Ayo Makan Makanan Bersifat Alkali

pexels-photo-96974

Banyak banget yang mengalamai masalah pencernaan. Kalo sudah seperti ini minum obat-obatan sepertinya hanya untuk mengurangi sakit yang bersifat sementara, ada baiknya kita hilangkan sumber penyakitnya yaitu dari apa yang kita makan, seperti ada istilah yang menyebutkan “You are What you eat”. Ayo mulai dari sekarang perbaiki apa yang kamu makan dan mulailah lebih banyaklah mengkonsumsi makanan yang alkali. Apa sih? saya jelasin ya.

Dalam pembagian pH makanan, dibagi menjadi 3 bagian yaitu Acid food, Netral dan Alkali food. Acid food bersifat bersifat asam, buka rasanya asam tetapi pH makanannya bersifat asam anatara pH 3-6. Makanan ini seperti aneka dari daging, produk susu, aneka makanan olahan (apapun macamnya, makanan ini sudah mengalami prose pengolahan, seperti sosis, nuget, chips, dll), gula-gula, permen, aneka kue, alkohol, minuman bersoda, roti-roti, aneka mie, ikan, makanan cepat saji, dll. Makanan ini memang sangat enak dimulut and so yummy namun cenderung sulit untuk dicerna.

Kalo pH 7 itu bersifat netral seperti minum air putih. Minuman ini memang wajib dikonsumsi setiap hari agar pencernaan sehat. Jangan luka 8-10 gelas setiap hari atau sekitar 2 Liter.

Selanjutnya Alkali food, makanan yang bersifat basa dengan kisaran pH 8-10. Makanannya seperti sayuran hijau seperti (Lettuce, kale, kembang kol, celery), Buah Bit yang berwarna merah, alpukat, apel, lemon atau jeruk nipis, kacang-kacangan, biji-bijian, aneka buah, herbal lainnya. Minum segelas jeruk nipis/ lemon dan air hangat dipagi hari sangat baik untuk kesehatan lambung dan pencernaan.

Alkali food memang sangat baik untuk pencernaan dan makan, makanan raw food (makanan yang tanpa proses pengolahan lanjutan seperti goreng, tumis, bakar, lainnya) jauh lebih sehat loh.

Ayo makanlah makanan yang mudah dicerna agar perncernaanmu makin sehat dan cintailah apa yang kamu makan… jangan hanya mencari sensasi rasa yang enak dilidah tapi juga baik untuk ususmu. Stay healthy and beautiful.

Laskar Pelangi Sorong Kembali

Saya pernah bersekolah di Sekolah Dasar Negeri 3 HBM Sorong dari kelas 1 sampai kelas 3 di Papua Barat. Tempat itu memberikan banyak sekali memori masa kecil yang sangat menyukakan di masa 80-an akhir.

Adalah sebuah kebanggaan buat saya karena saya melihat diri saya persis seperti Lintang di film Laskar Pelangi dari Sorong Papua Barat. Bukan kehidupannya tetapi kepintarannya. Disana saya anak terpintar dikelas (memuji diri sendiri boleh ya) karena dirapot selalu ada tulisan “Rangking 1”. Bagaimana tidak, karena saya sudah lebih dulu belajar, sehingga saat teman lainnya masih mengenal huruf saya sudah belajar membaca, begitu juga soal tambah-tambahan dan kali-kalian.

Berbicara tentang kenangan masa kecil tidak ada habisnya, saya akan selalu ingat pernah pergi ke kantor Bea Cukai tempat bapak bekerja yang terletak diatas bukit dengan pemandangan laut yang indah lokasinya tak jauh dari tembok Berlin, berlibur ke pantai tanjung Kasuari dengan jalan yang belum rata, makan ikan segar sepuasnya setiap hari dengan harga murah, natalan yang penuh dengan sukacita (mayoritas disana kristen jadi berasa banget natalannya) dan aroma kue-kue natal dari tetangga. Rumah kami di daerah Remu memberikan banyak kisah salah satunya kisah “homuk” seorang preman pemabuk yang sering mengganggu saya dan kakak, belasan soang yang selalu mengejar saya sewaktu berangkat sekolah, suasana sekolah yang indah meskipun didepan sekolah adalah bukit kuburan, belanja di Yohan dan masih banyak lagi.

