Planner atau Perencanaan keuangan menurut Financial Planning Standards Board Indonesia adalah proses untuk mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan secara ter-integrasi dan terencana. Yang termasuk dalam tujuan hidup seseorang antara lain: menyiapkan dana pendidikan bagi anak, menyiapkan dana hari tua bagi dirinya dan pasangan hidupnya, menyiapkan dana untuk memiliki rumah, menyiapkan warisan bagi keluarga tercinta, menyiapkan dana untuk beribadah haji dan lain lainya. (Sumber gambar dari disini)

“Dari sudut pandang praktisi perencanaan keuangan, perencanaan keuangan merupakan koordinasi dalam bekerja bersama dengan klien untuk menentukan dan mencapai tujuan-tujuan hidup spesifik klien, dievaluasi, diprioritaskan dan disesuaikan dengan setiap perubahan dalam kehidupannya dan kondisi keuangan dan ekonomi”. (dikutip dari FPSB disini )
Salah satu komponen penting dalam fungsi perencanaan keuangan adalah mengelola resiko yang dapat berdampak negatif pada kondisi finansial seseorang. Resiko-resiko kehidupan  yaitu:

  • Resiko meninggal dini. Meninggal adalah suatu kepastian namun bagaimana dan kapan seseorang meninggal mempunyai arti berbeda bagi keluarga yang ditinggalkan. Bila pencari nafkah keluarga meninggal dini berarti hilangnya penghasilan dari pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan anak, membayar kewajiban/hutang dan kebutuhan dana sehari hari. Tanpa perencanaan yang baik, keluarga akan berpotensi kesulitan likuiditas saat mengakses harta warisnya.

  • Resiko hidup lama. Hidup yang lama tanpa mempunyai dana hari tua yang memadai seperti dana pensiun, dana pengobatan dan perawatan dihari tua.
  • Risiko menderita sakit kritis seperti stroke, kanker, jantung, gagal ginjal dan lainnya akan menghabiskan hartanya yang harus dijual untuk membiayai pengobatan sakit tersebut. Dana yang seharusnya dapat dikumpulkan untuk yang lain terpakasa habis untuk berobat.
  • Resiko inflasi, juga dapat  merugikan daya beli masyarakat terhadap investasi dikarenakan adanya kenaikan rata-rata dari harga konsumsi. Data inflasi di Indonesia selama 38 tahun (1980-2018) tingkat rata-rata inflasi 9,5% pertahun.

Dengan perencanaan keuangan bukan berarti resiko kehidupan tersebut dihilangkan tetapi  dampak resiko keuangan bagi keluarga dan orang terdekat dapat dialihkan… Inilah yang disebut pengalihan resiko-resiko. Bila kamu membutuhkan perencanaan keuangan hubungi financial planner.

Menunda Kesenangan

piggy bank

Seringkali kita lihat seseorang dari  penghasilan dan gaya hidupnya “life style” sangat bertolak belakang. Baru mampu beli motor tapi sudah pake mobil terbaru, handphone bukan yang biasa tapi udah sekelas IPhone Xs Max atau Samsung Galaxy Note 9, makan-makan enak terus dan posting di sosial media, jalan-jalan ke Korea, Jepang, Eropa tiap tahun. Intinya mau memajukan kesenangan dibayar dimuka dengan cara hutang dulu atau dengan cicilan berbagai kartu kredit tanpa melihat setelahnya.

Tenyata orang-rang dengan tingkat life style seperti itu jumlahnya lebih dari 50% atau bahkan 70%. Lebih banyak mengedepankan gaya hidup “life style” dibandingkan “Wealth Style” gaya yang membuat kita menjadi kaya/ mapan.  Memang gayanya orang mapan seperti apa? mereka pasti mau menunda kesenangan untuk mendapatkan hasil lebih baik.

Tunggu atau turunkan dulu kesenangan sampai cukup penghasilan untuk mendapat pasif income, kemudian dari hasil pasif income ini barulah setelah terkumpul 10 kali dari nilainya, barulah kita beli dengan tunai. Contoh pengen punya mobil Alphard 1 M  maka setidaknya ada aset pasif income 10 kalinya yaitu 10 M, dengan aset 10 M maka tidak akan menggangu perekonomian keluarga. Barulah beli Alphard 1M langsung bayar tunai.

