Gunakan Handphone Seperlunya

Nokia 8250

Sepertinya akan lebih banyak orang memilih untuk ketinggalan dompet daripada ketinggalan handphone. Katanya bisa mati gaya kalo sehari tanpa handphone, masa sih?. Handphone sudah seperti separuh hiduphehehe.

Tanpa memungkiri sayapun pernah berada dalam masa-masa dimana handphone memudahkan ngeblog, googling, surfing, games, membantu banyak pekerjaan hingga bergantung dan tak bisa berpaling darinya.

Kini saya menyudahinya, saya merasa handphone pintar membuat kita semakin bodoh, bergantung padanya dan anti sosial. Bukannya saya anti handphone tetapi menggunakan hanya seperlunya. Saya jarang sekali menggunakan handphone dihari sabtu minggu karena itu hari untuk keluarga. Dihari kerjapun saya hanya membuka email dan media sosial hanya saat jam istirahat (1 jam saja cukup). Setelah pulang kantor handphone hanya diletakan dimeja saja. Handphone berfungsi untuk telpon, sms, google maps (untuk cari jalan alternatif menghadapi kemacetan Jakarta) dan foto-foto.

Apakah itu sulit? iya pada awalnya tetapi sekarang saya menikmatinya. Kebahagiaan saya tidak berubah justru bertambah karena kualitas komunikasi  (melihat, menatap, bersentuhan) menjadi nyata. So mulai sekarang kurangilah kebergantungan kita pada handphone dan kembalikanlah fungsi handphone/ smartphone kepada fungsi sesungguhnya.

Pembobolan Kartu Kredit Niaga

Kartu kredit Niaga saya belum lama ini dijebol oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab. Dompet yang berisi kartu kredit tersebut masih rapi di dompet saya  namun disaat yang bersamaan ada 17 transaksi yang mencurigakan dengan mata uang Australia yang total pembelanjaannya sampai batas limit kredit kartu untuk pembelajaan online. Kasus Fraud ini membuat saya bingung dan panik.

Hal yang pertama saya lakukan adalah menelpon customer service untuk minta di-block kartu kredit kemudian membuat surat sanggahan yang menyatakan bahwa saya tidak pernah melakukan transaksi tersebut. Setelah itu menunggu 45 hari untuk melakukan investigasi dan pencocokan data. Setelah itu jika memang transaksi tersebut bukan milik saya maka akan dihapus dari sistem dan tidak ada pembayaran.

Sampai sekarang masih dalam proses penyelesaian dan masih ada beberapa transaksi yang belum dihapus dari sistem. Kita hendaknya aktif untuk bertanya, mencari informasi terbaru dan jangan hanya menunggu 45 hari dengan pasif.

Saran saya untuk mencegah hal tersebut tidak terulang kembali hendaknya setiap kali pembayaran dengan kartu kredit harus didepan mata kepala sendiri. Jangan memberi kartu kepada pelayan untuk digesek sendiri. Bisa jadi semua informasi kartu kredit kita diambil datanya.

Kedua, berhati hati terhadap pembelanjaan dengan transaksi online. Pastikan tempat berbelanja online tersebut terjamin tingkat keamanannya. Terakhir, tutup 3 digit terakhir di belakang kartu kredit untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.