Namun kenangan indah di Sorong itu terhenti tatkala bapak harus berpindah tugas ke Sumatera di kota Jambi, kami harus pindah namun sebelum berangkat naik kapal Umsini dari Sorong ke Jakarta, saya berjanji dalam hati bahwa suatu hari nanti saya akan ketempat ini, tempat yang memorable buat saya.

Lebih dari seperempat abad kemudian, mimpi itu baru saja terealisasi, ditahun ini sebulan lalu saya baru kesana untuk merealisasikan mimpi itu dalam sebuah perjalanan pelayanan. Perjalanan direct flight Jakarta ke Sorong selama 4 jam lebih itu terasa singkat, setelah sampai dan sarapan pagi, hal yang pertama saya lakukan adalah ke rumah masa kecil. Ditemani oleh Ibu Purnomo yang juga bude saya, kami kesana walau ditemani gerimis hujan rintik-rintik, seperti ada perasaan campur aduk saya antara suka senang haru sedih campur jadi satu.

Rumah itu memang sudah jauh berbeda dengan rumah masa kecil saya karena sudah direnovasi total namun atmosfirnya masih sama, kamipun memberanikan diri masuk dan menyapa pemilik rumah tersebut, ternyata pemilik rumah dinas itu juga sama dengan saya, sebuah keluarga dengan tiga orang anak yang masih juga seusia saya waktu itu, ayahnya juga sama bekerja di Bea Cukai yang sudah 3 kali berpindah-pindah tugas. Kamipun sempat berfoto bersama. Senang sekali.

Kemudian kami berlanjut ketujuan selanjtunya yaitu sekolah saya tercinta, sekali lagi perasaan saya campur aduk antara boleh masuk atau tidak, dan bersyukur hari itu baru saja anak sekolah pulang dari ujian sehingga sekolah sepi hanya tinggal guru-guru yang sedang berdiskusi dan koreksi. Kami memberanikan diri untuk masuk dan memperkenalkan diri, bercerita siapa saya dan bahkan mereka sangat ramah dan memperbolehkan kami untuk berfoto bersama para guru.

Kedua kejadian itu sangat berkesan sekali, entah tiba-tiba memori dikepala saya jadi seperti flash back kembali dimana letak kelas saya, jalan yang saya lalui seperti sebuah memori puzzle yang hilang dipersatukan kembali. Tak habis-habis kalimat syukur datang meluncur dari mulut saya, terima kasih Tuhan untuk momen ini.

Setelah berfoto kami pamit dan hari-hari selanjutnya saya lakukan dengan mengunjungi tempat-temapat di kota Sorong, melihat tembok berlin di Sore hari, berbelanja ke pasar ikan disamping laut. Lengkap dengan penjual bumbu-bumbu dan papeda.

Juga melihat kapal-kapal di pelabuhan rakyat yang menyebrangkan para turis dari Sorong ke Raja Ampat. Melakukan tugas pelayanan untuk guru sekolah minggu, melihat peresmian gereja kami yang baru, mengunjungi gereja kami yang dulu banget di Malanu Pasir, mengunjungi yang sakit dan lembur mempersiapkan makanan.

Tak lupa pula kami mengunjungi keluarga kami di daerah Aimas melewati jalan-jalan baru yang sangat mulus dan indah pemandangannya, yang dulunya perjalanan sangat jauh, lama dengan moda transportasi yang tidak memadai kini sudah berubah berkat pembangunan jalan di Papua oleh presiden Jokowi.