Kalo kecenderungan sekarang kebalik loh, baru punya tabungan 200 juta udah langsung DP Alphard padahal itu uang tabungan untuk kebutuhan keluarga dan cicilan bulanannya masih pakai uang gaji. Jelas itu akan berpengaruh terhadap alokasi dana cadangan, dana sosial, belanja keluarga dan pendidikan anak.

Mari kita perbaiki perencanaan keuangan pribadi/ keluarga, dengan menunda kesenangan kita sampai aset dari pasif income kita cukup untuk membiayai kesenangan maka saat itu kita dapat menikmati kesenangan dengan nikmat dan tanpa beban.

Healthy Life, Wealthy Financial

 

Hidup Ini Adalah Kesempatan untuk Melayani

Sunday school project 1

Di tanggal 28 September – 1 Oktober 2017 lalu, kami bertiga yaitu Saya, Willie dan Katri  mengikuti pelatihan Materi Pengajaran Anak pada program Sekolah Minggu di Makati, Filipina. Setelah pelatihan itu, pelayanan dan perjalanan panjang berkeliling Indonesia selama beberapa bulan menjadi project kami. Puji syukur ini setahun kemudian di bulan Oktober 2018 yang penuh ucap syukur, kami dapat bersyukur dapat menyaksikan sendiri benih-benih kecil yang kami tabur setahun lalu telah menampakan buahnya. Melihat foto-foto perkembangan mengajar dari setiap sidang membuat saya pribadi terharu betapa para guru sudah bekerja dengan luar biasa sehingga program ini bisa bertumbuh, berakar dan berbuah.  Kami bertiga tidak sendiri karena banyak pihak yang membantu, mendukung dan mendoakan.

sunday school project 2

Jika saya dapat flash back kebelakang,  Program Sosialisasi Materi Pengajaran Anak kepada para guru sekolah minggu di seluruh Indonesia selama bulan Oktober 2017 sampai Juni 2018 begitu penuh kesukaan dan berkat . Kami memulai perjalanan dengan mengunjungi semua distrik di pulau Jawa. Perjalanan dilanjutkan ke Sumatera dengan tujuan ke Lampung-Palembang-Jambi-Medan. Kemudian menuju ke Kalimantan dengan mengunjungi kota Pontianak dan Banjarmasin. Di Sulawesi kami mengunjungi sebuah tempat  di kepulauan Talaud, Tule, Perjalanan diakhiri ke Papua Barat dikota Sorong dan Biak.

sunday school project 5

Setiap perjalanan, kami tidak selalu pergi bersama-sama, terkadang berdua, berlima bahkan pernah sendiri seperti waktu Papua.  Foto diatas saat kami berada di Palembang dengan formasi hampir lengkap kecuali Pr. Willie Bernardi (gambar di foto dari kanan adalah : ED Tri Bensya Hardani, Mba Sri Katriani, Mba Retno Ginarsih, Rina Susanti, Pr. Uus Sugiarto). Selain mereka kami juga memiliki tim penterjemah Mas Denny,  Natasha, Yohanna.

Di setiap perjalanan juga memiliki tantangan berbeda-beda. Kami pernah melalui perjalanan darat selama berjam-jam dimobil untuk sampai tujuan. Melewati lebatnya hutan perkebunan kelapa sawit. Mendapati  listrik mati saat acara berlangsung karena pas jadwal pemadaman bergilir. Hidup tanpa sinyal disuatu daerah selama beberapa hari.  Berusaha tetap tenang padahal proyektor rusak atau laptop bermasalah,  membawa berbagai alat peraga yang banyak. Kami juga pernah merasakan delay pesawat berjam-jam.  Melaju kencang diatas jalan berlubang dan rusak untuk segera melanjutkan penerbangan. Kamipun sering bangun pagi-pagi sekali atau berangkat dini hari ke bandara dan sering meninggalkan anak (anak saya masih kecil) dan keluarga selama beberapa hari dan jauh dari rumah, dan masih banyak lagi.

Aimas 2

Namun semua kendala-kendala itu hilang seketika saat kami merasakan kegembiraan dan sukacita dari para guru-guru sekolah minggu yang kami temui dan layani, apa yang kami bagikan semua sukacita itu kembali lagi kepada kami dan rasanya senang sekali… seperti itulah sukacita yang sejati. Kami bersyukur untuk setiap sambutan hangat yang  disemua tempat, mencoba makanan lokal yang khas dan berbeda-beda rasa, melihat tempat-tempat unik yang belum pernah kami lihat sebelumnya, memandang bintang dilangit yang bersinar ala planetarium, semua itu suatu pengalaman berharga.

