Saya Kebanjiran Komen

Apakah sebuah postingan akan disebut berkualitas jika banyak yang berkomentar? silahkan beropini dihalaman comments. Menurut saya sih ada benarnya tapi tidak selalu benar hehehe. Contohnya postingan saya mengenai “Idola Cilik 2: Grand Final Debo-Patton” sampai (9/05/2009) telah mendapat komentar 241. Betul-betul kebanjiran komen, sebagai yang punya blog ini kalo saya nilai kualitas tulisannya biasa saja.

Lalu, apakah dalam setiap postingan saya harus menjawab komen dari setiap komen yang masuk? sekali lagi silahkan beropini dihalaman comments. Sebaiknya sih dijawab untuk menunjukkan kita ini baik hati, tidak sombong, rajin menabung, saling menolong*jitak-jitak-jitak*. Kalo saya harus menjawab 241 komentar satu per satu capek juga, mungkin kalo jumlahnya wajar boleh lah. Tidak ada aturan baku untuk itu.

Pernah ga dalam sebuah postingan yang kita anggap bagus tetapi tidak ada yang berkomentar satupun? kalopun ada itu setelah beberapa hari? sedih ga?

Kalo ada komen yang sifatnya menjelekkan/ marah/ mengancam/ mengandung unsur SARA perlukah dimoderasi?

Saya ingin tahu pendapatmu,Β  ditunggu jawabannya…

16 thoughts on “Saya Kebanjiran Komen

  1. Haha..
    postingan gw maximum 10 tuh komennya.. gak pernah lebih..
    tapi yah karena memang gak mutu tulisannya.. hahhaa

    komen yang SARA, yah di delete aja lah.. bikin mood rusak toh.

    eh, hebat tuh bisa 241
    *kode buntut nih* πŸ˜€

  2. Sahabatku, saya juga pernah
    Malah hampir 400 an komentar utk satu postingan itu
    Tapi itu di blog yang lama
    Kalo yg sekarang, ya standar lah sekitar rata-rata 30 atau 40 komentar per postingan

  3. 1. ndak selalu, komentar banyak adalah bukti yang nulis populer, atau artikelnya populer, populer tidak sama dengan bagus

    2. ndak harus, saya pribadi lebih senang bila komentar saya dijawab, tapi kalo kebanyakan dan menurut skala prioritas ndak penting kenapa harus dijawab?

    3. dikomentari sih, tapi ndak sebanyak yang komentar di postingan “sampah” saya, jadi rada-rada kecewa

    4. menurut saya ndak usah dimoderasi, biar saja sekalian melatih kesabaran kita. saya pernah dimaki dengan nama hewan rabies, ya saya biarkan saja. biar pembaca lain yang menilai.

    catatan:
    postingan saya selalu miskin komentar, jadi pendapat saya kalo ndak cocok ya anggap angin lalu saja πŸ˜†

  4. Jumlah komen bukan parameter bagus-tidak nya suatu tulisan. Populer? Mungkin. Kalo kebanyakan isinya spam mah, buat apa πŸ˜†

    Gak wajib dibales. Saya sih sedapat mungkin ya bales. Tp tergantung postingannya sih. Ada beberapa yg saya biarkan. Suka2 yg punya blog lah :mrgreen:

    Postingan kita ato orang mbak? Kalo tulisan org, beberapa kali saya nemu. Kalo tulisan sendiri, lupa :mrgreen: tp kalo tulisan serius dijadikan bulan2an dan diinterpretasikan macam2, pernah. Agak sebal, tp mau gmn lg? Komen itu kan suka2

    Oh, kalo yg mgdg SARA langsung saya kerangkeng sbg spam. Termasuk yg jualan :mrgreen:

  5. saya sangat menghargai suatu komentar yang berkualitas, ini menunjukkan bahwa ia “tidak sekedar membaca” artikel kita, ia mau “bersusah2” menuliskan pendapatnya.
    saya juga menghargai komentar2 yg singkat2 saja, tetapi sampai sekarang saya masih tak habis pikir dengan komentar yg sangat singkat : pertamax (cuma begini saja)

  6. @ hawe69
    masih ada ga Porkas atau SDSB?
    pasti nomor 241 muncul πŸ˜€

    Tenang aja, sekarang baru 10 sebentar lagi 100 komen per postingan :migreen:

    @ Achoey
    angkanya bagus banget, ga dibales semua kan? bisa-bisa jadi 800 komen.