Pengalaman ini memberikan sebuah pesan yang dalam buat saya bahwa apapun yang kamu mimpikan, akan benar-bernar terjadi jika kamu percaya. Yakinlah itu. Pengalaman masa kecil yang indah memang tidak akan terulang lagi, gunakanlah momen itu dengan baik dan jika dilain waktu kami kembali ke tempat masa itu… tempat itu tidak pernah hilang karena itu akan selalu ada dihati. Sorong akan selalu ada didalam hati, karena saya akan tetaplah laskar pelangi dari Sorong.

Kisah Perjalanan ke Tule (part 1)

Tahun 2018 merupakan tahun yang begitu istimewa dalam babak kehidupan saya karena ditahun ini saya mendapat kesempatan untuk melayani tenaga pengajar khususnya untuk mensosialisasikan Materi Pengajaran Anak kepada guru sekolah minggu di seluruh distrik di Indonesia. Pulau Jawa dan Sumatera sudah saya kunjungi, bulan ini tibalah waktu untuk ke Sulawesi.

Saya ingin berbagi cerita pada perjalanan yang sangat mengesankan, terlalu indah untuk saya nikmati sendiri, disebuah tempat bernama Tule. Letak desa Tule berada di kecamatan Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, provinsi Sulawesi Utara.

Jumat, 20 April 2018

Beberapa jam sebelum berangkat, sebuah pengalaman yang mengharukan baru saja terjadi, saat semua tempat penyewaan proyektor menolak untuk disewa ke luar pulau dan semua teman/ kenalan yang punya proyektor juga tidak dapat kami pinjami, bahkan beberapa jam sebelum berangkat kami hanya bisa pasrah. Namun dengan pertolongan Tuhan, disaat terkahir, seorang guru pra sekolah minggu berkenan meminjamkan proyektor pribadinya untuk saya bawa ke Tule, Sulawesi. Terimakasih mba…

Setelah semua peralatan lengkap, saya berangkat dini hari pukul 01.55 dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Sam Ratulangi, Menado.

Pada perjalanan kali ini saya ditemani Willie Bernardi, sosok yang sangat menginspirasi, jago main musik, fasih berbahasa Jerman, inggris, suka foto, sangat cool and so high (bahkan dengan high heel, percayalah tinggi saya hanya dibawah pundaknya).

Setelah sampai di Bandara Sam Ratulangi sekitar jam 06.30 kami masih harus transit beberapa jam lagi, disana kamipun berjumpa dengan ED. Aris Kusnandar dari Menado yang ikut bersama kami menuju Tule. Setelah jam 10.00 kami untuk melanjutkan perjalanan naik pesawat selama sejam munuju sebuah pulau bernama Pulau Karakelang dan mendarat di bandara Melonguane. Saya senang sekali ketika akhirnya mendarat disini, Selamat datang di Melonguane. Nama ini sangat unik, mendengar Melonguane seperti tidak berasa di Indonesia. Yup benar saja, karena pulau ini merupakan salah satu pulau dibaris terdepan di utara Indonesia, letaknya juga sangat dekat dengan pulau Miangas, perbatasan langsung Indonesia dan Filipina.

Saat kami mendarat di bandara Melonguane ternyata bandaranya kecil dan sederhana, mudah mudahan bandara yang baru bisa segera rampung. Kamipun baru tahu bahwa beberapa tahun yang lalu jika ingin ke Melonguane hanya bisa ditempuh dengan jalur laut yang sangat sulit, kebayang besarnya ombak samudra. Kami bersyukur karena sekarang sudah setiap hari, ada satu kali pulang pergi penerbangan dari dan Menado ke Melonguane. Kami disambut dengan hangat oleh gembala setempat namanya Hd. Besinung. Setelahnya kami makan disebuah rumah makan Panorama, tempat makan dengan pemandangan laut khas dengan hamparan pasir dan persinggahan kapal-kapal nelayan. Sambil makan, yang bikin keren adalah viewnya panorama khas pesisir. Cantik banget lihat para nelayan dengan perahu mendarat. So pasti menu makannya pasti ikan laut yang segar dan fresh banget.

