Chicken Story

Saya sudah jarang makan ayam goreng di restorant cepat saji. Meski rasanya sangat enak, yummy dan crispy, saya tahu makanan junk food ini tidak baik jika dikosumsi setiap hari. Kenapa? mau tahu lebih lanjut……

Peternakan ayam di bagi dua, yaitu peternakan  ayam petelur dan ayam pedaging. Untuk ayam pedaging usia maksimal hanya 3-4 bulan. Meraka mendapat banyak suntikan hormon pertumbuhan agar lebih cepat besar dan antibiotik agar terhindar dari sakit.

Setiap hari hidup hanya untuk makan (makanannya mengandung high nutrition, protein, mineral). Mereka punya jam tidur yang sangat singkat, saat lampu dimatikan sang ayam langsung tidur dan begitu lampu nyala mereka tahu bahwa hari sudah pagi dan mereka makan lagi. They are always eating and eating again, tak tok tak taok *suara patok ayam*.

Lalu bagaimana jika kita menyantap ayam-ayam tersebut setiap harinya? terlebih dampaknya bagi anak-anak di usia pertumbuhan…

Well, mereka akan menjadi lebih gemuk dari ukuran anak normal (mengarah pada obesitas anak), wajah yang lebih dewasa dari pada umur yang sesungguhnya. Saya juga diberitahu bahwa anak perempuan akan lebih cepat untuk mendapat menstruasi pertamanya. Kasihan juga masih SD 4  ( 9 tahun) udah mendapat menstruasi *true story*.

Perhatikanlah apa yang kita makan meskipun terasa enak dilidah, ukur berapa kalorinya dan berusahalah untuk banyak minum air putih dan makan secukupnya dan jangan berlebihan.

29 thoughts on “Chicken Story

  1. “we are what we eat” [CMIIW]

    saya paling malezzz makan ayam… apalagi ayam hidup 😛

    kalo ada lauk selain ayam…, maka saya akan pilih selain ayam.

    namun demikian, terdapat inkonsistensi dalam hal sate ayam dan kulit ayam yang digoreng (keduanya favorit saya) :mrgreen:

    [senyum] 🙂

  2. @ JalanSutera.com
    P: “gimana kalo ayam potong itu kita masak sendiri?”
    J: Jelas berbeda. Kalo standar ayam goreng untuk cepat saji standarnya lebih tinggi. Kandungan mineral dan nutrisi juga tinggi, mungkin ini salah satu alasan kenapa anak sekarang tinggi-tinggi karena kandungan garam mineralnya tinggi 🙂

    Menurut saya dimasak sendiri jauh lebih baik dan lebih sehat. Kan ayamnya sudah diungkep, baru di goreng, MSG nya ga ada 🙂

    P: “apakah juga nggak boleh makan ayam potong itu tiap hari?”
    J: ” sebaiknya jangan setiap hari, seminggu 1-2 kali oke lah… masih ada menu lain seperti ikan, sea food, daging,dll

    P: “adakah cara untuk “menetralkan” daging ayam potong?”
    J: “ga ada. meski sudah dicuci bersih, tetap masih ada. perlu saya informasikan juga kalo efek negatif mengkonsumsi ayam seperti ini sifatnya akumulasi jadi tidak langsung terjadi.

    Jika saya makan ayam sewajarnya maka resiko tersebut dapat dihindari. Selamat makan ayam om seleb.

  3. Wah… kalau postingan ini dibaca Syekh Puji, bisa2 anak2 perempuan yang dia suka, sering dikasih ayam cepat saji biar cepat menstruasi cepat dia kawinin.. whuahuauahehaheua

    gawat gawat…

  4. @ itikkecil
    iya gitu deh, makan itik lebih sehat hehehe

    @ Emfajar
    sukanya ayam kampus ya?

    @ Ananto
    emang bahaya, apalagi buat kantong jadi tambah tipis kalo tiap hari makan seperti itu.

    @ Sedang Belajar Bahasa Inggris
    wah, berarti ga bisa traktir kamu makan dong… lain kali aja deh hehehe. makasih juga 🙂

    @ gbaiquni
    makan tahu tempe yang sehat. Ayamnya buat saya aja.

    @ Tuyi
    kalo dikasih pada Tuyi yang mulus, aduh enaknya hehehe.Ayam kota lebih berisi dari ayam kampung

    @ Julehajones
    Hai babe? ganti nama jadi tambah seksi hehehe.
    tahu memang penuh protein bagus buat muka biar kinclong, kantong juga ga jebol…

    @ Achoey
    kenikmatan sesaat yang seperti apa? *muka polos*

    @ Syelviapoe3
    Saya ga tahu, tapi jelas makan ayam cepat saji yang berlebih tidak baik untuk kesehatan.

    @ Hawe69
    dapet piring cantik hehehe
    Anak sekarang muka ama badannya kaya anak 20 tahun

    @ wewenk
    Pinter juga nih idenya.
    Salam buat Syekh Puji ya….

    Mendingan ayamnya digoreng sendiri aja, murah dan lebih sehat.

    @ Afwan auliyar
    Komennya afwan emang pinter. Pinter karna banyak makan ikan seperrti Lintang Laskar Pelangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s