Buat saya pribadi, perjalanan ini adalah bukan sebuah perjalanan biasa tetapi perjalanan spiritual yang membuka cara pandang yang lebih besar, perspektif yang lebih luas lagi dalam memandang setiap hal.  Betapa besarnya ladang pelayanan, negeri  yang kaya akan potensi dan pertumbuhan iman. Anak-anak sekolah minggu adalah generasi penerus yang harus dibina, dirawat dan dikasihi agar menjadi penerus. Jangan biarkan dengan kendala-kandala yang ada dapat mematahkan semangat untuk terus bertumbuh dalam iman.

Kini program Materi Pengajaran Anak yang baru telah berjalan serentak di seluruh Indonesia per Juli 2018 dan kita sudah beberapa bulan ini menerapkannya disetiap sidang. Kami selalu terharu dengan semua foto-foto kegembiraan anak-anak sekolah minggu dari berbagai daerah yang telah dikirimkan  didalam WA group. Sungguh sebuah kebanggaan buat kami atas semua kerja keras yang telah diberikan oleh guru sekolah minggu. Sekali lagi terima kasih dan kami sungguh bangga, lakukan terus hal yang terbaik dalam mengajar anak-anak sekolah minggu.

sunday school project 7

Tatkala saya ke Tule dan menyaksikan sendiri betapa semangatnya anak-anak sekolah minggu disana, saya bertekad untuk terus melayani anak-anak sekolah minggu selama masih sehat dan ada kesempatan. Senyum mereka memberikan sebuah harapan besar untuk saya. Sayapun ingat saat kami menyanyikan lagu “Hidup ini adalah Kesempatan”, liriknya mengatakan :

Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan apa yang Tuhan bri, hidup ini hanya sementara

Oh Tuhan pakailah hidupku, selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat

Mari semua guru-guru sekolah minggu kita terus melatih kreativitas dan meng-up grade kemampuan mengajar kita dalam setiap pelajaran sekolah minggu. Berusahalah yang terbaik untuk pelayananmu kepada anak-anak sekolah minggu. Melayani dengan sungguh-sungguh selagi masih sehat dan kuat agar bila saatnya tiba dimana kita sudah tidak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat dalam pelayananmu.

 

 

Tukangobatbersahaja : Healthy Life, Wealthy Financial

Setelah memiliki logo tukangobatbersahaja, saya juga memiliki sebuah tagline terbaru yaitu “Healthy Life, Wealthy Financial” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Hidup Sehat,  Mapan secara Finansial”. Mengapa demikian? karena setelah begitu lama sama menulis tentang healthy life disini, ternyata Tuhan membukakan sebuah hikmat baru kepada saya untuk saya juga menjadi seorang perencana keuangan yang profesional yang berlisensi.

Didalam profesi saya sebagai perencana keuangan, saya juga memiliki sebuah misi untuk setiap pribadi atau keluarga mencapai kesejahteraan dengan kemapanan financial. Karena jika kita berbicara untuk mencapai  hidup yang sehat, betapa besar saat ini biaya kesehatan yang harus dibayarkan kepada setiap individu yang sakit, baik itu untuk biaya rumah sakit, obat-obatan, biaya pemulihan dan perawatan lanjutan untuk menjaga tetap sehat (pengalaman pribadi, bahkan sudah pake BPJS pun sebagian besar pengeluaran perawatan kesehatan dibayar dari uang pribadi).

Dikutip dari World Bank, Willis Towers Watson Projection tahun 2014, Dari pembiayaan untuk kesehatan, 47% dari total perkiraan pengeluaran biaya kesehatan dibayar dengan uang sendiri. Jadi ada Rp 193,548 Milar Tingkat kesenjangan pembiayaan kesehatan di Indonesia.

resiko penyakit kritis

Saya akan lebih banyak bersuara mengenai kesenjangan pembiayaan kesehatan di Indonesia. Lihatlah apakah kita siap jika sewaktu-waktu keluarga atau orang terdekat dari kita mengalami sakit kritis, siapkah kita dengan biaya pengobatan penyakit kritis? Saat ini 4 resiko terbesar di Indonesia yaitu stroke, gagal ginjal, kanker dan serangan jantung.

