Penipuan Telkomsel

Penipuan kian marak terjadi dan akhirnya penipuan itu saya alami juga. Sabtu, 7 Februari 2009 pukul 13.40 WIB saya menerima telpon yang mengaku namanya Bapak Adit dengan nomor handpone 0813-1912-5794. Dengan suaranya yang datar, Bapak Adit mengatakan selamat nomor handphone saya (Simpati) telah masuk dalam iklan berbaris yang ditayangkan di stasiun Trans TV pukul 06.30 WIB sebagai pemenang kedua dari 60 orang pemenang undian karena telah masuk sebagai SimpatiZone yang beruntung dari Telkomsel.

Awalnya saya kaget, masa sih?  namun dengan gaya yang meyakinkan Bapak Adit cukup meyakinkan saya bahwa saya ini benar-benar pemenang. Sebagai pemenang saya berhak untuk medapat 15 juta rupiah dan pulsa seharga satu juta rupiah. Pastinya saya senang 🙂 *joget-joget*

Lalu Bapak Adit mengatakan untuk itu mohon berikan nomor rekening BCA untuk segera ditransfer hari ini juga. Namun saya bersikukuh bahwa ini hari Sabtu, silahkan melakukan transaksi hari Senin saja karena saya hendak pergi dengan keluarga.

Apakah saya memberikan nomor rekening saya?

credit-cardJawabnya Tidak. Nada bicara pak Adit mulai naik dan menyuruh saya bahwa harus segera mengatakannya, well itu mengindikasikan hal yang tidak baik, apalagi bahasanya itu loh, seperti kereta api yang tidak berhenti dan tidak menyediakan waktu untuk saya berpikir. Setiap saya potong dia marah *orang yang aneh*.

Saya ingat sekali saya bilang “Pak, ngomongnya cepet-cepet banget, kaya orang baca teks book” *malah saya becandain*…. ada kalanya saya bilang “Wait, let me think…. continues…”. hahaha lalu pak Adit berkata “Mbak ini orang ekspatriat ya?” lalu saya jawab ” so….”  *hebatnya cuma ngomong gitu aja saya dikira orang keturunan bule.

Terakhir pak Adit mulai kesal, mbak ini mau hadiah ga sih???. ” maaf, hari Sabtu ini saya mau pergi dengan keluarga!”  kataku *padahal mau nonton Idola cilik*. “Kemana mbak?  saya mau tau” kata pak Adit lebih kesal. “Maaf, saya rasa saya tidak harus mengatakannya”

“Maaf Pak Adit, Saya tidak terlalu berniat mendapat 15 juta rupiah itu kalo caranya seperti ini……” mendengar kata dari saya seperti itu pak Adit sadar kalo saya tidak bodoh dan langsung menutup telponnya.

note: hati-hati penipuan berkedok undian berhadiah dari apapun. Memang bahasa yang digunakan pasti akan mengelabui namun dengarkan dengan teliti, pasti ada yang janggal.