Setelah itu kami berangkat dari Melonguane menuju Tule sekitar 45 menit. Disepanjang perjalanan pemandangannya sangat menarik dari daerah pesisir dipenuhi dengan banyaknya pohon kelapa, jembatan dipinggiran laut, aneka gereja dihampir setiap beberapa ratus meter dengan keunikannya. Satu hal juga yang buat orang Jakarta seperti saya menjadi heran adalah semua rumah orang di Melonguane pagarnya berbentuk sama, rapih dan berwarna pink, rasanya seperti berada dalam sebuah cluster amat besar. Ternyata ini adalah salah satu program dana desa untuk pembangunan pagar. Buat pink lover kalian pasti amat senang disini. Sepanjang jalanan memandang suasananya pagar pink. Foto diambil dari dalam mobil.

Naik mobil di Tule tidak boleh cepat-cepat, bukan karena indahnya pemandangan yang terlalu sayang untuk dilewatkan namun karena ada aktivitas dipinggir jalan raya. Bayangkan saja sinyal telpon berjenis smartphone amat susah digunakan, yang menjadi raja adalah handphone jadul yang hanya bisa dipake buat telpon dan SMS dengan operator Telkomsel. Lantas apa hubungannya dengan jalan? ya, sinyal hanya tersedia di jalan raya, tidak ada sinyal didalam rumah jadi kalau mau telpon atau SMS harus ke jalan raya. Jadi jangan heran kalo disana banyak orang duduk/ berdiri dijalan raya bahkan kawanan anjing-anjing sangat suka untuk duduk-duduk jadi penguasa jalan raya.

Setelah 45 menit perjalanan kami sampai di Tule dan disambut oleh warga sekitar, tidak seperti di Jakarta yang umat kristianinya sedikit disana mayoritas adalah umat kristiani, jadi semua yang menyambut kami adalah jemaat gereja kami sendiri yang tinggalnya juga sangat dekat dari rumah ke gereja. Disana karena letaknya yang dekat maka Willie tinggal disebrang gereja, rumahnya Hd. Besinung, sementara saya tinggal rumah ibu Albertina Masoara yang letaknya hanya beberapa rumah disamping gereja.

Ibu Tina adalah sosok yang sangat terpelajar S1 lulusan pendidikan guru sekolah dasar di Universitas Negeri Menado, seorang guru di TK pertiwi Tule. Saya begitu mengagumi sosoknya yang penuh semangat, energik dan begitu melayani pekerjaan Tuhan. Dengan pengalamannya itu beliau juga mengajar dengan penuh semangat anak-anak sekolah minggu. Di Tule jumlah anak sekolah minggu setiap mengajar sekitar 40-50 orang.

Sorenya sambil asyik mengobrol untuk persiapan besok saya mengajar, kami makan berdua dengan lahapnya. Tidak seperti di Jakarta yang selalu makan nasi disana, makan talas, ubi atau jagung itu makanan pokok. Talasnya sangat enak dan terlebih adalah aneka ikan segar yang benar-benar segar dengan dabu-dabu yang pedas. Wiuh, sungguh enak rasanya.

Malamnya kami ke gereja untuk mempersiapkan peralatan baik laptop, proyektor, karton yang di tempel di dinding, keyboard, aneka peralatan materi. Juga yang tak kalah penting adalah bensin dan genset karena besok rencanya pemadaman bergilir. Di Tule setiap selasa dan sabtu adalah jadwal mati lampu. Saya tidak habis pikir kenapa bisa begitu? ternyata memang begitu keadaannya, dan bahkan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya listrik bisa mati mendadak selama ber jam-jam, yang terpenting untuk acara besok kami sudah antisipasi.

