Cara Mengajar Baru ASM

Filipus dan Orang Etiopia

Sejak kami tidak bisa berkebaktian otomatis pelajaran sekolah minggu berhenti, namun sampai kapan? masa tidak ada pelajaran sekolah minggu hanya karena Covid-19. Lalu apa solusinya?

Pertanyaan itu berada dibenak saya dan guru-guru sekolah minggu. Anak-anak harus tetap sekolah minggu dimanapun mereka berada. Salah satu solusi yang menjadi pilihan adalah membuat video Pengajaran Sekolah Minggu dalam format video sehingga mudah untuk didistribusikan ke seluruh guru sekolah minggu lantas didistribusikan ke orang tua yang memiliki anak-anak usia sekolah minggu di seluruh Indonesia.

Awalnya saya dan mba Katri membuat tim untuk membuat video pengajaran tersebut. Dengan berbekal pengetahuan yang masih terbatas untuk membuat video dan editing jadilah kami membuat video tersebut. Langkah awal selalu yang paling sulit, ada banyak kendala teknis dan lainnya. Sampai akhirnya selesailah video pertama, kedua, dan selanjutnya.

Minggu ini masih bagian tim kami untuk membuat Video “Filipus dan Orang Eitopia”, saya masih didepan laptop untuk mengedit dan membuat transisi dari setiap bagian ke bagian. Semoga videonya selesai tepat waktu sehingga sampai ke anak-anak sebelum hari minggu sehingga sebelum kebaktian mereka dapat bersekolah minggu dengan melihat video ini.

Mengajar sekolah minggu dengan cara yang baru memang penuh tantangan namun kami yakin bahwa setiap tantangan dan rintangan harus dilalui. Teruslah beradaptasi, berkarya, berkreasi dalam cara mengajar dan melayani. Tuhan memberkati.

Salam kasih
Rina Susanti

Kisah Penjemputan WNI dari Indonesia ke Jerman

Penjemputan WNI Ke Jerman

Pengalaman berliburan yang awalnya menggembirakan, penuh suka cita berubah menjadi kegelisahan dan kepanikan terjadi pada kakak saya. Sudah beberapa tahun ini ia dan suaminya tinggal di Jerman.

Hampir setiap beberapa tahun sekali mereka berlibur ke Indonesia, bahkan sejak pertengahan tahun 2019 mereka sudah membeli tiket untuk liburan ke Indonesia di bulan Februari – Maret 2020. Kamipun sudah jauh hari menyiapkan rencana acara liburan dan kunjungan, sungguh tidak disangka ternyata wabah yang terjadi bertepatan saat ini membuat kami hanya berada dirumah saja.

Liburan di rumah Itu baru awalnya saja, kemudian semua jadwal penerbangan yang seharusnya sudah dipesan untuk pulang ke Jerman ternyata di cancel oleh maskapai dan tidak tahu kepastian apakah bisa pulang ke Jerman atau tidak.

Puji syukur saat kami tak henti berdoa sebuah titik terang terjadi. Pemerintah Jerman membuka pendaftaran untuk penjemputan warga negara Jerman atau family member yang tinggal di Indonesia untuk pulang ke Jerman. Keputusan itu begitu mendadak dan rute kepulangannya hanya lewat Bali. Jadi harus segera booking tiket dari Jakarta ke Bali. Selanjutnya berangkat dari Bali menuju Frankfrut – Jerman.

Semoga kisah ini bisa memberikan kekuatan bagi kita semua bahkan tetaplah berdoa dan berharap kepada Tuhan meskipun bahkan untuk sesuatu hal yang tidak mungkin.

(Pengalaman ini ditulis tanggal 30 Maret 2020)

Update : Kakak saya sudah sampai di Jerman, setelah sampai langsung karantina mandiri 14 hari dan setelah itu melakukan pembatasan sosial (physical and social distancing). Semoga Pandemi Corona ini segera berakhir.