Press Conference : The + Project Winners Announcement

Jumat tanggal 9 Maret 2012 lalu bertempat di Ritz Carlton Hotel ruang Mutiara 17-18, Philips mengumumkan pemenang untuk The + Project. Rina Susanti dengan ide “Mendeteksi Dini kanker di Payudara” menjadi pemenang dari kategori akses kesehatan. Bunga Sirait dengan ide “Chef ke Kantin Sekolah” menjadi pememang dari kategori hidup sehat. Suhartanto Nugroho (berhalangan hadir) dengan ide “Menciptakan Taman Publik dan Halte yang Ramah Energi Listrik” menjadi pemenang dari kategori kota layak huni.

Semoga foto-foto dibawah ini bisa lebih banyak cerita mengenai kesuksesan acara tersebut. Kalo mau tahu lebih lengkap bisa dibaca di Ideaonline, di Kompas, di Areamagz, di Media Indonesia.

Satu lagi ya…

Mimpi itu akan segera terwujud dan terimakasih Philips telah membantu merealisasikannya.
Terimakasih untuk semua dukungan teman-teman.

Tukangobatbersaja.com : Blog Dengan Lebih Dari Sejuta Hits

Hari ini jumlah views all time menembus angka 1.000.000. Akhirnya,  impian ini ditahun ini untuk mendapat sejuta hits menjadi kenyataan.  Saya mengucapkan terimakasih untuk semua saran, komentar,  masukan, pujian, kiritikan, pertanyaan yang telah disampaikan kepada saya.

Kalo ditanya apa rahasianya? cuma satu yaitu terus menulis. Menulis apa yang menjadi Passion (ketertarikan/ semangat/ gairah).  Saya percaya setiap orang punya passion-nya masing-masing. Ada yang punya passion di olahraga, film, musik, masak, kue, obat, mobil, komputer, jalan-jalan, fashion, pernak-pernik, motivator, games, kapal, listrik, seni, budaya, pecinta alam, korea, hewan, urban, download, lagu, stationery, bahasa, satra, melukis, batik, foto, sepeda, curhat, warna, arsitektur, sampai shopping, dll.

Banyak yang  tanya, “Saya sudah menulis tapi kok komentarnya cuma sedikit, sepi pengunjung, followernya cuma sedikit?” Tidak usah terlalu dipedulikan. Blog  inipun sedikit yang berkomentar (mungkin binggung mau komen apa atau hanya manggut-mangut hehehe). Saling berkunjung kesesama blogger memang bisa menambah jumlah pengunjung tetapi umumnya  lebih  banyak yang  tahu dari search engine. Ujung-ujungnya kembali lagi pada content/ isi tulisan.

Saya mengajak mulai hari ini menulislah dan temukan apa passion-mu. Hal yang paling indah dari hidup adalah mau berbagi dan bermanfaat untuk orang lain.  Dua kuntum Bunga Passion yang indah ini akan membuat harimu semakin bergairah dan penuh semangat.

The “+” Project : Ide Untuk Akses Layanan Kesehatan

Saya merasa cukup beruntung karena selama ini banyak tinggal di daerah-daerah di Indonesia yang kaya warna. Sorong, sebuah kota kecil di ujung Barat Papua merupakan salah satu kota favorit yang pernah saya singgahi semasa kecil. Tempat yang indah ini menghadirkan kehidupan kota yang begitu kontras dengan sebagian daerahnya yang masih liar dan belum tersentuh teknologi maju. Salah satu hal yang saya ingat sewaktu tinggal disana adalah saat keluarga saya dikunjungi oleh sepasang suami istri yang sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka. Gambar diambil disini.

Kata Ibu saya, mereka ini adalah sepasang keluarga muda dari Pulau Jawa yang ingin membangun sebuah keluarga dengan menjadi transmigran. Tapi, seperti yang sudah kita ketahui, kehidupan sebagai transmigran memang berat. Untuk mencapai tempat tinggalnya, mereka butuh naik mobil selama berjam-jam sampai ke pinggiran Kabupaten Sorong. Akses terhadap fasilitas kesehatan disana juga sangat sulit. Jangankan rumah sakit, di tempat ini, bahkan Puskesmas saja tidak ada. Karena itulah, keluarga yang sedang menanti kelahiran anak mereka ini pun kemudian tinggal di rumah kami sampai bayinya lahir dan sudah cukup besar untuk pulang kembali ke daerah transmigrasi.

