Three Times A Lady

Menjadi seorang wanita yang tanggung di masa sekarang ini semakin sulit apalagi untuk mereka yang menjadi ibu yang bekerja. Mereka  harus bisa membagi waktu untuk keluarga/ pasangannya, pekerjaan, dan peran dalam masyarakat. seperti yang tertulis di bawah ini: (kekasih, teman, dan ibu).

A lady, firstly as a lover
A lady, secondly as a friend
A lady, thirdly as a mother
You’re once, twice, three times a lady . And I love you

(Mario Teguh – Three Times A Lady)

Saya melihat peran hebat itu dalam diri ibu saya *i love you mom…*. Sebagai seorang ibu dia dapat menjadi kekasih sejati, teman dan sekaligus ibu yang hebat dalam membesarkan anak-anaknyamenjadi anak yang berhasil dan membanggakan. Tentunya peran tersebut dapat terjadi karena komunikasidan kompromi  yang baik dengan pasangannya.

Beberapa waktu yang lalu teman saya mengeluhkan kehidupan rumah tangganya bahwa sulit menjadi wanita yang sempurna dimata suami dan keluarganyayang penuntut. Kalo sekarang kita berandai-andai para wanita hehehe, bisa ga jadi “three times a lady” ? di jawab sendiri ya.  Jika dilihat untuk menjadi orang yang sempurna maka itu tidak mungkin terjadi  *kesempurnaan hanya milik Alllah*.

Katanya menjadi seorang ibu harus bisa masak, cuci pakaian, memijat,  buatin kopi/ teh,  rajin menyapu, ngepel, dll… kok kaya kerjaan seorang pembantu ya… Katanya bagi wanita yang tidak bisa melakukan semua itu dianggap wanita yang tidak berguna. Benar kah?

Semoga di zaman yang modern yang lebih canggih dan cepat ini, kita dapat hidup dalam harmoni.