Akibat Luka Hati Tidak Diobati

Minggu lalu saya mendapat sebuah pertanyaan yang isinya tentang seseorang yang luka dikaki sudah 3 bulan. Tidak pernah diobati  malah diberi bubuk kopi dan rebusan dedaunan. Tahu apa yang terjadi? lukanya semakin busuk, bau, infeksi, bernanah, semakin melebar dan dalam lukanya serta mengerikan bentuknya.

Belum cukup sampai disitu, luka itu membuatnya  depresi, merasa jadi orang paling menderita, membuatnya berpikir kakinya harus diamputasi, bahkan katanya dia sakit diabetes padahal gula darahnya normal. Gambar diambil disini

Bagaimana cara menghadapai pasien seperti ini? sudah sakit tidak mau berobat ke dokter malah diobati sendiri dengan cara yang tidak benar, berpikir yang bukan-bukan. Aneh tapi nyata. Singkatnya, setelah saya tegur (marahin) akhirnya  mau ke dokter dan sekarang lukanya sudah berangsur sembuh dengan berobat secara rutin ke dokter dan minum obat yang tepat.

Peritiwa ini adalah potret realitas hidup dan dapat terjadi pada siapa saja, bukan hanya pada luka tubuh tetapi juga luka batin atau luka hati. Setiap orang pasti pernah merasakan luka hati apapun penyebabnya. Apakah mereka dapat bangkit dan sembuh lagi? tentu bisa tapi banyak juga yang malah larut dengan lukanya.

Merasa jadi orang paling menderita akibat luka hatinya, stress berat,  tidak mau diobati lukanya malah menggunakan cara-cara pelampiasan yang salah yang justru akan lebih membahayakan hidupnya, malah ada yang berpikir jalan pintas.

Ingatlah, kamu tidak pernah sendiri dalam hidup ini. Pasti akan ada jalan keluar yang terbaik. Sekarang keputusan ada ditanganmu sendiri, mau sembuh atau tetap merasakan nikmatnya sakit? Kalo saya sih pilih sembuh dan menikmati indahnya hidup 😀