Bagi banyak orang-orang yang hidup di kota besar, tentu hal seperti ini tidak pernah menjadi sebuah masalah. Namun, bagi mereka yang tinggal di tempat-tempat terpencil yang tersebar di seluruh Indonesia, langkanya fasilitas kesehatan merupakan sesuatu yang sangat serius. Kondisi geografis Indonesia yang sangat beragam memang merupakan kendala besar yang menyebabkan ketidakmerataan akses layanan kesehatan di negara ini. Selain itu, belum tertatanya jaminan kesehatan untuk masyarakat, tingginya biaya pengobatan, dan rendahnya kemampuan untuk membayar biaya pengobatan membuat jalan menuju sehat makin sulit bagi mereka yang tidak punya banyak uang.

Ini membuat saya memikirkan nasib para warga Indonesia yang tinggal di daerah perbatasan, pegunungan, pulau-pulau kecil, pedesaan yang masih sangat sederhana, maupun wilayah pesisir miskin. Di daerah-daerah ini, tak jarang kita temukan minimnya infrastruktur vital seperti jalan raya dan listrik. Apa yang terjadi jika apabila orang-orang yang tinggal di daerah-daerah ini jatuh sakit? Bagaimana dengan para lansia yang sudah mulai sakit-sakitan? Apakah mereka mendapatkan hak untuk mendapat layanan kesehatan yang terjangkau meskipun sudah tidak bekerja lagi.

Apakah akses layanan kesehatan yang baik hanya tersedia bagi mereka yang tinggal di kota besar? Tidak juga. Dimanapun, penyediaan layanan kesehatan dapat menjadi tantangan tersendiri. Bahkan ketika sudah tinggal di kota besarpun, sering kali kita dihadapkan dengan tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Hal ini membuat pengobatan menjadi sangat terbatas dan tidak terjangkau bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Pemerintah dalam hal ini sudah membuat program-program yang memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah. Kita pasti tahu sudah pernah mendengar tentang beragamnya sistem jaminan sosial. Ada Jamsostek untuk tenaga kerja swasta, ASKES dan Taspen untuk Pegawai negeri, dan ASABRI untuk TNI/ Polri. Sementara itu, untuk masyarakat yang kurang mampu, ada JamKesMas dan JamKesDa. Apakah itu semua cukup? Lagi-lagi tidak. Tetap saja masih banyak masyarakat yang belum bisa memperoleh hak dasarnya terhadap layanan kesehatan yang dapat diakses. Karena itu, semoga saja janji pemerintah dengan adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) I dan II akan segera terealisasi.

Tapi, rasanya salah kalau kita berpikir bahwa pekerjaan rumah yang menumpuk seputar keterbatasan akses layanan kesehatan ini hanya merupakan masalah pemerintah. Semua kendala yang dihadapi oleh bangsa ini adalah pekerjaan rumah bersama dan bukan semata-mata tugas dan tanggung jawab dinas kesehatan, tenaga medis, dan Puskesmas. Semua orang sebenarnya dapat turut berpartisipasi untuk mendekatkan layanan kesehatan yang terjangkau pada semua penduduk Indonesia yang membutuhkan.

Sebagai warga negara kita juga dapat andil untuk membantu. Sebenarnya, hal-hal luar biasa terkadang hanya dimulai dengan sebuah gagasan atau ide yang sederhana. Sekarang, coba pikirkan apa yang dapat kita lakukan untuk membantu lebih banyak orang mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik. Misalnya, untuk daerah terpencil kita dapat menjangkau penduduk dengan mendirikan klinik terapung yang dilengkapi kapal ambulans berisi peralatan medis, obat-obatan, dan sarana komunikasi yang memadai untuk membantu daerah-daerah yang tidak tersentuh oleh puskesmas maupun puskesmas pembantu.


Apabila contoh tersebut terlalu sulit, kamu  bisa membantu dengan menyebarkan informasi kesehatan dan pengetahuan bagi desa-desa terpencil yang jauh dari akses layanan kesehatan. Punya ide untuk membuat perpustakaan sehat? Tentunya, masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap pengetahuan mendasar tentang kesehatan dapat sangat terbantu apabila buku-buku dan majalah tentang kesehatan tersedia di daerah mereka. Gambar diambil disini.