Malamnya kami menghabiskan waktu dengan berbicara dengan saudara-saudari dipinggir jalan. Sempat mencoba telpon ke Jakarta tapi sinyal susah. Smartphone saya terlalu canggih untuk digunakan. Hanya handphone jadul milik ED Aris yang aktif menyala.

Walau tanpa handphone, sinyal internet dan apalagi gooling, saya tetap merasakan kegembiraan. Kenapa? karena kalo malam disini seperti di Planetarium. Bayangkan diatas langit yang gelap, kelap kerlip di langit semua bintang bintang bercahaya. Sungguh indah teramat indah untuk dibayangkan. Saya bahkn bisa tiduran direrumputan pinggir jalan raya sambil memandanginya. Sayang tidak ada handphone low light yang bisa menangkap indahnya pesona malam itu.

Selamat tidur dulu. Tidur yang nyenyak untuk persiapan besok dengan pengalaman yang lebih mengagumkan. Bersambung…

Buku Tukangobatbersahaja

menulis buku

Menulis memang sudah jadi passion saya sejak dulu dan saya ga pake rumus apa-apa, just write in, focus and consistent.  Sampai akhirnya diawal tahun ini, saya dipertemukan dengan ibu Deka Amalia yang menguatkan tekad saya untuk mendokumentasikan tulisan saya di blog ini kedalam sebuah buku. Yes, finally i have my own book…

Well, dalam beberapa bulan ini saya akan rajin didepan laptop buat mengetik dan membaca banyak sumber referensi buku. Ternyata teman-teman saya sangat antusias akan kehadiran buku ini, beberapa bahkan ada yang sudah menawarkan diri untuk membantu, wah jadi tambah semangat.

Doakan ya agar buku ini bisa segera terbit dan bisa bermanfaat seluas-luasnya buat sesama. Oke until then stay healthy and beautiful.

Salam
Rina Susani, S.Farm., Apt

Tidak Jualan Obat : Kurus Aborsi Perkasa

Diblog saya ini, beberapa orang  atau bahkan banyak yang minta obat kurus, obat aborsi, obat perkasa pria bahkan penghilang silikon, dll. Saya mungkin sudah kaya raya kalo jualan obat begituan tetapi itu tidak sejalan dengan hati nurani, pembohongan publik dan visi misi dari blog tukangobatbersahaja[dot]com. Blog ini ada untuk membagikan ilmu pengetahuan seputar kesehatan dari kacamata seorang farmasis.

Saya jelasin satu persatu, pertama obat kurus atau pelangsing. Mereknya banyak banget baik dari bentuk tablet, kapsul, jamu, sachet, alat kesehatan, slimming tool. Sebenarnya lucu aja sih, semua hanya marketing tool untuk memberi mimpi.  Kalo pola makan dan pola hidup tidak berubah, mau makan obat apapun ga ada gunanya. Eek yoyo malah akan terjadi dan lebih gemuk.

Kedua adalah obat aborsi, Mereknya juga banyak, bahkan ada yang jualan terang terangan tetapi apakah itu aman? i tell you a big secret that is so dangerous! Jangan mau dibodohin pake obat aborsi. Memangnya masalahmu akan selesai setelah aborsi? tidak. Aborsi justru menimbulkan masalah baru karena keluarnya janin yang dipaksa dapat menimbulkan infeksi dan kerusakan rahim.  Masih ada cara terbaik selain menelan pil aborsi. Kalopun tidak terjadi infeksi dan penyakit lainnya, pikirkanlah rasa bersalah yang harus kamu alami seumur hidup. Itu semua ga sepadan.

Terkahir itu obat perkasa, biasanya sih banyak permintaan dari pria-pria yang kurang percaya diri dengan apa yang sudah dimililiki (ingin lebih besar, kuat, panjang). Banyak cara yang dilakukan seperti minum obat kuat dari kimia, obat tradisional, ektrak herbal dengan berbagai merek, sampai pake minyak untuk dioles, dipijat bahkan suntik silikon.