Dengan semakin naiknya biaya kesehatan setiap tahunnya, hal itu akan membuat kesenjangan pembiayaan kesehatan terlihat lebih besar lagi. Jangan sampai ya, uang hasil jerih payah kita bekerja dan menabung akan habis tak tersisa karena untuk pembiayaan dan pengobatan yang sakit.

Kehadiran saya sebagai perencanaan keuangan akan memberikan solusi yang tepat untuk membantu bapak/ ibu dalam pengelolaan keuangan sehingga terhindar dari resiko kesenjangan biaya kesehatan. Hubungi saya dalam kolom “contact me” atau langsung ke email ; rina_apt@yahoo.com

Healthy Life, Wealthy Financial

Ayo Makan Makanan Bersifat Alkali

pexels-photo-96974

Banyak banget yang mengalamai masalah pencernaan. Kalo sudah seperti ini minum obat-obatan sepertinya hanya untuk mengurangi sakit yang bersifat sementara, ada baiknya kita hilangkan sumber penyakitnya yaitu dari apa yang kita makan, seperti ada istilah yang menyebutkan “You are What you eat”. Ayo mulai dari sekarang perbaiki apa yang kamu makan dan mulailah lebih banyaklah mengkonsumsi makanan yang alkali. Apa sih? saya jelasin ya.

Dalam pembagian pH makanan, dibagi menjadi 3 bagian yaitu Acid food, Netral dan Alkali food. Acid food bersifat bersifat asam, buka rasanya asam tetapi pH makanannya bersifat asam anatara pH 3-6. Makanan ini seperti aneka dari daging, produk susu, aneka makanan olahan (apapun macamnya, makanan ini sudah mengalami prose pengolahan, seperti sosis, nuget, chips, dll), gula-gula, permen, aneka kue, alkohol, minuman bersoda, roti-roti, aneka mie, ikan, makanan cepat saji, dll. Makanan ini memang sangat enak dimulut and so yummy namun cenderung sulit untuk dicerna.

Kalo pH 7 itu bersifat netral seperti minum air putih. Minuman ini memang wajib dikonsumsi setiap hari agar pencernaan sehat. Jangan luka 8-10 gelas setiap hari atau sekitar 2 Liter.

Selanjutnya Alkali food, makanan yang bersifat basa dengan kisaran pH 8-10. Makanannya seperti sayuran hijau seperti (Lettuce, kale, kembang kol, celery), Buah Bit yang berwarna merah, alpukat, apel, lemon atau jeruk nipis, kacang-kacangan, biji-bijian, aneka buah, herbal lainnya. Minum segelas jeruk nipis/ lemon dan air hangat dipagi hari sangat baik untuk kesehatan lambung dan pencernaan.

Alkali food memang sangat baik untuk pencernaan dan makan, makanan raw food (makanan yang tanpa proses pengolahan lanjutan seperti goreng, tumis, bakar, lainnya) jauh lebih sehat loh.

Ayo makanlah makanan yang mudah dicerna agar perncernaanmu makin sehat dan cintailah apa yang kamu makan… jangan hanya mencari sensasi rasa yang enak dilidah tapi juga baik untuk ususmu. Stay healthy and beautiful.

Laskar Pelangi Sorong Kembali

Saya pernah bersekolah di Sekolah Dasar Negeri 3 HBM Sorong dari kelas 1 sampai kelas 3 di Papua Barat. Tempat itu memberikan banyak sekali memori masa kecil yang sangat menyukakan di masa 80-an akhir.

Adalah sebuah kebanggaan buat saya karena saya melihat diri saya persis seperti Lintang di film Laskar Pelangi dari Sorong Papua Barat. Bukan kehidupannya tetapi kepintarannya. Disana saya anak terpintar dikelas (memuji diri sendiri boleh ya) karena dirapot selalu ada tulisan “Rangking 1”. Bagaimana tidak, karena saya sudah lebih dulu belajar, sehingga saat teman lainnya masih mengenal huruf saya sudah belajar membaca, begitu juga soal tambah-tambahan dan kali-kalian.

Berbicara tentang kenangan masa kecil tidak ada habisnya, saya akan selalu ingat pernah pergi ke kantor Bea Cukai tempat bapak bekerja yang terletak diatas bukit dengan pemandangan laut yang indah lokasinya tak jauh dari tembok Berlin, berlibur ke pantai tanjung Kasuari dengan jalan yang belum rata, makan ikan segar sepuasnya setiap hari dengan harga murah, natalan yang penuh dengan sukacita (mayoritas disana kristen jadi berasa banget natalannya) dan aroma kue-kue natal dari tetangga. Rumah kami di daerah Remu memberikan banyak kisah salah satunya kisah “homuk” seorang preman pemabuk yang sering mengganggu saya dan kakak, belasan soang yang selalu mengejar saya sewaktu berangkat sekolah, suasana sekolah yang indah meskipun didepan sekolah adalah bukit kuburan, belanja di Yohan dan masih banyak lagi.