Bagi para ibu hamil, kita dapat membuat kalender edukasi dengan berbagai informasi kehamilan dan gambar-gambar yang dapat menambah wawasan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan, terutama terkait kesehatan ibu hamil dan bayinya. Ingin mensosialisikan tanaman berkhasiat asal Indonesia? Bantu ciptakan tradisi “Rumah Sehat” dengan penanaman TOGA ( tanaman obat untuk keluarga), pelestarian tanaman obat, serta mengedukasi masyarakat mengenai manfaat tanaman obat dan memanfaatkan lingkungan untuk meningkatkan kesehatan keluarga. Bahkan generasi muda pun dapat berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu di sekitar rumah, baik dengan menyediakan bantuan kesehatan atau pelatihan keahlian untuk P3K.

Saya yakin kita semua pasti memiliki sebuah ide-ide segar yang dapat digunakan untuk membantu lebih banyak orang agar dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik. Gagasan yang kamu punya pun tidak harus muluk-muluk. Siapa tahu saja, idemu yang sebenarnya sangat sederhana pada akhirnya dapat menimbulkan dampak positif yang luas.

Sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di Indonesia, Philips menggelar sebuah kompetisi yang disebut The “+” Project. Dalam kompetisi ini, siapapun dapat menyampaikan idenya untuk memaksimalkan akses layanan kesehatan di Indonesia. Di akhir program, mereka yang memiliki ide terbaik akan dibantu oleh Philips Indonesia untuk mewujudkan programnya. Jadi, kita tidak hanya dapat bicara, tapi juga dapat mewujudkan ide tersebut menjadi langkah nyata. Supaya lebih semangat, setiap minggunya Philips akan memberikan hadiah bagi ide terbaik. Tidak ada batasan dalam memasukkan ide. Setiap orang bebas berpartisipasi dan berkontribusi dalam mewujudkan akses layanan kesehatan yang lebih baik di Indonesia.

Kalau kamu tertarik untuk berkontribusi demi peningkatan akses layanan kesehatan yang lebih baik di Indonesia, kunjungi websitenya di http://philips.co.id/plus . Pilih tantangan yang kamu inginkan dan berikan ringkasan idenya, maksimal 1000 kata. Jika ada, materi pendukung berupa foto atau video bisa ditambahkan. Mekanisme kompetisi selengkapnya bisa dibaca disini atau langsung kesini untuk mengirimkan ide mengenai akses layanan kesehatan.

Jangan takut untuk menyatakan idemu meski itu sangat sederhana. Mulailah berkontribusi bagi bangsa meski hanya dimulai dari sebuah gagasan. Mari berbagi untuk sesama dan merealisasikan mimpi untuk Indonesia yang lebih sehat!

Stress Pasca Operasi Sesar

Mbak, saya sakit lambung pasca operasi sesar. Sakit ini semakin membuat saya stress berat.  Jika kumat saya berpikiran mau mati dan ketakutan sendiri. Kemarin saya sakit diperut bagian kiri hingga ke punggung. Setelah kedokter spesialis, sekarang ada terasa terbakar di ulu hati, seperti begerak-gerak juga. Obat yang saya minum Propepsa sebelum makan dan Tilidon sesudah makan. Sebenarnya saya sakit apa? bagaimana supaya tidak stres?  Terimakasih

Melahirkan adalah peristiwa yang paling membahagiakan, rasanya lengkap setelah seorang wanita bisa melahirkan seorang anak ke dunia. Akan ada suara tangisan bayi mungil. Apakah peristiwa itu membahagiakan? ya, tetapi rasa khawatir dan pengaruh hormonal justru seringkali membuat wanita yang habis melahirkan mengalami stress berat.

