Tukang Obat = Tukang Bunga

Sudah lebih dari dua tahun saya menjalankan tugas sebagai Tukang Obat di blog ini. Senang sih, bisa berbagi info soal obat dan membantu teman-teman yang ingin curhat soal masalah kesehatan. Tapi, kadang-kadang ngomongin obatΒ  juga bisa bikin capek, terutama kalo harus bikin postingan yang panjang, serius dan njelimet.

Yang sering baca blog ini tentu tahu dong, kalau selain ngomongin obat, saya juga punya hobi lain. Saya senang yang indah-indah, dan saya senang bunga. Saya setiap bulan menyempatkan diri bikin rangkaian bunga dan mondar-mandir Rawa Belong. Selain bisa bikin orang lain senang dengan rangkaian saya yang unik, rangkaian bunga juga bisa buat dipakai untuk bahan foto-foto narsis. Kayaknya kalo difoto sambil megang buket bunga saya pasti jadi tambah cantik hehehe… *ditimpuk*

Hobi saya ini ingin saya jadikan bahan sharing juga, habisnya, tidak banyak orang di Indonesia yang rajin ngomongin bunga dan tanaman, lagipula saya juga lulus kuliah dan praktek Morfologi dan anatomi tumbuhan *suer gak penting*. Tapi, kalau untuk bikin blog baru tentang bunga kayaknya bakal bikin saya capek. Punya blog satu aja udah menyita waktu dan pikiran. Nah, setelah dipikirkan, akhirnya saya menemukan solusi! *lampu menyala terang*

Saya kayaknya memang kurang gaul, atau terlalu sibuk sampai nggak bisa ngurus yang macem-macem. Saya juga baru sadar kalau hari gini belum punya account Twitter. APAAAAAA??? *tendang-tendang yang protes*.

Nah, untuk mengakomodasi ketiadaan medium sharing dan kebasbangan saya karena nggak punya account Twitter, maka saya akhirnya bikin deh. Apa namanya? Nggak jauh-jauh dari yang udah ada sekarang. Karena yang bakalan lebih banyak dishare adalah soal bunga, tereetttt,

jadilah saya: @tukangbunga di Twitter. *tiup terompet*

Mungkin saya nggak akan terlalu banyak ngomongin obat disana, dan lebih banyak ngomongin yang indah-indah dan warna warni, hihihi.. Tapi, kalau ada yang mau sekadar menyapa atau nanyain masalah obat, boleh kok nanya-nanya.

Jangan lupa follow @tukangbunga yah, nanti saya follow balik. See you on Twitter! πŸ˜€

5 thoughts on “Tukang Obat = Tukang Bunga

  1. Bagi saya …
    Entah Obat …
    Entah Bunga …
    Kedua-duanya membuat kesembuhan …
    kesembuhan fisik …
    kesembuhan nurani … (wedew dalem)

    salam saya

    (do not worry … saya sampai sekarang juga nggak punya Twitter … )(paling 3-4 bulan lagi reda lah …)(just like FB)

    hahaha

  2. Hehe… maen tukang-tukangan dunk…
    Btw saya sebenarnya suka bgt ama bunga (termasuk pengen menanam dan merawatnya), tapi rasanya gimanaa gitu *hoho… agak kurang tepat aja.

    Akhirnya saya hanya bisa bilang,

    Saya suka memotret bunga

    Bisa dilihat di sini *numpang ngiklan…

    =======================================

    Dulu saya emang ga suka bunga… tai lama-lama tahu.
    Sekarang jadi suka.

    tapi saya lebih suka bunga bank πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ *matre mode on*

    menuju tkp gambar bung” flower July”

  3. Saya sudah twitternya Rina (tukang bunga), jadi kalau tukang obat=tukang bunga berarti logis dong kalau saya sebut Tukang Bunga Bersahaja juga….(nyambung nggak ya…?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s