Sang Pemimpi

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Raih bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Selamanya…

Inilah sebagian lirik “laskar Pelangi” yang mengajak kita semua untuk berani bermimpi untuk mengejar cita-cita. “…walau hidup kadang tak adil tapi cinta lengkapi kita…”. Beranilah untuk bermimpi dan jangan takut menghadapi semua itu. Jangan membatasi apa yang dapat Tuhan lakukan untuk kita.

Janganlah engkau membatasi apa yang dapat Tuhan lakukan untukmu.
Apakah engkau berdoa?


Karena doamu adalah permintaanmu.
Jika engkau meyakini bahwa Tuhan kita adalah Yang Maha Mendengar, Yang Maha Kaya, dan Yang Maha Pengasih, mengapa engkau meminta yang kecil-kecil?


Sadarkah engkau bahwa dengan menakar permintaanmu, engkau sebenarnya telah bertindak seolah-olah membatasi kewenangan Tuhan?


Sadarkah engkau bahwa engkau seolah melarang Tuhan untuk mensejahterahkan kamu dan   membahagiakanmu – lebih baik dari yang sedikit engkau takarkan bagimu dalam permintaan kecilmu itu?


Janganlah engkau membatasi apa yang dapat Tuhan lakukan untukmu.
Tugasmu adalah meminta, maka mintalah.
Kemudian pantaskan dirimu bagi jawaban dari permintaanmu itu.

(Mario Teguh – Who Am I)

Untuk sahabatku mbak Rindu dan semua,  “Jangan berhenti untuk bermimpi, mintalah hal besar untuk terjadi dalam hidup ini, we were moving mountain long before we know we could”. Sahabat saya Om Cute pernah berkata: “Kamu adalah orang yang penuh mimpi dan punya banyak keinginan. Melaju untuk meraih seperti pembalap F1 yang berlari dengan kecepatan yang tak terbayangkan”. Raihlah apa yang dicita-citakan.