Ketika Dia Pergi

Pernahkah kamu kehilangan orang yang dikasihi? sebagian dari kita pernah mengalaminya. Mungkin itu orang yang sangat kita kenal dan sayang, bisa musuh kita, mungkin orang yang tidak pernah kita kenal dan lihat sebelumnya. Seminggu ini pikiran saya memikirkan mereka yang sudah pergi mendahului saya.

Tadinya postingan ini akan saya ceritakan mengenai detik-detik kepergian almarhum ayah saya, namun terlalu sulit untuk ditulis, yang ada saya yang malah nangis. Dia sudah pergi… kata dokter. Saya hanya bisa terdiam membisu dan tenang. Saya tahu ini yang terbaik meski sedih.

Jika seseorang yang sudah pergi dan tubuhnya sudah kembali kebumi. Kemanakah larinya jiwa ini? apakah jiwa ini akan baik-baik saja. Mungkin jika kematian mereka wajar mungkin tidak apa-apa. Namun jika mereka tewas karena kecelakaan, bunuh diri, kecelakaan, digugurkan mau apa jiwanya disana. Seperti jiwa yang sedang bingung…

Kita yang masih hidup disini dapat mendoakan mereka, semoga jiwanya tenang dan mendapat kelepasan. Tidak ada lagi kemarahan, dendam, ataupun ingin balas dendam. Mari kita mengingat mereka… karena kitapun akan pergi kesana juga nantinya.

23 Replies to “Ketika Dia Pergi”

  1. Kepergian seseorang yang dikasihi memang menyakitkan,….dan rindu untuk berjumpa lagii,….. tidak ada obat rindu diramuan tukang obat ,…. obat yang mujarab adalah hanya penjumpaan kembali ,……. dan itu ada waktunya.
    Ada waktu bertemu, ada waktu berpisah, jangan larut dalam kesedihan.

  2. tidak ada yang abadi di dunia ini. Termasuk juga perasaan hati. hari ini sedih, besok ketawa. hari ini happy besok marah-marah. Amati terus perubahan itu, karena yang abadi hanya perubahan itu sendiri.

  3. kita tidak bisa bertanggung jawab atas semua kejadian yang terkait dengan kehidupan kita.
    lakukan apa yang mesti bisa lakukan.
    salam damai…

  4. Kami keluarga besar, Turut Berduka
    Semoga awrahnya diterima disisi-Nya dan keluarga diberi kekuatan untuk menerima segalanya.
    —————–
    “g usah kunjung ke-blog Q dulu,ya…,, “PD amat..nih….” masih kosong. ni cuma mau nyapa2 ja, teman atao temannya teman, kangen ma semuanya” makasih ya.

  5. yang sudah pergi sebagai pengingat untuk kita yang juga akan menyusul pergi. ada salah satu temen akrab saya di SMP, saya ndak tau dia meninggal sampe suatu saat saya

  6. Ya, saya juga merasakan kegamangan kala ditinggal ayah saya karena kecelakaan. Saya sudah tahu ayah akan meninggal sejak 2 bulan sebelum kepergiannya. Meski begitu, ternyata saya pun tidak siap kala ia dipanggil pergi.

    Yang saya tahu, jiwanya sudah aman di sana dan tersenyum, tidak merasakan kesakitan dan kepedihan kala membanting tulang demi membiayai hidup dan kuliah saya.

    P.S. Oia, baru nyadar kalau postingan ini sudah berlalu lebih dari setahun ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s