Mengetahui Memori Emosi

Pria dan wanita di lahirkan berbeda dari cara berpikir, merasa dan menilai. Menurut periset dari University of Michigan, wanita mengunakan kedua sisi otak untuk menggapai pengalaman emosi, sementara pria hanya mengunakan satu sisi saja.

Mungkin karena itulah wanita akan lebih ingat kencan pertama, pertengkaran hebat, berekreasi, mengingat apa yang pernah dikatakan pria *janji-janji gombal*. Sementara bagi pria mereka akan lebih mengingat “hari itu kamu cantik dan seksi sekali…”.

Dalam The Female Brain,2007 dikatakan wanita lebih baik dalam detail emosi baik yang menyenangkan atau pahit, bahwa amigdala seorang wanita lebih mudah diaktifkan oleh nuansa emosi. Semakin kuat respon amigdala terhadap situasi seperti makan malam, nonton, stress, ancaman, maka semakin banyak detail yang akan di tempel hipokampus pada gudang memori.

Sementara bagi pria mereka tidak sehebat itu. Meraka baru akan memiliki ingatan yang terperinci jika lawan interaksinya (bisa pasangan, keluarga, teman) marah dan mengancamnya secara terang-terangan. Well, baru saat seperti inilah emosi itu akan terbaca secepat seorang wanita.

Tanggapan terhadap ancaman agresif akan secepat tanggapan seorang wanita dan akan memicu reksi otot yang dapat sewaktu-waktu terjadi. Ya.. begitulah pria. Mereka baru bisa tersulut jika pemicunya berupa ancaman dan marah. Barulah memori emosi ini dapat  teringat dan tidak terlupakan.