Seperti yang kita ketahui bersama, jika seseorang mengalami stress maka jumlah asam lambung akan meningkat pesat, dilanjutkan dengan rasa perih dan terbakar di ulu hati dan bahkan sampai nyeri ke punggung. Sakitnya luar biasa. Apa yang sudah diberikan oleh dokter sudah benar. Propepsa mengandung bahan aktif Sucralfate 500mg yang  dapat melapisi mucosa/ dinding lambung sehingga mengurangi rasa perih. Tilidon mengandung bahan aktif Domperidone yang berguna untuk  mengobati dyspepsia accompanied by delayed gastric emptying, esophageal reflux & esophagitis.

Lantas bagaimana mencegah stress itu datang?
Pertama hadapi proses ini dengan tenang dan cukup istirahat. Saya tahu seorang ibu pasti punya banyak keinginan untuk bayinya, so don’t thing to much. Jika kita tenang dan rileks maka asam lambung akan menurun dan nafas lebih teratur, tidak mudah marah/ menangis, tidak ngamuk hehehe.

Kedua, Kita bukan wanita super yang kuat. Justru setelah melahirkan dibutuh suppot dari suami dan keluarga dekat. Katakan apa yang menjadi kekhawatiran kita, jangan disimpan sendiri. Komunikasikan dengan suami kalo kita buth perhatian, kasih sayang dan kerjasama untuk mengurus buah hati seperti sesi curhat gitu dech dan dilanjtkan dengan pembagian tugas antara istri dan suami.

Ketiga, setelah luka operasi sesar sembuh maka kita wajib melakukan perawatan tubuh seperti salon atau spa. Creambath, luur, massage, body slimming program. Gunanya biar lebih rileks dan badan kembali bugar.

So, kita pergi ke salon yukk 🙂

600.000 : To Do Before I Die

Hari ini angka statistik sudah menyentuh 600.00-an. Puji Tuhan untuk semua yang sudah dilalui sampai hari ini. Banyak hal yang sudah diraih dari blog ini, salah satu akhirnya bertemu teman kost lama yang sekarang sudah sukses membangun keluarganya *Peluk Yantik*

Sebenarnya ada banyak hal yang masih ingin saya lakukan, to do before  i die. Ini adalah inspirasi dari sebuah buku yang judulnya sama berisi keinginan seseorang untuk dilakukan baik untuk dirinya sendiri, keluarga, hobby, asmara, karier, masyarakat.

Dengan adanya wish list ini hidup saya jadi lebih semangat untuk meraih cita-cita  yang bertanggal. Tidak perlu yang ribet-ribet permintaannya, cukup dimulai dari sesuatu yang sederhana.

Contohnya pergi ke salon untuk perawatan tubuh lengkap. Kelihatannya sepele  buat yang terbiasa tetapi akan jadi pengalaman yang tak terlupakan buat yang baru pertama kali, sedikit  katro and ndeso hehehe. Saya juga pernah berputar-putar dan sedikit nyasar hanya untuk mencicipi semangkuk es krim Spagetti Ragusa Italia  di jalan Veteran no. 10.

Masih banyak lagi pengalaman yang  lain, tak terlupakan, lucu dan romantis. So much fun let make it happens your wish to do before you die. Apa yang ingin sekali kamu lakukan dalam hidup ini?

Mempersiapkan Malam Pertama

Apa yang ada dipikiran kita jika mendengar malam pertama? ini bukan sekedar cinta satu malam oh indahnya dan bisa  membuat melayang hehehe. Malam pertama lebih kepada moment sakral untuk memberi dan salimg  melayani, it’s intimacy and  not just having seks for the first time.

Biasanya pasangan yang baru menikah akan grogi/ bingung untuk menjalani malam pertama. Ada yang terburu-buru atau malah  langsung  tidur karena kecapekan setelah acara ijab qobul/ pemberkatan dan resepsi pernikahan. Lantas bagaimana agar malam pertama bisa berjalan sukses? Gambar diambil disini.

Pertama, siapkan tanggal pernikahan dengan baik.  Usahakan agar saat pernikahan tidak sedang menstruasi. Kelihatannya sepele padahal ini penting. Kebayang dong repotnya  harus sering ganti pembalut, mules, lemes, nyeri apalagi kalo pas “dapet”  hari pertama *tepok jidat guling-guling*. Pengantin pria juga kudu bersabar menunggu selesai menstruasi. Capek dech

Kedua, pada hari H harus makan kenyang dan minum supplemen seperti Fatigon C, Enervon C  * gaya tukang obat banget*.  Bayangin aja seharian pake high heel, baju sempit,  salaman ama ratusan orang, plus aktifitas malam pertama. Itu semua butuh stamina yang super.