Namun kenangan indah di Sorong itu terhenti tatkala bapak harus berpindah tugas ke Sumatera di kota Jambi, kami harus pindah namun sebelum berangkat naik kapal Umsini dari Sorong ke Jakarta, saya berjanji dalam hati bahwa suatu hari nanti saya akan ketempat ini, tempat yang memorable buat saya.

Lebih dari seperempat abad kemudian, mimpi itu baru saja terealisasi, ditahun ini sebulan lalu saya baru kesana untuk merealisasikan mimpi itu dalam sebuah perjalanan pelayanan. Perjalanan direct flight Jakarta ke Sorong selama 4 jam lebih itu terasa singkat, setelah sampai dan sarapan pagi, hal yang pertama saya lakukan adalah ke rumah masa kecil. Ditemani oleh Ibu Purnomo yang juga bude saya, kami kesana walau ditemani gerimis hujan rintik-rintik, seperti ada perasaan campur aduk saya antara suka senang haru sedih campur jadi satu.

Rumah itu memang sudah jauh berbeda dengan rumah masa kecil saya karena sudah direnovasi total namun atmosfirnya masih sama, kamipun memberanikan diri masuk dan menyapa pemilik rumah tersebut, ternyata pemilik rumah dinas itu juga sama dengan saya, sebuah keluarga dengan tiga orang anak yang masih juga seusia saya waktu itu, ayahnya juga sama bekerja di Bea Cukai yang sudah 3 kali berpindah-pindah tugas. Kamipun sempat berfoto bersama. Senang sekali.

Kemudian kami berlanjut ketujuan selanjtunya yaitu sekolah saya tercinta, sekali lagi perasaan saya campur aduk antara boleh masuk atau tidak, dan bersyukur hari itu baru saja anak sekolah pulang dari ujian sehingga sekolah sepi hanya tinggal guru-guru yang sedang berdiskusi dan koreksi. Kami memberanikan diri untuk masuk dan memperkenalkan diri, bercerita siapa saya dan bahkan mereka sangat ramah dan memperbolehkan kami untuk berfoto bersama para guru.

Kedua kejadian itu sangat berkesan sekali, entah tiba-tiba memori dikepala saya jadi seperti flash back kembali dimana letak kelas saya, jalan yang saya lalui seperti sebuah memori puzzle yang hilang dipersatukan kembali. Tak habis-habis kalimat syukur datang meluncur dari mulut saya, terima kasih Tuhan untuk momen ini.

Setelah berfoto kami pamit dan hari-hari selanjutnya saya lakukan dengan mengunjungi tempat-temapat di kota Sorong, melihat tembok berlin di Sore hari, berbelanja ke pasar ikan disamping laut. Lengkap dengan penjual bumbu-bumbu dan papeda.

Juga melihat kapal-kapal di pelabuhan rakyat yang menyebrangkan para turis dari Sorong ke Raja Ampat. Melakukan tugas pelayanan untuk guru sekolah minggu, melihat peresmian gereja kami yang baru, mengunjungi gereja kami yang dulu banget di Malanu Pasir, mengunjungi yang sakit dan lembur mempersiapkan makanan.

Tak lupa pula kami mengunjungi keluarga kami di daerah Aimas melewati jalan-jalan baru yang sangat mulus dan indah pemandangannya, yang dulunya perjalanan sangat jauh, lama dengan moda transportasi yang tidak memadai kini sudah berubah berkat pembangunan jalan di Papua oleh presiden Jokowi.

Pengalaman ini memberikan sebuah pesan yang dalam buat saya bahwa apapun yang kamu mimpikan, akan benar-bernar terjadi jika kamu percaya. Yakinlah itu. Pengalaman masa kecil yang indah memang tidak akan terulang lagi, gunakanlah momen itu dengan baik dan jika dilain waktu kami kembali ke tempat masa itu… tempat itu tidak pernah hilang karena itu akan selalu ada dihati. Sorong akan selalu ada didalam hati, karena saya akan tetaplah laskar pelangi dari Sorong.