Sakit Jangan Diobati Sendiri

prescription

Selamat sore mba rina, thanks God to find your blog. Sy sangat terbantu sekali krn sudah 2 bln ini sy berkutat dg sakit. Akhir januari sakit ga jelas, awalnya sesak nafas parah, sy kira mau mati waktu itu. Dicek semua normal.

Opname 3 hr sampe 1 bulan keadaan sy lemah terus. Ijin kerja sampe 2,minggu. Hingga akhir februari mungkin krn kecapekan mengurus sy suami sy sakit demam. Mau ga mau sy bangkit merawatnya hingga hr ke 5 sy tepar jg kena typus. 2 minggu ga masuk kerja lagi. Tapi yg sy rasakan tetap aja lemes pdhl makan bantak.

Suatu hari dada sy sakit seperti ditekan hingga sesak nafas. Bertambah hari bertambah parah hingga berasa panas, sy takut kena serangan jantung. Sy semakin stres.

Finally i found your blog ūüėä, everything has answered here. Yup, kesimpulannya sy kena GERD, sy sendiri yg menyimpulkan krn sy capek ke dokter. Entah krn sugesti ato gimana sampe di depan dokter kondisi sy bs lngsung ngedrop lemas keringat dingin shg mau tdk mau hrs opname.

Yang mau sy tanyakan saya tinggal di kota kecil yg tidak ada Sp.PD., KGEH. Boleh ga sy mengobati sendiri dg H2 blocker dan PPI ? sy merasa menderita sakit maag dr kelas 3 SD, saat ini usia sy 36 thn. Trima kasih banyak atas jawaban mba rina, semoga kebaikan mba rina dibalas dg pahalanyg berlipat krn telah berbagi ilmu kepada kami yg awam ini. Sekali lagi trima kasih dan sy tunggu jawabannya.

Terimakasih untuk sharing pengalamannya tentang blog saya, semoga semakin banyak lagi tulisan saya yang dapat membantu mereka yang benar-benar membutuhkan.

Seperti yang kamu ketahui meskipun saya punya pengetahuan tentang obat-obatan tetapi saya juga bisa sakit dan bahkan masuk rumah sakit. Kalo saya sakit ringan superti flu, batuk dan pilek saya bisa obati sendiri dengan pengobatan di apotek terdekat tetapi kalau 3 hari tidak kunjung sembuh maka saya berobat ke dokter.

Saya saja yang  farmasis harus ke dokter apalagi masyarakat yang awam, tentu sangat direkomendasikan untuk berobat ke dokter. Jangan menggunakan alasan tidak ada dokter spesialis, tinggal dipelosok, jauh dari keramaian, tidak ada ini dan itu.

Carilah waktu untuk pegi ke kota besar yang ada rumah sakit setingkat provinsi, biasanya disebut rumah sakit tipe A. Saya yakin perlu usaha keras untuk menemukannya, tetapi itu semua sepadan dengan keinginanmu untuk sembuh dari sakit. So tunggu apalagi, segera cari dokternya untuk berobat tetaplah semangat, banyak tersenyum dan cria. Harus stop dari stress ya karena hati yang berbahagia akan membuat damai dan lebih cepat sembuh.

Cerita Sakit Hati dan Empedu

stomach

Saya ingin sharing pengalaman saya pribadi saya tentang gangguan fungsi hati dan batu empedu. Harus saya akui bahwa belakangan saya sangat sibuk, capek, pola makan tidak teratur dan kurang istirahat. Dalam keadaan yang letih ini tubuh saya seolah berteriak dan tumbang. Yup benar, saya terkapar dengan nyeri uluh hati tingkat dewa hehehe. Puncaknya semalaman saya tidak tidur, mengalami sakit perut seperti sakit maag dan disertai  nyeri uluh hati yang sangat sakit!

Paginya saya memutuskan berobat ke dokter di rumah sakit terdekat. Singkatnya dokter tidak dapat mendiagnosa sakit saya apa, karena bukan sakit maag biasa dan menyarankan saya untuk CT Scan. Hasil CT scan menunjukan adanya “Multiple cholelithiasis”, artinya saya memiliki banyak sekali batu dalam empedu dan telah terjadi peradangan sehingga terjadi nyeri hebat di uluh hati. Gejalanya mirip sakit maag namun ternyata ini batu empedu.