Saya telah mempelajari mendalam mengenai obat mempertahan ereksi ini, baik obat kimia maupun berbagai ekstrak dari tanaman. Yang menjadi kekhawatiran saya adalah efek samping lebih berbahaya dibanding kegunaannya. Gooling aja efek samping PDE5 Inhibitor seperti Sildenafil, Tadalafil. Apakah jenis tanaman ekstrak memberikan pengaruh signifikan? tidak, mereka cuma booster aja.  Yang paling bahaya kalo ikutan disuntik silikon, wah bahaya banget, ga ada pil yang bisa menyedot silikon keluar. Prihatin.

So mulai dari sekarang lebih cintai dirimu sendiri, tidak perlu pake obat-obatan untuk terlihat kurus. Pacaranlah yang sehat, no free sex maka hidupmu aman. Terakahir tubuh yang sudah dari Tuhan disayangi dan jangan dirusak.

So jangan tanya lagi obat-obatan itu karena saya tidak akan menanggapi.  Terimakasih

 

Kunci Kesehatan Dengan Menutrisi Sel Tubuh

Sudah lama ya saya tidak menulis lagi disini. Saya mau sharing apa yang menjadi pemahaman baru saya mengenai kunci untuk menjaga kesehatan.

Selama ini saya percaya bahwa kalo kita mau sehat maka kita harus menjaga pola makan, bergaya hidup sehat dengan makan sehat, sayur, buah, minum air putih cukup dan olah raga teratur. Jika sakit, maka harus berobat ke dokter dan akan diberikan pengobatan farmasi untuk menyembuhkan penyakit dan saya sembuh.

Namun satu hal yang membuka tabir pemikiran saya ketika ibu saya sakit. Beliau orang selalu sehat sampai diumur 60-an dan sangat bergaya hidup sehat.  Mengapa dia bisa sakit? jawabannya karena nutrisi sel dalam tubuhnya menurun.

Matanya mengalami kekeringan setelah operasi katarak. Dokter malah memvonis hal ini tidak akan sembuh selamanya, ibu terus mengalami kekeringan pada, mata perih, kemerahan, silau  saat ada matahari. Sudah pake obat tetes dan salep dari dokter tidak terlalu banyak membantu.

Singkatnya ibu saya kembali pulih dan punya kualitas hidup yang lebih baik. Kini ia bisa melihat sinar matahari, tidak pake kacamata hitam lagi, red eyes tidak ada lagi, hanya perlu ditetesi obat tetes mata biar ga kering. apa yang saya lakukan? memberikan salep antibiotik, obat inflamasi atau lainnya? tidak. Kemungkinan besar ibu mengalami kurang nutrisi pada pengelihatannya, jadi saya berikan nutrisi mata yang mengandung Lutein, Zeaxanthin, Bilberry ext dalam bentuk tablet supplement mata Usana. Puji Tuhan dalam waktu beberapa hari dia mengalami pemulihan yang luar biasa.

So mulai sekarang, jika kamu mengalami sakit ringan/ berat, apapun itu atau sering merasa mudah capek dan mudah sakirt, bahkan yang sedang dalam pengobatan dokter dan belum sembuh, pikirkanlah apakah nutrisi tubuhmu sudah cukup? menutrisi tubuh itu seperti menyeimbangkan kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh setiap harinya.

Apa sih yang kamu makan setiap harinya? apakah sudah cukup bergizi dan bernutrisi untuk tubuh, atau jangan-jangan kita lebih banyak makan tidak sehat dan junk food hehehe.

Pahamilah bahwa tubuh itu adalah kumpulan dari milyaran bahkan trilyunan sel. Setiap sel didalam tubuh memiliki fungsi masing-masing. Untuk membuat fungsinya terus bekerja maka setiap sel perlu makan dengan diberikan nutrisi yang cukup dan seimbang.