Ketiga, cari tahu kebiasaan pasangan sebelum tidur. Apakah suka lampu yang terang/ gelap saat tidur, pake AC/ tidak,  kalo tidur ngorok/ tidak, dll. Jangan sampai moment indah malam pertama rusak karena  suara ngoroknya gede banget atau si cewek selimutan terus karena ga tahan kena AC  *halah-halah*
Keempat, cari tempat yang baik untuk malam pertama dan bulan madu. Bisa di hotel, di sebuah pulau, suasana laut atau pegunungan, ke luar negeri juga boleh tergantung bujet. Tidak perlu mengajak bapak, ibu, om, tante, saudara apalagi tetangga. Ini bukan piknik, cukup berdua saja dan tanpa handphone.

Kelima, tidak ada salahnya sebelum pernikahan cek kondisi kesehatan, jangan malu atau ditutup-tutupi toh dia akan jadi suami/ istri sendiri.  Bisa berabe kalo malam pertama si cewek lagi keputihan, si cowok lagi ga bisa pipis, gatal-gatal. Idealnya periksa kondisi kesehatan ke dokter bersama-sama, mengetahui riwayat penyakit atau check up.

Terakhir, lakukan dengan dengan dasar cinta dan sayang. Malam pertama bukan malam penyerahan keperawanan dan memulainya kewajiban istri untuk melayani suami, it’s not obligation!. Malam pertama lebih kepada penyatuan dua insan, demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Selamat menikmati malam pertama 😀

Mengobati Ejakulasi Dini

Belum lama ini saya baru menyembuhkan pria separuh baya yang mengalami ejakulasi dini. Sebenarnya saya ga  ahli untuk menangani masalah seksual… merit aja belum hehehe. Untuk menjawab pertanyaan itu saya banyak membaca literatur buku, jurnal kedokteran, tulisan Prof Wempi, buku-buku seks di Gramedia.

Diberbagai macam teksbook yang saya baca, saya bisa mengambil benang merahnya kalo ejakulasi dini bisa disembuhkan dengan therapy seks dan komunikasi yang baik dengan pasangan. Jangan sungkan/ malu untuk membuka diri, para istri dapat membantu dan berperan aktif untuk menentukan waktu ejakulasi suami. Gambar diambil disini.

Dibukunya Ibnu Khalis, “Selain Nikamat, Seks itu Sangat Menyenangkan”, April 2011, hal 84-85, ada tuh cara-cara bagaimana mengobati ejakulasi dini. Silakan dibeli dan baca. Dibuku-buku lain juga banyak kok masalah seksual seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi, masturbasi, kelainan seksual dan penyakit seksual.

Buat Bapak dan ibu semoga kehidupan seks dalam keluarga selalu nikamat dan menyenangkan 😀

Update Maret 02, 2012

Salah satu langkah untuk mengendalikan ejakulasi alah dengan mengtahui, mengenal tubuh pasanga, tahu bagian mana yang lebih banyak ingin dirangsang dan diexplore. Salah satunya dengan terapi fisik yang dapat dilakukan dengan bantuan pasangan wanita, caranya sebagai berikut:

  1. Wanita melakukan masturbasi terhadap pria dengan posisi pria berbaring terlentang, sampai pria merasa ingin orgasme dan ejakulasi.
  2.  Pada saat pria merasa ingin orgasme dan ejakulasi, wanita menekan penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah selama beberapa detik untuk mencegah terjadinya ejakulasi.
  3.  Wanita melakukan masturbasi terhadap pria sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke dalam vagina dalam posisi wanita di atas tanpa melakukan gerakan. Bila pria merasa akan ejakulasi, wanita segera mengangkat tubuhnya dan menekan penis seperti pada langkah sebelumnya. Selanjutnya rangsangan dengan masturbasi diulang lagi, dan dilanjutkan dengan hubungan seksual seperti di atas.
  4.  Dilakukan setelah beberapa hari melakukan latihan di atas. Pada langkah ini, pria boleh melakukan tekanan untuk mempertahankan ereksinya selama berhubungan seksual dengan posisi wanita di atas.
  5. Dilakukan bila pria sudah lebih mampu mengendalikan ejakulasi. Pada langkah ini pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan posisi samping. Kalau dengan posisi ini pria mampu menahan ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi pria di atas.

