Obat HIV-AIDS Generik Berhenti?

Pesta Blogger 2010 telah usai tetapi saya mencatat ada satu pesan penting yang ingin disampaikan. Sebuah spanduk bertuliskan: “Obat AIDS Generik Berhenti, Jutaan Orang Akan Segera Mati !!“. Spanduk itu menginsyratkan sebuah kegelisahan/ ketakutan dari penderita HIV-AIDS mengenai lisensi wajib yang telah selesai. Ngerti ga ya?? oke saya jelasin dikit.

Obat paten adalah obat  baru yang ditemukan berdasarkan riset dan memiliki perlindungan hukum 10-20 tahun. Dengan hak ekslusif itu, maka perusahan lain tidak berhak memproduksi dan memasarkan kecuali ada perjanjian dengan pemilik paten.

Jika masa patenn/ Lisensi wajibnya sudah habis, perusahaan lain dapat  membuat obat yang sama. Obat ini biasa disebut obat generik branded yang dapat dipasarkan dengan harga sendiri. Coba bayangkan, saat ini (tahun 2010) ada 300 ribu orang penderita HIV-AIDS di Indonesia. Ini adalah sebuah peluang bisnis, apalagi obat ARV (Anti retroviral) termasuk obat yang harganya mahal.

Untuk mendapatkan obat AIDS generik terjangkau dan tidak melanggar lisensi wajib, pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Kimia Farma menggunakan perlindungan payung hukum KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 83 TAHUN 2004 TENTANG PELAKSANAAN PATEN OLEH PEMERINTAH TERHADAP OBAT-OBAT ANTI RETROVIRAL sehingga dapat membuat tablet generik terjangkau untuk dapat dikonsumsi kepada penderita HIV-AIDS.

Ditahun 2010 ini penderita HIV AIDS khawatir payung hukum itu tidak dapat melindungi pemerintah lagi untuk terus memproduksi obat AIDS Generik yang murah karena masa patennya habis, yaitu:
1. Nevirapine dari Boehringer Ingelheim (BI). No.Paten: ID 0 001 338. Berakhirnya  waktu Paten, 31 Oktober 2011.
2. Lamivudine dari Biochem Pharma INC. No Paten: ID 0 002 473. Berakhirnya waktu Paten, 28 Januari 2012.
3. Efavirenz dari Merck & Co, INC. No Paten: ID 0 005 812. Berakhir waktu Paten, 7 Agustus 2013.

Untuk keterangan lengkap Keputusan Presiden silakan baca disini. Saya juga khawatir jika hal itu terjadi maka lama-kelamaan penderita AIDS akan meninggal bukan karena sakitnya tetapi tidak mampu membeli obat. Lantas apakah pemerintah diam? jawabannya tidak meski terlihat lambat kemajuannya.

Saya mengikuti proyek ini, maaf tidak banyak informasi yang dapat saya share disini, ada rahasia perusahaan soalnya hehehe. Saya ingin menginformasikan bahwa Kimia Farma telah berupaya untuk membuat tablet ARV produksi sendiri. Saya tahu tidak mudah untuk membuat formulasi tablet. Contohnya tablet Efavirenz adalah tablet yang sangat sukar larut dalam air, punya profil bioavailabiliti yang unik, butuh binder dan disintegrant yang baik untuk menformulasikan tablet Efavirenz.

Saya berharap hasil kerja pemerintah segera terlihat dan kekhawatiran tersebut dapat segera terjawab. Saya yakin  pemerintah mampu. Sebab sesungguhnya kesehatan adalah hak untuk semua rakyat Indonesia, yang  kaya maupun yang miskin.

8 thoughts on “Obat HIV-AIDS Generik Berhenti?

  1. Semoga hasil kerja keras dari Kimia Farma menghasilkan hal yang terbaik bagi negara umumnya serta bagi rakyat Indonesia khususnya., Amin..

    =====================================

    Amin
    Semoga semua berjalan lancar 😀

  2. makasih yach….kebetulan saya lagi mencari2 info seperti yang anda tulis di posting blog anda…salam kenal aja yach

    ==================================

    sama-sama.
    semoga tulisan saya bermanfaat.

  3. penginnya sih mudah2an Indonesia tidak banyak yang mengidap penyakit HIV-AIDS, ngeri dengernya…
    Semoga semua sehat, termasuk yang punya blog ini dan yang komen jg.. amiin.. 🙂

    =======================================

    Indonesia memiliki banyak penderita HIV AIDS, per 2010 sekitar 300 ribu orang.
    Saya harap bisa selalu sehat, semoga Mamnung juga sehat 😀

    menuju Indonesia Sehat 😀

  4. Sungguh memprihatinkan, dimana letaknya sisi kemanusiaan. Seharusnya kita lebih mementingkan dan mengedepankan sisi kemanusiaan daripada yang lainnya…
    Semoga Pemerintah menyadari hal ini…

    ==================================

    Semoga pemerintah tidak tinggal diam dan menyadari itu.
    Kita dukung pemerintah ya 😀

  5. memberhentikan obat generik memang permainan perusahaan besar yang ingin tetap meraup keuntungan.. kimaklah mereka. nasib manusia hanya dihtung berdasarkan dolar. SXXXn!

    ======================================

    Tetaplah optimis kalo payung hukum akan terus ada.
    Dan pemerintah dapat membuat obat ARV produksi dalam negeri segera

  6. kimaklah yng berusah hentikan obat generik buat ODHA nih. setan bener permainan perusahaan2 besar yg ingin meraup banyak keuntungan! manusia dianggap angka buat keungtugan perutnya saja

    ===============================

    semoga kekhawatiran itu tidak terjadi.

  7. semoga ada respon positif dari pemerintah mengenai hal ini ….
    “…penderita AIDS akan meninggal bukan karena sakitnya tetapi tidak mampu membeli obat.” … jangan sampai deh …

    ———————————————

    Semoga pemerintah segera merealisasikan dan memiliki payung hukum untuk dapat terus memproduksi obat HIV AIDS dengan harga terjangkau.

  8. benar gak sih kalau kita sering cukur rambut ditempat cukur bisa terkena AIDS?

    Katanya melalui pasau/silet cukur gitu, kalau kita keiris tentunya.

    ====================================

    Tentu saja pendapat itu keliru.
    Hal itu hanya bisa terjadi kalo ada orang sebelumnya merupakan penderita HIV-AIDS dan silet cukurnya kena darah.

    Sebaiknya kamu pergi ke tempat cukur langganan atau tempat yang cukup bersih dan representative.
    Mereka pasti membersihkan dahulu silet cukur sebelum digunakan ke pelanggan yang baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s