Bagai tersengat listrik saat dokter menyatakan  sekarang juga saya harus dirawat karena besok saya harus menjalani operasi pengangkatan kantung empedu dengan teknik laparoskopi, katanya batunya terlalu banyak dan ada satu yang berukuran 1.5 cm. Saya hanya bisa pasrah dan mengikuti semua prosedur pengobatan dan berdoa yang terbaik kepada Tuhan. Dokter membombardir dengan antibiotik, penghilang rasa sakit, dan lainnya

Keesokan harinya saat semua tindakan operasi akan disiapkan dokter mengecek kembali keadaan uluh hati saya. Amazing, kata dokter nyerinya hilang dan operasi ditunda sampai dua hari kedepan untuk memantau perkembangannya. Dokterpun menerangkan bahwa penyakit batu empedu juga berkaitan erat dengan fungsi hati, memang terlihat bahwa dari hasil laboratorium menunjukkan angka yang cukup tinggi untuk Bilirubin sehingga pengobatan lebih dikhususkan untuk memperbaiki fungsi hati dan mengurangi ukuran batu empedu dengan pemberian obat obatan.

Setelah dua haripun saya mengalami penyembuhan yang cepat, hasil Bilirubin baik direct maupun non direct semua hasilnya menurun. Begitu pula basil SGPT Dan SGOT juga mulai membaik. Singkatnya operasi tidak urgent dan saya diperbolehkan pulang ke rumah namun kesehatan saya tetap dipantau dokter.

Selanjutnya selama satu bulan penuh saya istirahat dan mengurangi aktivitas, mengkonsumsi obat dari dokter setiap 2 minggu sekali saya melakukan pemeriksaan lab untuk memantau radar Bilirubin (direct dan indirect), SGPT dan SGOT. Singkatnya saya hampir pulih kembali.

Saya bersyukur tidak  menjalani operasi pengangkatan empedu. Sungguh sebuah pelajaran berharga untuk saya setelah ini saya berhenti untuk bekerja diluar batas kemampuan tubuh, istirahat yang cukup, belajar masak sehat untuk diri sendiri. Memakan makan makanan yang sehat saja, mengurangi makan makanan berlemak, berminyak (digoreng), pedas, kurangi daging serta olahannya. 

Satu hal yang harus disadari pertama, jangan pernah mengabaikan tanda alarm tubuh,  seperti sakit diuluh hati. Sakit didaerah tersebut juga sering dialami  oleh siapa saja dan bukan hanya sekedar sakit maag biasa.

Kedua, ini bukan hanya sekedar kalimat klise untuk memperbaiki pola makan dengan makanan yang sehat. Sungguh, meskipun saya mengkonsumsi obat dari dokter dan mengerti pengobatan tetap saja saya dapat  kembali menuju meja operasi jika saya tidak merubah pola makan. Meskipun diawal saya tersiksa dengan menu sehat yang saya makan setiap hari karena makanannya hanya rebus-rebusan, aneka sayuran dan buah. No goreng, no pedas less garam. Itu semua sepadan dengan hasil yang saya dapatkan. Saya kembali sehat dan saya tidak akan mengganti pola makan saya untuk terus makan makanan yang sehat. Tetaplah bersyukur dan bersukacita!

 

Pengalaman Sakit Maag

prescription

Meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat tetap saja saya bisa sakit maag. Pengalaman ini terjadi beberapa hari yang lalu. Faktor pencetusnya banyak seperti kurang istirahat, kelamaan mengendong anak, kedinginan dikantor, sempat makan bakso pedas, dan banyak pikiran. Jadilah malam itu saya tepar.

Awalnya saya pikir ini karena terlalu lama mengendong anak saya jadinya punggung saya sakit namun setelah peregangan, punggung lebih baik meski masih sakit. Perut saya sakit luar biasa seperti mulas pengen BAB, nyeri menstruasi dan kembung. Saya sudah mencoba berbagai macam posisi tidur namun masih sakit, minum air hangat juga tidak terlalu banyak membantu. Semalaman saya hampir tidak tidur dan hanya menahan sakit. Saya ingin sekali pergi ke Apotek untuk beli Ranitin dan Omeprazole namun semua apotek sudah tutup.

Ketika pagi hari jam 5.30 saya putuskan tidak ke kantor dan karena kecapekan akhirnya saya tertidur selama 2 jam. Ketika terbangun badan saya lebih sehat dan rasa sakitnya mendadak berkurang dan akhirnya bisa duduk dengan tenang. Selanjutnya saya makan pagi  dengan nasi dan tahu tempe lalu istirahat total.  Setengah jam kemudian rasa sakit saya hilang dan saya sembuh. Saya bersyukur bisa pulih dengan cepat dan siangnya saya bisa kembali ngantor, untuk meeting dan lunch bersama principal saya dari Jepang.

