Cerita Sakit Hati dan Empedu

stomach

Saya ingin sharing pengalaman saya pribadi saya tentang gangguan fungsi hati dan batu empedu. Harus saya akui bahwa belakangan saya sangat sibuk, capek, pola makan tidak teratur dan kurang istirahat. Dalam keadaan yang letih ini tubuh saya seolah berteriak dan tumbang. Yup benar, saya terkapar dengan nyeri uluh hati tingkat dewa hehehe. Puncaknya semalaman saya tidak tidur, mengalami sakit perut seperti sakit maag dan disertai  nyeri uluh hati yang sangat sakit!

Paginya saya memutuskan berobat ke dokter di rumah sakit terdekat. Singkatnya dokter tidak dapat mendiagnosa sakit saya apa, karena bukan sakit maag biasa dan menyarankan saya untuk CT Scan. Hasil CT scan menunjukan adanya “Multiple cholelithiasis”, artinya saya memiliki banyak sekali batu dalam empedu dan telah terjadi peradangan sehingga terjadi nyeri hebat di uluh hati. Gejalanya mirip sakit maag namun ternyata ini batu empedu.

Bagai tersengat listrik saat dokter menyatakan  sekarang juga saya harus dirawat karena besok saya harus menjalani operasi pengangkatan kantung empedu dengan teknik laparoskopi, katanya batunya terlalu banyak dan ada satu yang berukuran 1.5 cm. Saya hanya bisa pasrah dan mengikuti semua prosedur pengobatan dan berdoa yang terbaik kepada Tuhan. Dokter membombardir dengan antibiotik, penghilang rasa sakit, dan lainnya

Keesokan harinya saat semua tindakan operasi akan disiapkan dokter mengecek kembali keadaan uluh hati saya. Amazing, kata dokter nyerinya hilang dan operasi ditunda sampai dua hari kedepan untuk memantau perkembangannya. Dokterpun menerangkan bahwa penyakit batu empedu juga berkaitan erat dengan fungsi hati, memang terlihat bahwa dari hasil laboratorium menunjukkan angka yang cukup tinggi untuk Bilirubin sehingga pengobatan lebih dikhususkan untuk memperbaiki fungsi hati dan mengurangi ukuran batu empedu dengan pemberian obat obatan.

Setelah dua haripun saya mengalami penyembuhan yang cepat, hasil Bilirubin baik direct maupun non direct semua hasilnya menurun. Begitu pula basil SGPT Dan SGOT juga mulai membaik. Singkatnya operasi tidak urgent dan saya diperbolehkan pulang ke rumah namun kesehatan saya tetap dipantau dokter.

Selanjutnya selama satu bulan penuh saya istirahat dan mengurangi aktivitas, mengkonsumsi obat dari dokter setiap 2 minggu sekali saya melakukan pemeriksaan lab untuk memantau radar Bilirubin (direct dan indirect), SGPT dan SGOT. Singkatnya saya hampir pulih kembali.

Saya bersyukur tidak  menjalani operasi pengangkatan empedu. Sungguh sebuah pelajaran berharga untuk saya setelah ini saya berhenti untuk bekerja diluar batas kemampuan tubuh, istirahat yang cukup, belajar masak sehat untuk diri sendiri. Memakan makan makanan yang sehat saja, mengurangi makan makanan berlemak, berminyak (digoreng), pedas, kurangi daging serta olahannya. 

Satu hal yang harus disadari pertama, jangan pernah mengabaikan tanda alarm tubuh,  seperti sakit diuluh hati. Sakit didaerah tersebut juga sering dialami  oleh siapa saja dan bukan hanya sekedar sakit maag biasa.

Kedua, ini bukan hanya sekedar kalimat klise untuk memperbaiki pola makan dengan makanan yang sehat. Sungguh, meskipun saya mengkonsumsi obat dari dokter dan mengerti pengobatan tetap saja saya dapat  kembali menuju meja operasi jika saya tidak merubah pola makan. Meskipun diawal saya tersiksa dengan menu sehat yang saya makan setiap hari karena makanannya hanya rebus-rebusan, aneka sayuran dan buah. No goreng, no pedas less garam. Itu semua sepadan dengan hasil yang saya dapatkan. Saya kembali sehat dan saya tidak akan mengganti pola makan saya untuk terus makan makanan yang sehat. Tetaplah bersyukur dan bersukacita!

 

4 thoughts on “Cerita Sakit Hati dan Empedu

  1. Pengalaman yg sangat berharga buat kita smua. Trimksih sdh shering…

    =========================================

    Terimakasih

  2. Klo boleh tahu menu sehatnya apa aja ya selama sebulan?
    terima kasha sebelumnya

    ==================================================

    Sebenarnya tidak ada yang special, menunya tanya menu sehat :
    1. Less oil and fat. Artinya makan makanan yang tidak berminyak, semua yang berminyak dikurangi menjadi sangat sedikit. Saya hanya makan makanan berminyak hari sabtu & minggu. Tidak makan daging lebih memilih ikan dan putih telur saja.
    2. saya lebih suka yang direbus såja karens ngukus agak ribet. Hempir semua makanan saya rebus hehehe. seperti pisang rebus, kacang rebus, ubi rebus, singkong rebus.
    3. More fruits dan fiber. Makan eneka buah-buahan superit papaya, pisang, nanas, melon, semangka. Lebih banyak kandungan airnya. Untuk fiber bisa coba semua jenis sayuran, seperti labu siam.

  3. Malam Ibu Rina, boleh di share gejala sakit empedu yang dialami apa saja ya?
    Dan karena mirip dengan sakit maag, kira2 apa yang membedakannya? Terima kasih.

    =======================================================

    Gejalanya memang hampir mirip dengan sakit maag dengan rasa nyeri terbakar dan diulu hati.
    Sebaiknya diperiksakan ke dokter saja, dokter sayapun awalnya tidak tahu jika tidak ada hasil MRI.

    Jadi untuk menegakkan diagnosa ini sakit batu empedu sebaiknya dilakukan pemeriksaan MRI atau USG. Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s