Stop Aborsi

Saya prihatin dengan semakin banyaknya komentar blog atau direct email mengenai obat aborsi, “kasih tahu dong obat aborsi yang bagus? atau dimana ya saya bisa aborsi?”. Kenapa sekarang banyak orang menunjukkan bahwa mereka lebih takut kepada  manusia daripada  Tuhan-nya?.

Mari kita membahas bagaimana rasanya bila kamu harus menghadapi salah satu tragedi paling pahit yang bisa dihadapi oleh seorang manusia, kehamilan diluar nikah. Singkat cerita, kamu terpeleset dan akhirnya melakukan tindakan yang dilarang agama, dibenci masyarakat itu dan dicari polisi. Sebulan dua bulan kemudian kamu panik, mengetahui bahwa kamu hamil. Ini bukan masalah pihak wanita saja, tetapi pria juga. Lalu bagaimana?

Saran yang selalu saya berikan sebagai farmasis pertama adalah, jangan sampai kita terdorong untuk membunuh atau jangan digugurkan. Terlepas dari perdebatan biologis maupun agama, masalah ekonomi miskin, dll. Janin itu, sekecil apapun bentuknya, adalah makhluk Tuhan yang hidup. Bahwa setiap manusia memiliki hak untuk hidup dan bernafas.

Saran saya yang kedua adalah untuk orang tua, saudara, tetangga, teman, dan kalian semua, jangan sampai kita membuat seseorang yang berada dalam posisi ini terpaksa mengambil jalan aborsi. Karena, setiap cemoohan, pengucilan, pergunjingan, diskriminasi, dan kekerasan baik fisik maupun mental yang telah kita lontarkan kepada mereka, sesungguhnya telah melahirkan pembunuh-pembunuh baru setiap harinya. Apakah dengan mengetahui ini hidupmu bisa menjadi tenang? Saya harap tidak.

Postingan ini memang bukan ditujukan untuk mereka yang mengalami masalah ini. Postingan ini ditulis untuk kita yang tahu namun tidak membantu atau diam saja. Saya mengajak, apakah kamu mau membantu sesama?

Aborsi bukan pilihan. Oleh karena itu, hormati mereka yang mengakui bahwa mereka telah bersalah. Sayangilah mereka, karena mereka memilih untuk menyayangi darah dagingnya dan tidak menyerahkan si janin di klinik aborsi. Bantulah mereka dengan tutur kata sopan dan perilaku yang bersahabat. Bila saatnya bayi itu nantinya dilahirkan, jangan bedakan ia dari mereka-mereka yang terlahir dari dalam sebuah institusi pernikahan. Tidak ada anak yang bisa memilih dari mana mereka akan dilahirkan. Stop labelling dan tidak ada cap anak Halal/Haram, haram hanya untuk babi dan alkohol.

Bila orang tuanya tidak sanggup untuk merawat si bayi, sarankanlah adopsi dan doakan agar ia akan berada di tangan-tangan orang tua baru yang penuh kasih. Bila sang ibu memilih untuk membesarkan anaknya seorang diri, bersimpatilah, karena ia telah bertekad untuk menebus kesalahannya dengan menanggung beban yang sangat berat seorang diri. Bila Anda merasa terlalu suci untuk melakukan ini semua, bayangkanlah kalau ini menimpa diri Anda. Kita semua masih mahluk yang penuh dosa dan salah.

Cerita seperti ini tidak selalu berakhir baik, tetapi selalu ada peluang untuk membuat situasinya menjadi lebih indah. Dengan sikap kita yang yang kondusif. Ketahuilah bahkan dalam tekanan dan penderitaanpun masih mungkin ada kebahagiaan. Tetapi, dengan aborsi, apa yang kamu dapatkan dari penyelesaian masalah dengan kekejian? perasaan bersalah seumur hidup, penyesalan, dll.

Jika disekelilingmu ada yang mengalami hal ini, jadilah anggota keluarga yang legawa. Jadilah anggota masyarakat yang bijaksana. Jadilah masyarakat yang menghargai serta jadilah manusia yang pemaaf dan penuh belas kasih.

“When men define situations as real, they are real in their consequences” – W. I. Thomas

13 thoughts on “Stop Aborsi

  1. sebuah karunia tidak sepantasnya disia2kan, lagipula kan dosa, kasian bayinya punya hak untuk hidup

    ==================================

    Masih banyak pasangan keluarga yang belum memiliki keturunan.
    Seharusnya mereka bisa menjadi ibu adopsi untuk janin tersebut.
    Semoga…

  2. Bukan si anak yang haram, tapi mereka yang mencemoohlah yang haram…!!!

    Quotes hari ini, selain “Stop Aborsi”, juga “Stop Labelling”…!!!

    =====================================

    i agree.

    Stop Abortion!!
    Stop Labeling!!

  3. Iya, kalau memang hamil di luar nikah atau karena sebab lain, lebih baik pertahankan bayinya.

    —————————————————————

    Setuju, daripada harus diaborsi lebih baik dicarikan orang tua wali atu diadopsi setelah lahir. Itu jauh lebih bijaksana. Terimakasih pendapatnya.

  4. Aborsi memang berbahaya 🙂

    Salam persohiblogan

    Lama tak bersua. Maaf karena kesibukan membuat saya sulit BW.
    Baru sempet nih, itu pun sekedar sapaan sembari lewat. 🙂

    ========================

    Wah, udah lama ya ga maen kesini.
    Besok datang lagi… ditunggu.

