Simpang Lima Semarang

graha santika

Seminggu ini saya kembali menjelajah kota lama, wah rasanya setelah lelah seharian berkeliling dan ingin sekali balik ke hotel untuk tidur. Saya juga bisa capek.
Tetap semangat and stay super *gaya pak Mario Teguh*

note: Nanti saya beliin kue mochi hoo dan wingko di toko Bandeng presto Juwana 😀 😀

Saya Orang Udik

Meski saya sudah belasan tahun tinggal di Jakarta terkadang saya merasa belum pantas menyangdang cewek metropolitan dengan semua pesona dan gegap gempita. Saya cuma orang udik yang sedang beruntung. Beruntung dengan fasilitas kantor pernah naik kapal terbang, ngomong inggris cas cis cus, makan di restoran mahal.. ya tapi tetap saja saya ini masih udik.

Seperti kemarin, saat anak tetangga (fina, 3 tahun) memungut kalender AW bekas yang saya buang ditempat sampah karena terlau banyak kalender dirumah. Dia pamer kepada semua teman-temannya karena dia dan ibunya pernah saya ajak ke restoran cepat saji ke AW beberapa waktu lalu. Ternyata dia dan ibunya seumur hidup belum pernah ke Mall, makan di AW bahkan belum pernah naik taxi. Itu semua terjadi di Jakarta……

Saya bahkan punya seorang teman sebaya yang tidak tahu cara mengambil sambal, sedotan, memakai sumpit di salah satu restoran cepat saji. Ibu fina bahkan pernah hampir melepaskan sadalnya saat saya ajak masuk ke toko roti berkincir. Itu semua terjadi di Jakarta……

Sunguh saat saya melihat realita yang ada disekitar saya hanya akan berkata: “udik banget ya mereka”. Saya akan menertawakan mereka atas perilaku polos dan lugu, tapi setelah selesai tertawa maka saya juga kan menertawakan diri sendiri karena saya juga tetap manusia udik yang hanya lulus basic satu. Betapa beruntungnya kita  “pernah” mencicipi hal diatas dan sedikit melek teknologi.

Tidak berarti pernah naik pesawat dan keluar negri  membuat kasta kita naik jadi golongan brahmana hehehe, tetap saja saya masih udik tidak tahu tata cara makan di hotel berbintang lima dan tradisi minum teh ala kraton inggris 😀

Sakit Leher “Salah Bantal”

Seharian ini temen saya kaya “robot gedek” yang tidak bisa menengok kanan ataupun kiri, katanya “salah bantal”. Leher kaku banget dan sampai susah untuk mengangkat tas laptop padahal hari ini kami akan presentasi. Kasihan juga… tapi lebih kasihan bantal, ga kenapa-napa disalahin jadi kambing hitam hehhehehe.

Kamu pernah mengalami hal yang sama?
Salah bantal diakibatkan posisi tidur yang tidak benar,  bantal yang terlalu tinggi atau terlalu empuk. Salah bantal dapat  disebabkan kerena tubuh terlalu capek dan stress/ tekanan yang menumpuk. Lebih baik, segeralah lakukan peregangan untuk sekitar leher dan pundak. Memang sih awalnya agak sakit, dengan teknik pemijatan yang tepat dan sedikit minyak oles dapat membantu melancarkan sirkulasi darah kembali lancar.
*ikutan pijet-pijet leher*

Semoga cepet sembuh… bisa lihat yang bening-bening disebelah kiri hehehe

lihgt me on

Aku Sayang Padamu

Tahukah engkau kekasih
Apa yang s’lalu aku rasakan
disaat-saat aku sedang sendiri
selalu saja ingat padamu

Aku sayang padamu
Aku ingin dirimu
Selalu bersamaku
Aku sayang…
Aku sayang padamu

Tahukah engkau kekasih
Apa yang s’lalu aku pikirkan
Disaat-saat aku sedang sendiri
aku selalu memikirkanmu

Aku sayang padamu
Aku ingin dirimu
Selalu bersamaku
Aku sayang padamu
Aku sayang…
Aku sayang padamu

-Atiek-
Sedang puter-puter dan menemukan lagu lama yang bagus. Lagu  “Aku Sayang Padamu”  ini dinyayikan oleh Atiek,  pemenang pertama Asia Bagus (lupa tahunnya). Liriknya simple dan pesan yang kuat “Aku Sayang Padamu” diciptakan oleh Deddy Dhukun. Mungkin saat lagu ini populer saya masih SMP hehehe *jadul mode on*.

To Do Before I Die: One Day In Madrid

euro map

Siapakah saya beberapa tahun yang lalu? tidak ada yang mengenali. Saya hanya pribadi yang tertutup dan pendiam. Rasanya sayapun pernah merasakan beratnya hidup seperti Marshanda hehehe, dimana  orang hanya menilai dari “nilai” dan kulit luarnya. Teori labelling membelit berakar… so hard. Sampai saya mempunyai mimpi  dan berkata pada diri sendiri lihatlah saya… saya pasti akan berhasil.

Pak Mario Teguh pernah bilang: “Cita-cita adalah impian yang bertanggal”. Jika Anda telah memiliki impian, berilah tanggal bagi pencapaiannya, dan impian itu akan menjadi cita-cita. Dan, cita-cita adalah keadaan yang dicapai melalui tangga kemampuan. Dan semua rencana Anda adalah proses untuk membangun kemampuan untuk mencapai cita-cita Anda.

Saya punya sebuah buku, “To Do Before You Die”. Buku yang membuat saya tetap waras untuk meraih cita-cita meskipun semua orang berkata tidak mungkin. “…Kerja keras adalah tiket yang memberikan ijin kepada kita untuk berdiri dalam antrian menuju impian-impian kita” kata Pak Mario Teguh. Saya hidup, berani bermimpi dan merealisaikan mimpi tersebut. Sungguh tatkala saya membaca “Sang Pemimpi” dari Andrea Hirata, bahwa anak kampung Belitong saja mampu untuk bermimpi dan meraih Sorbonne, Paris… kenapa saya tidak.

Mari kita berani bermimpi… raih mimpi itu seperti seolah-olah kita akan “pergi” esok.

One day in Madrid 😀 😀

Lagu Indonesia Raya

merah putih

Waktu itu saya sama bos diajakan diacara akbar MUNAS-nya farmasi disebuah hotel ternama. Singkatnya setelah acara dibuka maka seluruh peserta berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Namun saat itu ternyata audio musik pengiring lagu Indonesia Raya  tidak kedengeran sama sekali sehingga para peserta harus bernyanyi tanpa diiringi musik *mi-fa-sol-mi-mi re-re do- sol*. Masa satu deret bangku yang saya duduki tidak terdengar suara dan hanya komat-kamit… dan hanya suara saya saja yang membahana*lebay on*. Ternyata aula yang sebesar itu hanya terdengar suara MC saja yang bernyanyi lagu Indonesia Raya, selebihnya hanya komat-kamit dan lupa syairnya.

Lupa… lupa lupa lupa lupa lagi syairnya
Lupa … lupa lupa lupa lupa lagi syairnya
*mi-fa-sol-mi-mi re-re do- sol*

Semoga cuma “lupa syair”-nya aja seperti lagu band kuburan hehehe dan tidak melupakan jasa para pejuang untuk meraih kemerdekaan.

MERDEKA MERDEKA

Selamat Pagi Bandung

Hari masih terlalu pagi untuk memulai aktivitas namun kami sudah meluncur ke Bandung. Akan jadi hari yang sibuk dan melelahkan.
*menuju KF dan Sanbe*

Selamat Pagi 🙂