    calon seleb blog sejati hehehe

    @ Chic
    Sekarang sudah rame soalnya saya kasih teh manis dan kue yang berkunjung kesini, plus permen sebelum komen hehehe
    *gaya pramugari manis*

    @ ridu
    fans Debo atu Patton yang fanatik banyak banget… angkanya fantastis, malah ada yang buat blog khusus buat mereka πŸ˜€

    @ mas stein
    makasih komennya πŸ™‚
    Yang sabar kalo terima komen pedas, kalo saya sih tak masukin tempat sampah meski sekarang sudah tidak selalu masukin tempat sampah.gone with the win aja…

    Kadang mereka yang beda pendapat hanya ingin diakui kalo mereka ada dan punya pandangan sediri.

    @ Natazya
    bener kita berhak karena kita yang punya blog.
    mungkin perlu buat statment kali ya biar yang habis komen ga tanya lagi kenapa komen saya dimoderasi πŸ™‚

  7. @ takodok
    wah,desti ditempat saya banyak masuk untuk jualan obat kuat perkasa. mungkin dia tahu disini ada tukang obat hehehe

    langsung masuk spam aja deh…

    @ Humaini
    salam kenal dari tukang obat πŸ˜€
    Silahkan baca-baca sambil minum teh dan kue-kue hehehe

    @ Guskar
    saya ga setuju lihat pertamax keduax, dll.
    tapi itu juga hak para komentator, mereka boleh menulis apa yang disukai.
    syukurnya diblog saya jarang banget πŸ™‚

    komentar juga harus mikir mau nulis apa.
    Kalo komentarnya OOT gimana?

  8. Sedikit menjawab ajah :
    1. Memang tidak enak jika posting tidak ada komennya.
    karena komen sebagai tolak ukur post (baik buruknya tulisan dapat dilihat dari komennya meskipun sedikit yang memberikan masukkan, saran, atau kritik.) untuk intropeksi terhadap tulisan sendiri. Bahkan dapat mengukur tingkat emosi Qt saat membaca komen-komen tersebut.
    Secara pribadi, Daku tidak suka dengan moderasi.
    2. Balas membalas komen sangat diperlukan untuk memberi penjelasan atau berdiskusi (ada keterikatan persahabatan karena saling berkunjung). Ini yang agak berat karena harus OL terus di Warnet… :mrgreen:
    3. Bagus atau tidak post, tergantung yang memberi komen. Saking bagusnya post jadi mo dikasih komen apa. (nice post, salam kenal, ditunggu lanjutannya, tdk mudeng, … πŸ˜€ hehehehe… lagu lama). Kalo sedih mah tidak juga… Daku bacanya hanya tema post tidak menarik bagi para blogger.
    4. Daku memberi kebebasan (tidak dimoderasi) berekspresi di Cenya95, hanya saja kata-kata yang mengandung SARA dimasukkan pada daftar SPAM.
    semoga terbantu…
    salam superhangat.

  9. Nambah dikit lagi… boleh donk

    Daku paling tidak suka kalo komen dapat nomor urut puluhan soalnya tidak kebagian kata-kata, semuanya dah kepakai…
    :mrgreen:

    Salam Superhangat kembali

  10. Kalo blognya populer atau pemiliknya populer pasti komennya juga banyak. Kayak blog rani juliani, Kalo yg gak populer kayak ak ni ya gak pernah di komenin.. Hehe

  11. Kalau saya mentingin jumlah yang melihat suatu tulisan daripada komentar di tulisan tersebut.. Apalagi kalau banyak yang menemukan tulisan tersebut dengan Google Search. Karena dengan itu artinya tulisan saya berguna dan saya sudah berkontribusi sesuatu di dunia maya ini. Soalnya bisa saja sebuah tulisan banyak yang komen tapi tulisan itu sambil lalu begitu saja.

    Hhe.. blog saya lumayan sepi komentar, maklumlah jarang blogwalking jadi gak terlalu dikenal. Namanya juga internet seadanya.

  12. Menurut saya postingan yang banyak dikomentari belum tentu itu berkualitas, tapi karena ada geli….tikannya, sehingga pembaca ingin bersuara, terus kata pesohor setiap postingan mestinya dibalas tapi tidak harus, kemudian sedih juga kalau postingan nggak ada yang mbaca, tapi sekarang tinggal niatnya apa dan barangkali untuk introspeksi blog, terakhir yang mengandung virus seperti itu ya sebaiknya dihindari dan dikelola dengan baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s