Keberanian untuk Memperbarui Diri

Siang ini setelah hampir pulih dari sakit, saya menerima sebuah email milist dari pak Mario Teguh yang isinya mengajak saya untuk berani memperbaharui diri. saya ambil petikannya sedikit:

Beranikanlah untuk memperbarui diri,
karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lama
berhak bagi sesuatu yang baru.

(Mario Teguh)

keberanian diperlukan untuk menjadikan kita pribadi yang berhasil. tidak semua keinginan untuk menjadi, tetapi harus disertai dengan upaya untuk membangun kepantasan untuk menjadi.  ini kalimat yang super sekali… *pemantasan diri intinya*

lalu apakah yang saya lakukan saat ini membawa keberhasilan saya untuk masa depan?

Berhasil dan memantaskan diri bukan hanya dari pekerjaan kantor karena kita akan memdapat uang setiap bulannya. sudahkah kita membangun keberhasilan untuk keluarga kita? keluarga bukan hanya bagi mereka yang sudah menikah, itu bisa termasuk didalamnya orang tua, sahabat, pacar, saudara *lagian saya juga belum menikah hehehehe*.

Pak Mario Teguh bilang: “Ingatlah bahwa kesibukan Anda tidak boleh hanya berkenaan dengan pengumpulan uang, tetapi juga termasuk kesibukan untuk menjadikan diri Anda sebagai pencerah bagi kehidupan mereka yang penting dalam kehidupan Anda”. sudahkah kita menelpon istri/ suami di tempat kerja? menanyakan keadaaannya, mengucapkan terimakasih atau minta maaf atas kesalahan kita, bahkan mungkin keinginan untuk bertemu.

mengenai telpon, betapa saya menerima banyak sekali ucapan “cepet sembuh ya…” baik dari teman-teman, sahabat, bos sampai pak Dexa *jadi tersanjung 7*. semoga dengan kesibukan saya untuk berani dan berhasil, saya dapat memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang baru, karena pribadi yang baru berhak bagi yang baru.

Anda dilahirkan dengan hati yang lembut, gunakanlah.