  5. aborsi merupakan pembunuhan yg kejam udah dosa dosa lagi kali ya ya lah harsu ya sih gak abosri kali ya sih di nikahi juga bisa kali yayaya lah yayay sih yaya

  6. aborsi sama aja kayak pembunuh ya mbak? hii emang deh serema ya

    ============================

    Sebaiknya Aborsi itu dihindari.
    Selain berdosa juga perasaan bersalah akan selalu muncul.

  7. aku pernah diminta anterin sahabat aku aborsi. aku gak mau. panjang lebar aku berusaha ngajak dia berpikir jernih dan mendukung agar dia mau melahirkan bayinya,
    sekarang, bayi yg kini usianya 3 tahun itu sudah dirawat oleh orangtua angkat, diasuh sejak umurnya lewat setahun. sayang teman saya dilarang mengunjungi anaknya, tp setidaknya itu lebih baik drpd digugurin.

    lebih baik manusia yg khilaf tapi berani memperbaiki kesalahan daripada manusia yg terlihat baik di luar pdhl ternyata sdh pernah membunuh nyawa yg berasal dari Tuhan.

    ========================================

    terimakasih untuk ceritanya.
    Salamku untuk temanmu dan semoga kita mampu bertanggung jawab.
    Ini adalah jalan hidup yang harus dilalui bersama.

    Meski sekarang belum bisa bertemu, suatu hari nanti pasti 🙂
    Someday we’ll knows 😀

  8. hmmmm, sekarang labeling malah lebih parah.
    pake ada niat buat tes perawan sebelum masuk sekolah segala.
    bingung itu benar atau tidak.

    ================================

    Wah, itu parah deh…
    Tes keperawanan tidak relevan itu tes masuk sekolah.
    Bukan mengatasi permasalahan namun menimbulkan masalah baru.

  9. Iya ya…. kok jaman sekarang orang lebih takut sama dunia ketimbang sama Tuhan-nya, sama di akhirat nanti… 😥

    =========================================

    mungkin aja kepepet dan takut kalo dibenci masyarakat.
    makanya ditutupi kesalahannya.

    Semoga ga lagi yang melakukan aborsi.

  10. aborsi paling banyak dilakukan oleh ibu rumah tangga lho
    bukan cuma lingkungan yang jadi penyebab aborsi
    jadi kita tak bisa menyalahkan pelaku aborsi juga karena mereka punya alasan sendiri misalnya anak sudah lebih dari 4 dll

  11. buat kamu yg lg bingung, panik, sesak, stres krn hamil luar nikah, berdoalah. Jgn mau kn bujuk rayu iblis aborsi.
    Aborsi cm menyebabkan sakit jiwa akibat trauma n perasaan bersalah seumur hdp.
    Carilah org yg bs d ajak bicara, memendam masalah hanya akan mendekatkan diri dgn bisikan aborsi.

    ===================================

    Terimaksih opininya 😀

    Betul sekali, Aborsi bukan jalan keluar terbaik untuk masalah kehamilan.
    Carilah orang yang dapat membimbing dan mencari jalan keluar, mencari orang tua asuh atau adopsi untuk keluarga yang belum dikarunia anak.
    Itu jauh lebih baik 😀

  12. hai buat km yg hendak aborsi, dengarlah dulu ceritaku..
    8 hari lalu aku aborsi, setelah bergumul sndr slama 6 mgg akhrnya aku memutuskan hal tsb. Tidak ada yg memaksaku, pcrku mau tanggungjawab, tapi aku sndr yg ketakutan akan mempermalukan keluarga. Aku pilih diam n akhrnya meledaklah pertahananku antara tega n tidak.
    Yah aku berhasil, janinku keluar. Tp alangkah trkejut diriku mendapati janin ku telah berbentuk. Janin merah ada tangan, kaki mata, telinga yg kecil, ari2x, lucu imut. Dy berumur 3bulan.
    Awalnya aku lega sungguh lega sekali, tp 3 hr kemudian aku menanyakan pd pcrku dimana anakku, aku bercerita bahwa janinku bergerak dlm perut, aku gila aku yakin kmrn cm mimpi aku masih hamil. Aku begitu menyesal, berdosa pada janin n pacarku krn mengajaknya jatuh dlm dosa aborsi.
    Dan kini stlh aborsi, aku mulai mengingat apa alasan aku aborsi. Ternxata apa? Aku ga nemuin satu pun alasan yg kuat n masuk akal! Semua krn aku kalut n risau, maka tdk terpikir olehku hal yg jernih.
    Jika kamu cewek, ini akan lbh berat krn kt pny naluri seorang ibu. Saat ini mgkn blm ada naluri itu, tp nanti apabila km uda aborsi km pasti akan menyesal sekali. Jika km cowok, beranilah,bertanggungjawablah dan tegaslah, jgn sampai disaat semua terjadi km menemukan cew km seperti org gila yg mencari anaknya n menangis tiada henti.
    Doaku agar kalian tdk bernasib sama. Amin.

    =====================================

    Terimaksih untuk kisahnya. Saya sangat terharu.
    Biarlah kita semua menjadi sadar bahwa aborsi itu tidak baik untuk kesehatan fisik dan psikis.

    Saya menyarankan untuk mendapat bantuan seorang psikolog untuk memulihkan keadaan dengan baik.
    Semoga keadaan menjadi lebih baik. Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s