Saya Orang Udik

Meski saya sudah belasan tahun tinggal di Jakarta terkadang saya merasa belum pantas menyangdang cewek metropolitan dengan semua pesona dan gegap gempita. Saya cuma orang udik yang sedang beruntung. Beruntung dengan fasilitas kantor pernah naik kapal terbang, ngomong inggris cas cis cus, makan di restoran mahal.. ya tapi tetap saja saya ini masih udik.

Seperti kemarin, saat anak tetangga (fina, 3 tahun) memungut kalender AW bekas yang saya buang ditempat sampah karena terlau banyak kalender dirumah. Dia pamer kepada semua teman-temannya karena dia dan ibunya pernah saya ajak ke restoran cepat saji ke AW beberapa waktu lalu. Ternyata dia dan ibunya seumur hidup belum pernah ke Mall, makan di AW bahkan belum pernah naik taxi. Itu semua terjadi di Jakarta……

Saya bahkan punya seorang teman sebaya yang tidak tahu cara mengambil sambal, sedotan, memakai sumpit di salah satu restoran cepat saji. Ibu fina bahkan pernah hampir melepaskan sadalnya saat saya ajak masuk ke toko roti berkincir. Itu semua terjadi di Jakarta……

Sunguh saat saya melihat realita yang ada disekitar saya hanya akan berkata: “udik banget ya mereka”. Saya akan menertawakan mereka atas perilaku polos dan lugu, tapi setelah selesai tertawa maka saya juga kan menertawakan diri sendiri karena saya juga tetap manusia udik yang hanya lulus basic satu. Betapa beruntungnya kita  “pernah” mencicipi hal diatas dan sedikit melek teknologi.

Tidak berarti pernah naik pesawat dan keluar negri  membuat kasta kita naik jadi golongan brahmana hehehe, tetap saja saya masih udik tidak tahu tata cara makan di hotel berbintang lima dan tradisi minum teh ala kraton inggris 😀

7 thoughts on “Saya Orang Udik

  1. Huaw..
    Saya belum pernah naik pesawat terbang..
    Lebih udik atuh ya hahaha..

    Iyah mangkanya saya ga berani masuk restoran gede, takut bingung hehe,tar diketawain..

  2. ini ironi
    ketika ada kata jakarta terucap, yang ada di bayangan kita adalah metropolitan dengan segala macam modernisasinya, termasuk gaya hidup penduduknya.
    seharusnya jakarta undercover yang paling tepat adalah tentang hal ini, bukan esek-esek semata 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s