Kunci untuk sehat adalah memberikan nutrisi sel tubuh. Bahwa setiap sel membutuhkan nutrisi seimbang dan ditambah antioksidan. Mengapa perlu ditambah lagi antioksidan? karena polusi, stress, racun, radiasi tanpa kita sadari ada disekitar kita dan sadar/tidak kita selalu terpapar olehnya. Untuk itu antioksidan juga sangat diperlukan. Antioksidan yang paling umum yaitu vitamin C

Apakah nutrisimu sudah cukup dan seimbang?

 

Tukangobatbersahaja : Launching Bioswald

bioswald

Tepatnya tanggal 23 September 2016 lalu saya baru saja melakukan launching sebuah produk yang saya beri nama brand Bioswald. Bioswald diambil dari kata Bio = Life/ Kehidupan dan Oswald = Power/ Kekuatan, ketika digabungkan berarti Power of Life – Kekuatan dalam kehidupan.

Produk ini adalah buah pemikiran/ ide yang datang semasa saya duduk dibangku sekolah dimana saya mengalami bau kaki yang menyengat padahal sepatu dan kaos kaki saya rutin dicuci. Sering saya berpikir, ada ga sih produk yang bisa bikin kaki saya ga bau, mahal dikit ga apa-apa deh saya pasti beli yang penting bisa ampuh mengusir bau kaki.

Dan ketika saya diberi kesempatan untuk belajar sebuah teknologi terbaru dari Amerika mengenai “Novel system smart control release ion for improve durability antimicrobial” saya merasa ini klop sekali dengan impian semasa kecil dan saya ingin merealisasikannya menjadi nyata. Setelah berkali kali melakukan trial and production maka lahirlah Bioswald.

Disetiap produk Bioswald didalamnya terdapat teknologi “Smart Control release ion” tersebut sehingga dalam setiap fabric/ kain yang digunakan dapat meminimalisasi timbulnya bau meskipun berkali-kali dicuci pakai. Bau sendiri muncul karena adanya microorganisme dan akan semakin hidup berkembang biak jika terdapat kelembaban, temperatur/ pH, reseptive surface dan nutrient.

Saya sangat berharap agar produk ini dapat menjadi jawaban atas masalah yang ada sehingga produk Bioswald dapat memberikan nilai tambah yang inovatif pada sebuah produk untuk dapat lebih meningkatkan kualitas hidup yang sehat. Konsep produk yang Clean and Healthy.

Seperti apa sih Bioswald dapat membantu meningkatkan kualitas hidup yang sehat?
Kita sama-sama tahu kalo kaos kaki berfungsi untuk melindungi kaki dari gesekan kaki dan alas kaki, membuat kaki tetap hangat dan lain-lain, namun seringkali produk kaos kaki yang kita gunakan membuat kita tidak nyaman karena bau yang menyengat yang ditimbulkan sehingga kesannya jorok, tidak sehat padahal sudah dicuci. Dengan memakai produk Bioswald, pemakainya  percaya diri karena tidak bau yang timbul dan merasa lebih sehat karena microorganisme yang buruk dapat diminimalisir.

Selain kaos kaki, bulan ini Bioswald baru saja meluncukan sebuah produk innerwear for hijab, bahasa gampangnya Ciput (daleman buat pake hijab). Sebenarnya ini keinginan teman saya yang memakai hijab karena setiap hari keringatan naik motor yang membuat kepalanya keringetan dan jadi bau hehehe. Dia minta dibuatkan Ciput yang bisa ngilangin bau dikepalanya sehingga ga malu deket-deket kliennya.

Jika kamu merasa memiliki masalah yang sama yaitu bau yang menyengat pada kaki atau bau pada pada kepala yang berhijab kamu dapat mencoba sendiri produk ini.

Bioswald dijual dengan harga Rp 65.000/ pcs
Saat ini baru tersedia warna hitam untuk kaos kaki dan Ciput
Hubungi saya di kolom “contact me” atau langsung email ke rina_apt@yahoo.com