Jadi inti dari terapi ejakulasi dini adalah membiasakan pria dengan ereksi dan mencegah terjadinya ejakulasi. Jika proses ini diulang terus-menerus, lama kelamaan pria akan terbiasa dan ejakulasi dini dapat dicegah. Sumber disini ejakulasidini.org. Semoga bermanfaat.

Dampak Psikis Setelah Aborsi

Setiap hubungan seksual baik yang sudah atau belum menikah pastinya berpeluang terjadi kehamilan. Lantas dalam menghadapi kahamilan yang tidak diinginkan seringkali yang terlintas dikepala adalah ABORSI. Penyebab dan alasan tindakan aborsi bermacam-macam: malu kepada keluarga, khilaf/ nafsu, kebanyakan anak, hamil diluar nikah, pemerkosaan, penyakit, tidak mau punya anak,  sampai kegagalan program KB. Lantas apakah setelah aborsi masalah selesai? tentu tidak, ada berbagai dampak yang terjadi seperti berikut ini:

8 hari lalu aku aborsi, setelah bergumul sendiri selama 6 minggu akhirnya aku memutuskan hal tersebut. Tidak ada yang memaksaku, pacarku mau tanggungjawab, tapi aku sendiri yang ketakutan akan mempermalukan keluarga. Aku pilih diam dan akhirnya meledaklah pertahananku antara tega dan tidak.

Yah aku berhasil, janinku keluar. Tetapi alangkah terkejut diriku mendapati janinku telah berbentuk. Janin merah ada tangan, kaki mata, telinga yg kecil, ari-ari, lucu imut. Dia berumur 3bulan. Awalnya aku lega sungguh lega sekali, tapi 3 hari kemudian aku menanyakan pada pacarku dimana anakku, aku bercerita bahwa janinku bergerak dalam perut, aku gila aku yakin kemarin cuma mimpi aku masih hamil. Aku begitu menyesal, berdosa pada janin dan pacarku karena mengajaknya jatuh dalam dosa aborsi.

Dan kini setelah aborsi, aku mulai mengingat apa alasan aku aborsi. Ternyata apa? Aku ga nemuin satu pun alasan yang kuat dan masuk akal! Semua karena aku kalut dan risau, maka tidak terpikir olehku hal yang jernih.

Jika kamu cewek, ini akan lebih berat karena kita punya naluri seorang ibu. Saat ini mungkin belum ada naluri itu, tapi nanti apabila kamu sudah aborsi kamu pasti akan menyesal sekali.

Jika kamu cowok, beranilah, bertanggungjawablah dan tegaslah, jangan sampai disaat semua terjadi kamu menemukan cewek kamu seperti orang gila yang mencari anaknya dan menangis tiada henti. Doaku agar kalian tidak bernasib sama. NN Continue reading “Dampak Psikis Setelah Aborsi”

Memperingati Hari Farmasi

Apakah ada yang ingat kalo setiap tanggal 13 Februari diperingati sebagai hari Persatuan Farmasi Indonesia? ataukah kita lupa karena disibukan dengan persiapan menjelang hari Valentine. Sebagai farmasis tidak ada hal yang istimewa yang saya lakukan karena inti dari pelayanan kefarmasian adalah Pharmaceutical care kepada masyarakat. Saya sudah melaksanakannya setiap hari 24 x7 dan tidak hanya terbatas pada tanggal tersebut. Gambar diambil disini.

Hari Farmasi bagi saya tidak dilakukan dengan upacara bendera, baksos untuk bencana alam, kunjungan ke panti, melaksanakan seminar nasional, penggalangan dana, gerakan sosial dan lainnya. Sebagai Farmasis/ Apoteker, saya melakukan apa yang bisa saya lakukan, seperti menjawab banyak email perhari untuk konsultasi, YM-an online konsultasi kesehatan/ curhat, membantu membelikan obat bagi pasien didaerah terpencil, membalas komentar dan membuat postingan. Continue reading “Memperingati Hari Farmasi”

%d bloggers like this: