Annual Awards Night 2019

1989 (10)

Acara Annual Awards Night 2019 di Raffles Hotel Jakarta tanggal 10 April 2019 sangat berkesan dalam hidup saya karena dihari tersebut saya bersama para qualifier dari seluruh Indonesia mendapat kesempatan untuk melakukan gala dinner dimalam penghargaan dan mendapat apresiasi atas kerja keras yang sudah dilakukan.

Sebagai seorang perencana keuangan independen, saya juga berafiliasi dengan PT Sunlife Finansial Indonesia untuk bekerja sama dalam perencanaan keuangan dalam produk-produk jasa keuangan untuk mencapai tujuan keuangan setiap individu atau perusahaan baik untuk proteksi income, pendidikan anak, dana pensiun, uang pesangon untuk karyawan,  pengelolaan warisan, asset allocation pribadi dan perusahaan  yang semua tujuan tersebut dapat  mampu memberikan  nilai tambah bagi nasabah/ klien saya.

Mengapa saya sharing tentang malam penghargaan ini? karena sesungguh tujuan pekerjaan ini sangat lah mulia. Untuk itu saya mengajak masyarakat di Indonesia untuk merubah cara pandang yang keliru terhadap asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan investasi.

Saya ingin mengajak dan mengedukasi kapada masyarakat di Indonesia untuk sadar keuangan dan melek terhadap investasi. Saya perencana keuangan yang profesional dan sudah membuktikan diri saya untuk semua pencapaian ini. Mari kita wujudkan Indonesia yang Sadar Finansial. 

Untuk melihat keseruan acara Annual Awards Night 2019 tersebut, yuk nonton video lengkapnya disini https://www.youtube.com/watch?v=Q998VznKi3I&t=7s

Hidup Sehat, Mapan secara Finansial

Rina Susanti, S.Farm., Apt, QWP

 

Perencanaan Keuangan Bersama Finansialku

Rina Susanti Bersama Melvin Mumpuni Finalsialku

Tanggal 30 Januari 2019 lalu saya mengikuti seminar Perencanaan keuangan bersama Melvin Mumpuni, founder dari Finansialku di Jakarta. Satu hal yang menarik yang ingin saya sharingkan adalah mengenai Piramida Keuangan. Bayangkan ada 3 tingkatan dalam piramida tersebut, yaitu  Keamanan keuangan, Kenyamanan keuangan dan Distribusi kekayaan.

Piramida Keuangan

Setiap pribadi, keluarga atau perusahaan tentu ingin mencapai mencapai tingkatan tertinggi. Ibarat sebauh anak tangga maka semua harus dimulai dari undakan yang pertama yaitu keamanan keuanagan. Untuk mencapai keamanan keuangan maka setiap pribadi harus memiliki “Dompet”, Apa saja isinya? yaitu cash flow yang baik, punya dana darurat (jumlahnya 6 x penghasilan), Kredit yang sehat. Setelah itu memiliki “Payung” yang artinya memiliki perlindungan yaitu asuransi untuk melindungi dari resiko kehidupan. Jika sudah punya Dompet dan Payung tadi maka kita aman secara keuangan.

Tetapi hidup ga cuma aman saja perlu naik ke step selanjutnya yaitu Kenyamanan Keuangan. Gambar yang pertama “Grafik ” yang artinya perlunya investasi untuk mencapai tujuan finansial seperti berinvestasi di reksadana, Saham, P2P Lending, Obligasi, Surat Berharga, dll. Semua investasi tersebut ditujukan untuk mencapai tujuan keuanagan (financial goal). Gambar selanjutnya “Wajah” buka sembarang wajah tetapi gambar wajah bahagia di hari tua karena telah mempersiapkan Dana hari tua/ Pensiun, dan sudah memiliki penghasilan hidup dari pasif income.

Terakhir Distribusi kekayaan atau bahasa kerennya Estate planning, setelah kita sudah mapan dan hidup tua tentunya kekayaan itu akan diberikan kepada generasi selanjutnya, dalam estate planning / rencana waris ini  bertujuan untuk mendistribusikan kekayaan seseorang ke generasi selanjutnya dengan matang untuk meminimalisasi keributan dalam keluarga. Pemilik kekayaan juga berhak untuk memberikan kekayaannya kepada keluarga, yayasan, badan hukum atau pihak-pihak lainnya.

So mulai dari sekarang, make a plan and do it!. Mulailah buat perencaan hari depanmu dan lakukan segera, mulai dari start awal keamanan keuangan dengan membuat dana darurat, cash flow, kredit yang baik dan punya asuransi.

Make a plan and get your financial freedom come true – Melvin Mumpuni

 

 

Apa sih Fungsi Profesi Perencana Keuangan?

rawpixel-620227-unsplash

Financial Planner atau Perencanaan keuangan menurut Financial Planning Standards Board Indonesia adalah proses untuk mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan secara ter-integrasi dan terencana. Yang termasuk dalam tujuan hidup seseorang antara lain: menyiapkan dana pendidikan bagi anak, menyiapkan dana hari tua bagi dirinya dan pasangan hidupnya, menyiapkan dana untuk memiliki rumah, menyiapkan warisan bagi keluarga tercinta, menyiapkan dana untuk beribadah haji dan lain lainya. (Sumber gambar dari disini)

“Dari sudut pandang praktisi perencanaan keuangan, perencanaan keuangan merupakan koordinasi dalam bekerja bersama dengan klien untuk menentukan dan mencapai tujuan-tujuan hidup spesifik klien, dievaluasi, diprioritaskan dan disesuaikan dengan setiap perubahan dalam kehidupannya dan kondisi keuangan dan ekonomi”. (dikutip dari FPSB disini )
Salah satu komponen penting dalam fungsi perencanaan keuangan adalah mengelola resiko yang dapat berdampak negatif pada kondisi finansial seseorang. Resiko-resiko kehidupan  yaitu:

  • Resiko meninggal dini. Meninggal adalah suatu kepastian namun bagaimana dan kapan seseorang meninggal mempunyai arti berbeda bagi keluarga yang ditinggalkan. Bila pencari nafkah keluarga meninggal dini berarti hilangnya penghasilan dari pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan anak, membayar kewajiban/hutang dan kebutuhan dana sehari hari. Tanpa perencanaan yang baik, keluarga akan berpotensi kesulitan likuiditas saat mengakses harta warisnya.

  • Resiko hidup lama. Hidup yang lama tanpa mempunyai dana hari tua yang memadai seperti dana pensiun, dana pengobatan dan perawatan dihari tua.
  • Risiko menderita sakit kritis seperti stroke, kanker, jantung, gagal ginjal dan lainnya akan menghabiskan hartanya yang harus dijual untuk membiayai pengobatan sakit tersebut. Dana yang seharusnya dapat dikumpulkan untuk yang lain terpakasa habis untuk berobat.
  • Resiko inflasi, juga dapat  merugikan daya beli masyarakat terhadap investasi dikarenakan adanya kenaikan rata-rata dari harga konsumsi. Data inflasi di Indonesia selama 38 tahun (1980-2018) tingkat rata-rata inflasi 9,5% pertahun.

Dengan perencanaan keuangan bukan berarti resiko kehidupan tersebut dihilangkan tetapi  dampak resiko keuangan bagi keluarga dan orang terdekat dapat dialihkan… Inilah yang disebut pengalihan resiko-resiko. Bila kamu membutuhkan perencanaan keuangan hubungi financial planner.

Menunda Kesenangan

piggy bank

Seringkali kita lihat seseorang dari  penghasilan dan gaya hidupnya “life style” sangat bertolak belakang. Baru mampu beli motor tapi sudah pake mobil terbaru, handphone bukan yang biasa tapi udah sekelas IPhone Xs Max atau Samsung Galaxy Note 9, makan-makan enak terus dan posting di sosial media, jalan-jalan ke Korea, Jepang, Eropa tiap tahun. Intinya mau memajukan kesenangan dibayar dimuka dengan cara hutang dulu atau dengan cicilan berbagai kartu kredit tanpa melihat setelahnya.

Tenyata orang-rang dengan tingkat life style seperti itu jumlahnya lebih dari 50% atau bahkan 70%. Lebih banyak mengedepankan gaya hidup “life style” dibandingkan “Wealth Style” gaya yang membuat kita menjadi kaya/ mapan.  Memang gayanya orang mapan seperti apa? mereka pasti mau menunda kesenangan untuk mendapatkan hasil lebih baik.

Tunggu atau turunkan dulu kesenangan sampai cukup penghasilan untuk mendapat pasif income, kemudian dari hasil pasif income ini barulah setelah terkumpul 10 kali dari nilainya, barulah kita beli dengan tunai. Contoh pengen punya mobil Alphard 1 M  maka setidaknya ada aset pasif income 10 kalinya yaitu 10 M, dengan aset 10 M maka tidak akan menggangu perekonomian keluarga. Barulah beli Alphard 1M langsung bayar tunai.

Kalo kecenderungan sekarang kebalik loh, baru punya tabungan 200 juta udah langsung DP Alphard padahal itu uang tabungan untuk kebutuhan keluarga dan cicilan bulanannya masih pakai uang gaji. Jelas itu akan berpengaruh terhadap alokasi dana cadangan, dana sosial, belanja keluarga dan pendidikan anak.

Mari kita perbaiki perencanaan keuangan pribadi/ keluarga, dengan menunda kesenangan kita sampai aset dari pasif income kita cukup untuk membiayai kesenangan maka saat itu kita dapat menikmati kesenangan dengan nikmat dan tanpa beban.

Healthy Life, Wealthy Financial

 

Ayo Makan Makanan Bersifat Alkali

pexels-photo-96974

Banyak banget yang mengalamai masalah pencernaan. Kalo sudah seperti ini minum obat-obatan sepertinya hanya untuk mengurangi sakit yang bersifat sementara, ada baiknya kita hilangkan sumber penyakitnya yaitu dari apa yang kita makan, seperti ada istilah yang menyebutkan “You are What you eat”. Ayo mulai dari sekarang perbaiki apa yang kamu makan dan mulailah lebih banyaklah mengkonsumsi makanan yang alkali. Apa sih? saya jelasin ya.

Dalam pembagian pH makanan, dibagi menjadi 3 bagian yaitu Acid food, Netral dan Alkali food. Acid food bersifat bersifat asam, buka rasanya asam tetapi pH makanannya bersifat asam anatara pH 3-6. Makanan ini seperti aneka dari daging, produk susu, aneka makanan olahan (apapun macamnya, makanan ini sudah mengalami prose pengolahan, seperti sosis, nuget, chips, dll), gula-gula, permen, aneka kue, alkohol, minuman bersoda, roti-roti, aneka mie, ikan, makanan cepat saji, dll. Makanan ini memang sangat enak dimulut and so yummy namun cenderung sulit untuk dicerna.

Kalo pH 7 itu bersifat netral seperti minum air putih. Minuman ini memang wajib dikonsumsi setiap hari agar pencernaan sehat. Jangan luka 8-10 gelas setiap hari atau sekitar 2 Liter.

Selanjutnya Alkali food, makanan yang bersifat basa dengan kisaran pH 8-10. Makanannya seperti sayuran hijau seperti (Lettuce, kale, kembang kol, celery), Buah Bit yang berwarna merah, alpukat, apel, lemon atau jeruk nipis, kacang-kacangan, biji-bijian, aneka buah, herbal lainnya. Minum segelas jeruk nipis/ lemon dan air hangat dipagi hari sangat baik untuk kesehatan lambung dan pencernaan.

Alkali food memang sangat baik untuk pencernaan dan makan, makanan raw food (makanan yang tanpa proses pengolahan lanjutan seperti goreng, tumis, bakar, lainnya) jauh lebih sehat loh.

Ayo makanlah makanan yang mudah dicerna agar perncernaanmu makin sehat dan cintailah apa yang kamu makan… jangan hanya mencari sensasi rasa yang enak dilidah tapi juga baik untuk ususmu. Stay healthy and beautiful.

Laskar Pelangi Sorong Kembali

Saya pernah bersekolah di Sekolah Dasar Negeri 3 HBM Sorong dari kelas 1 sampai kelas 3 di Papua Barat. Tempat itu memberikan banyak sekali memori masa kecil yang sangat menyukakan di masa 80-an akhir.

Adalah sebuah kebanggaan buat saya karena saya melihat diri saya persis seperti Lintang di film Laskar Pelangi dari Sorong Papua Barat. Bukan kehidupannya tetapi kepintarannya. Disana saya anak terpintar dikelas (memuji diri sendiri boleh ya) karena dirapot selalu ada tulisan “Rangking 1”. Bagaimana tidak, karena saya sudah lebih dulu belajar, sehingga saat teman lainnya masih mengenal huruf saya sudah belajar membaca, begitu juga soal tambah-tambahan dan kali-kalian.

Berbicara tentang kenangan masa kecil tidak ada habisnya, saya akan selalu ingat pernah pergi ke kantor Bea Cukai tempat bapak bekerja yang terletak diatas bukit dengan pemandangan laut yang indah lokasinya tak jauh dari tembok Berlin, berlibur ke pantai tanjung Kasuari dengan jalan yang belum rata, makan ikan segar sepuasnya setiap hari dengan harga murah, natalan yang penuh dengan sukacita (mayoritas disana kristen jadi berasa banget natalannya) dan aroma kue-kue natal dari tetangga. Rumah kami di daerah Remu memberikan banyak kisah salah satunya kisah “homuk” seorang preman pemabuk yang sering mengganggu saya dan kakak, belasan soang yang selalu mengejar saya sewaktu berangkat sekolah, suasana sekolah yang indah meskipun didepan sekolah adalah bukit kuburan, belanja di Yohan dan masih banyak lagi.

Namun kenangan indah di Sorong itu terhenti tatkala bapak harus berpindah tugas ke Sumatera di kota Jambi, kami harus pindah namun sebelum berangkat naik kapal Umsini dari Sorong ke Jakarta, saya berjanji dalam hati bahwa suatu hari nanti saya akan ketempat ini, tempat yang memorable buat saya.

Lebih dari seperempat abad kemudian, mimpi itu baru saja terealisasi, ditahun ini sebulan lalu saya baru kesana untuk merealisasikan mimpi itu dalam sebuah perjalanan pelayanan. Perjalanan direct flight Jakarta ke Sorong selama 4 jam lebih itu terasa singkat, setelah sampai dan sarapan pagi, hal yang pertama saya lakukan adalah ke rumah masa kecil. Ditemani oleh Ibu Purnomo yang juga bude saya, kami kesana walau ditemani gerimis hujan rintik-rintik, seperti ada perasaan campur aduk saya antara suka senang haru sedih campur jadi satu.

Rumah itu memang sudah jauh berbeda dengan rumah masa kecil saya karena sudah direnovasi total namun atmosfirnya masih sama, kamipun memberanikan diri masuk dan menyapa pemilik rumah tersebut, ternyata pemilik rumah dinas itu juga sama dengan saya, sebuah keluarga dengan tiga orang anak yang masih juga seusia saya waktu itu, ayahnya juga sama bekerja di Bea Cukai yang sudah 3 kali berpindah-pindah tugas. Kamipun sempat berfoto bersama. Senang sekali.

Kemudian kami berlanjut ketujuan selanjtunya yaitu sekolah saya tercinta, sekali lagi perasaan saya campur aduk antara boleh masuk atau tidak, dan bersyukur hari itu baru saja anak sekolah pulang dari ujian sehingga sekolah sepi hanya tinggal guru-guru yang sedang berdiskusi dan koreksi. Kami memberanikan diri untuk masuk dan memperkenalkan diri, bercerita siapa saya dan bahkan mereka sangat ramah dan memperbolehkan kami untuk berfoto bersama para guru.

Kedua kejadian itu sangat berkesan sekali, entah tiba-tiba memori dikepala saya jadi seperti flash back kembali dimana letak kelas saya, jalan yang saya lalui seperti sebuah memori puzzle yang hilang dipersatukan kembali. Tak habis-habis kalimat syukur datang meluncur dari mulut saya, terima kasih Tuhan untuk momen ini.

Setelah berfoto kami pamit dan hari-hari selanjutnya saya lakukan dengan mengunjungi tempat-temapat di kota Sorong, melihat tembok berlin di Sore hari, berbelanja ke pasar ikan disamping laut. Lengkap dengan penjual bumbu-bumbu dan papeda.

Juga melihat kapal-kapal di pelabuhan rakyat yang menyebrangkan para turis dari Sorong ke Raja Ampat. Melakukan tugas pelayanan untuk guru sekolah minggu, melihat peresmian gereja kami yang baru, mengunjungi gereja kami yang dulu banget di Malanu Pasir, mengunjungi yang sakit dan lembur mempersiapkan makanan.

Tak lupa pula kami mengunjungi keluarga kami di daerah Aimas melewati jalan-jalan baru yang sangat mulus dan indah pemandangannya, yang dulunya perjalanan sangat jauh, lama dengan moda transportasi yang tidak memadai kini sudah berubah berkat pembangunan jalan di Papua oleh presiden Jokowi.

Pengalaman ini memberikan sebuah pesan yang dalam buat saya bahwa apapun yang kamu mimpikan, akan benar-bernar terjadi jika kamu percaya. Yakinlah itu. Pengalaman masa kecil yang indah memang tidak akan terulang lagi, gunakanlah momen itu dengan baik dan jika dilain waktu kami kembali ke tempat masa itu… tempat itu tidak pernah hilang karena itu akan selalu ada dihati. Sorong akan selalu ada didalam hati, karena saya akan tetaplah laskar pelangi dari Sorong.