Saya penasaran kenapa saya bisa punya pengalaman sakit maag seperti itu, saya tidak minum obat namun saya sudah sembuh. Sakitnya cuma semalaman saja. Setelah membaca-baca literatur farmasi ternyata nama penyakit saya itu Dispepsia Non Organik. Saya jelaskan saya ya:

Dispepsia adalah gangguan pencernaan. Dispepsia dibagi dua :
1. Dispepsia Organik
Ini seperti pada umumnya penderita sakit maag seperti : Gastritis (sakit dan perdangan di lambung), GERD (refluk naiknya asam lambung ke atas), Ulkus ( Ulkus Pepetik = Luka pada lambung; Ulkus Duodenum = Luka pada usus halus), Asam lambung yang tinggi, dll.

2. Dispepsia Non Organik/ fungsional
Dispepsia yang tidak jelas penyebabnya. Kemungkinan disebabkan faktor stress, mengkonsumsi obat, makanan/ minuman tertentu yang merangsang asam lambung. Menurut saya sih karena kecapekanan dan stress penyebabnya.

Mulai sekarang mari kita lebih baik dalam menangani stress dan kalo capek jangan memaksakan diri. Untuk hidup yang lebih sehat dan bebas sakit maag.

 

Ini obat Apa?

Mbak, Mau tanya obat Lansoprazole itu obat buat apa? trus cara minumnya gimana? boleh ga buat ibu hamil. Mohon infonya. Makasih.

Pertanyaan diatas sering sekali ditanyakan kepada saya, bukan hanya Lansoprazole tetapi banyak nama-nama obat, bahkan nama obat yang baru saya dengar. Tentu dengan senang hati saya akan menjawabnya. Namun jika saya sedang sibuk ada baiknya saya kasih tahu dimana sih informasi saya mencarinya. Simak deh rahasianya. Bukan promosi website.

Ini dia, segeralah buka google dan ketik mims.com. Pilih yang negaranya Indonesia. Kalo report klik aja disini. Setelah itu akan keluar  gambar seperti dibawah ini.

Mims [dot] com

Kemudian kita ketik nama obat yang kita inginkan seperti “Lansoprazole”. Terkadang langsung terlihat informasinya namun jika informasinya tidak keluar dan diminta untuk sign in sebaiknya buat account dulu. Sebentar kok untuk buatnya. Setelah itu kita Sign In kembali dan masukan nama obat yang kita inginkan, seperti dibawah ini :

Lansoprazole 2

Lalu akan muncul semua informasi mengenai obat Lansoprazole. Mulai dari mekanisme kerja, onset, duration, farmakokinetik, distribution, Mims Class, sampai merek-merek apa saja yang beredar di Indonesia.

Saya tahu ini mungkin sulit untuk dipahami karena informasi diatas hanya dimengerti oleh oleh farmasis atau dokter. Untuk orang awam sebaiknya lihat saja di “Available Brands” saja. Saya ambil contoh acak¬†Lancid buatan Kalbe Farma. Klik saja kemudian akan keluar informasi seperti ini :

Lansoprazole 1

Langsung ketahuan semua informasinya. Jika masih tidak tahu artinya bisa googling satu per satu katanya.  Ohh, ternyata Lasoprazole itu buat sakit maag karena asam lambung, duodenal dan GERD.

Selain itu kita juga tahu dosis pemakaian, aturan pakai yang benar dari Lansoprazole juga kategori obatnya apakah boleh atau tidak dikonsumsi untuk ibu hamil. Informasi Lansoprazole sebagi berikut :

Dosis : (jadi tahu kalo untuk GERD 30 mg diminum selama 4 minggu)
Duodenal ulcer 30 mg once daily for 4 wk. Benign gastric ulcer 30 mg once daily for 8 wk. Reflux oesophagitis 30 mg once daily for 4 wk.

Aturan Pemakaian : (harus diminum ketika perut kosong atau sebelum makan)
Should be taken on an empty stomach: Take in the morning before meals.

Pregnancy Category B: (Artinya Kategori B aman untuk ibu hamil)
Either animal-reproduction studies have not demonstrated a foetal risk but there are no controlled studies in pregnant women or animal-reproduction studies have shown an adverse effect (other than a decrease in fertility) that was not confirmed in controlled studies in women in the 1st trimester (and there is no evidence of a risk in later trimesters).

Kalo mau tahu lebih banyak tentang nama-nama obat lain kamu bisa cek sendiri ke website tersebut. Sangat berguna dan tidak perlu menunggu lama untuk segera tahu informasinya. Ayo buruan cari tahu tentang pengobatannmu.  Kalo masih binggung boleh tanya kembali. Terima kasih semoga bermanfaat

Mengobati Keloid Setelah Luka Bakar

beautiful face

Saya habis kena air panas 8 bulan yang lalu, 40% dari tubuh saya. Sekarang bekasnya menghitam agak merah tua dan itupun sangat gatal banget. Sama dokter dikasih resep suntik injeksi Trilac udah dua kali suntikan kok tetep aja masih gatal ya… Gimana ya solusinya.

Peristiwa diatas memang dapat dialami siapa saja. Saran saya yang pertama apabila mengalami luka bakar apakah itu kena air panas, minyak goreng, luka kena knalpot, dll, hal yang pertama dilakukan adalah mendinginkan luka bakarnya dengan disiram dengan air mineral, jika tidak ada gunakan air mengalir. Setelah itu jangan diobati sendiri apalagi pake obat yang salah seperti dikasih odol, kecap, olesin minyak. Wah itu salah banget, segera ke dokter untuk pertolongan lebih lanjut karena kita tidak tahu derajat luka bakarnya sudah sampai tingkat berapa.

Jika sudah ke dokter, gunakan obat dan salep sesuai aturan pakai. Obat tablet untuk diminum biasanya digunakan untuk mencegah infeksi, mempercepat keringnya luka. Salep yang diberikan salep biasanya ada antibiotiknya atau biar lukanya cepat kering.

Setelah sembuh, sebaiknya periksa ke dokter lagi untuk diberikan obat agar bekas lukanya tidak menimbulkan bekas seperti diberikan krim agar lukanya samar atau dicek lagi untuk mengetahui apakah punya faktor bawaan keloid.

Kebetulan saya juga punya faktor genetik pembawa keloid. Setiap ada luka yang lebar atau dalam maka permukaan bekas luka akan timbul bekas berwarna merah murah dan lama kelamaan merah menghitam. Bentuknya tipis dan lama kelamaan menonjol. Itu adalah keloid.

Biasanya, keloid baru akan muncul setelah luka sembuh dan kering sekitar 1-2 bulan. Untuk itu segeralah periksa ke dokter, semakin cepat ditangani semakin banyak kemungkinan untuk sembuh kembali. Pengobatannya masih dengan pemberian suntikan yang mengandung Triamcinolone. Mereknya banyak seperti Injeksi Trilac, Kenacort injection, dll.

Perlu diingat semakin luas permukaan keloid yang harus disembuhkan maka perlu beberapa kali atau belasan kali disuntik agar sembuh seperti sedia kala. Jika baru dua kali tentu saja belum kelihatan sembuhnya.¬†Ingat ya, penyuntikan tidak boleh dilakukan sendiri, harus dilakukan oleh dokter. Dosisnya juga harus tepat. Penyuntikan memang agak sakit mungkin agak nyeri…. tahan aja ya yang penting akan sembuh sedia kala.

Setahu saya setiap luka keloid pasti gatal (pengalaman pribadi hehehe) karena keloid ingin tumbuh dan membesar. Mohon jangan digaruk apalagi sampai terluka malah akan semakin cepat besarnya pertumbuhan luka keloid. semoga cepat sembuh ya.

 

 

 

Jangan Mengobati Sakit Gonorrhea Sendiri

fairy_chimneys

Mba Rina mau bertanya soal penyakit gonorhe karna </em>baru2 ini saya terkena pnyakit tersebut…tapi baru semalam saya minum obat amoxicillin kaplet dengan 500mg dosis 3g sekali minum..terus sekarang sudah agak mendingan gak keluar nanah lagi..nah pertanyaan saya..berapa kali saya harus minum amoxicillin tsb apa cukup sekali apa selama 7 hari dengan dosis yang sama…. Makasih

Petikan pertanyaan diatas membuat saya risau karena saya sering menjumpai orang yang tidak punya kompetensi berusaha mengobati penyakitnya sendiri hanya berbekal googling atau tanya temen lalu beli obat sendiri tanpa tahu cara minum obatnya, dosisnya berapa dan tidak tahu apakah obatnya sudah tepat apa belum *geleng-geleng kepala*.

Penyakit Gonorrhea atau penyakit kencing nanah adalah penyakit seksual yang menular dari Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra. Untuk tipe pengobatan penyakitnya ini memang sering kali diberikan pengobatan Antibiotik. Namun perlu diingat setiap pasien memiliki riwayat kesehatan yang berbeda-beda, satu obat belum tentu manjur untuk semua orang. Ada beberapa orang yang tidak bisa terkena antibiotik penisilin (seperti Amoxcillin) untuk itu diperlukan pemeriksaan lebih detail ke dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin.

Jangan coba diobati sendiri karena tidak selamanya antiobtik penisilin tepat untuk semua pasien. Bahkan bila perlu dokter akan memberikan obat tambahan lain atau pemberian antibiotik golongan lain yang lebih ampuh untuk mempercepat kesembuhan. Ingat ya, setelah 1-2 minggu setelah pengobatan sebaiknya diperiksakan lagi ke dokter untuk memastikan Neisseria gonorrhoeae sudah benar-benar sembuh. Sehingga pengobatannya tuntas dan tuntas karena jika tidak bisa timbul kambuhan lagi.

So, mulai sekarang stop mengobati diri sendiri, segeralah pergi ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Tidak perlu takut dan malu daripada menyesal penis/ vaginanya sudah bernanah dan bau.

 

Ketergantungan Dengan Obat Pencahar

prescription

Sekarang umur saya 22 tahun. saya mengalami susah BAB dari SMP. saat itu ketika BAB saya selalu sakit, perih di dubur. Akhirnya saya mencoba minum larutan garam inggris, tapi karena tidak tahan terlalu pahit, saya coba ganti minum Dulcolax. selain Dulcolax, saya juga pernah rutin konsumsi vegeta, yakult, teh daun jati cina, custodiol, dll.

Dua tahun yang lalu saya berkonsultasi ke dokter spesialis bedah, dokter bilang mukosa usus saya tidak berfungsi dengan baik lagi karena sudah terlalu lama ketergantungan dengan obat-obatan pencahar, berdasarkan hasil rontgen ukuran usus saya sudah tidak normal, dokter menyarankan saya untuk operasi. saya tidak setuju operasi seperti itu.

Akhirnya saya sampai sekarang (kurang lebih 10 tahun-dari SMP) masih tetap mengkonsumsi obat pencahar. sekarang pun sudah mulai tidak bereaksi dengan obat-obat seperti dulcolax itu. saya sudah coba ikuti saran dari dokter dan teman-teman, saya rutin olahraga dan rutin konsumsi sayuran dan buah-buahan tapi tidak ada hasilnya. Saya bingung harus bagaimana lagi..

Saya selalu menyarankan bagi siapa saja yang susah buang air besar jangan langsung minum obat pencahar karena hal itu hanya mengatasi masalah sementara saja. Efek lain yang akan terjadi baru kelihat setelah tahun-tahun kedepan. Aturlah pola hidup dan pola makan yang benar. Cukupi kebutuhan air minum, rajin berolah raga dan makan buah-buahan segar sperti pepaya, pisang, mangga. Pilihlah buah lokal saja yang terjangkau.

Seperti yang dialami oleh penanya diatas jika sudah jadi ketergantungan dengan obat pencahar maka usus menjadi malas atau tidak terbiasa untuk bekerja keras karena sudah terbiasa dibantu dengan obat pencahar. Saran saya segera konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam bidang spesialisasi Gastroenterologi dan Hepatologi. Dokternya yang ada gelarnya SpPD, KGEH.

Spesialis Gastroenterologi adalah suatu ilmu tersendiri yang mengajarkan untuk mendiagnosa penyakit disaluran cerna. Artinya mulai dari makanan yang kita makan, masuk ke perut, usus sampai keluar menjadi feses (pup).

Dokter tersebut yang akan memberikan rekomendasi cara terapi penyembuhan yang paling tepat untuk keadaan seperti diatas. Tentunya tidak bisa 1-2 hari langsung sembuh dan bisa buang air besar normal, perlu proses dan kepatuhan dari pasien untuk mau berubah dan berkomitmen penuh untuk meninggalkan kebiasaan lama.

BSegeralah berobat dan tidak ada kata terlambat untuk memperoleh kesembuhan. Setiap penyakit dapat disembuhkan asalkan ditangani sejak dini. Kalo tidak sekarang kapan lagi.