Sejak mengalami retak tulang punggung T12 L1 enam bulan yang lalu, sampai hari ini saya selalu membawa tas ransel kemanapun saya pergi hehehe. Sebenarnya ini bukan ransel tapi penyangga tulang punggung, lumayan berat buat saya. Yang harus saya pakai kemanapun untuk memastikan toraxal dan lumbal saya berdiri dengan benar. Gambarnya seperti ini, yang diperankan oleh model.
Namun sejak hari ini (11/05/2009), Dokter spesialis Orthopedi yang merawat saya menyatakan saya sudah sembuh. Lega rasanya mendengar hal itu berarti saya sudah boleh melepas penyangganya, bagaimana tidak… proses ini begitu lama, banyak hari-hari terapi dan rongent, belajar berdiri, duduk, berjalan. bahkan saya belajar seperti bayi yang baru belajar.
Dua hari lalu saya sedang berlatih duduk di lantai dan berdiri, mereka yang melihat sih masih takut, saya masih dibantuin tapi nanti saya bisa sendiri *janji buat diri sendiri*, sebelum saya menulisnya menjadi lebih dramatis…. maaf saya ga pengen nulis yang sedih-sedih proses menyakitkan ini tapi satu hal yang pasti ditengah rasa sakit ini saya tetap ngeblog dan menulis dan berbagi ilmu hehehe….
Saya masih harus menjalani beberapa terapi lanjutan, yaitu terapi relaksasi dan pemulihan. Saya yakin dengan Pertolongan Tuhan, dukungan dari semua, dan pastinya doa saya akan pulih seperti sediakala. Saya jadi teringat sebuah lagu yang sering menguatkan saya:
Now we are not afraid
Although we know there’s much to fear
We were moving mountains long
Before we knew we could
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it’s hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe
There can be miracle when you believe… saya percaya itu.
Note: saya masih betah tidur beralaskan papan tripleks sangat enak lho… rasain deh 🙂