Cegah Hipoglikemia

Saat puasa biasanya tubuh sering merasa lemah, pusing dan sulit konsentrasi, bahkan terkadang bisa sampai kunang-kunang. Hal itu merupakan gejala hipoglikemia.

Hipoglikemia adalah menurunnya kadar gula dalam darah sampai 50mg/dl. Glukosa dalam darah sangat diperlukan tubuh proses metabolisme, jangan sampai deh karena takut kena diabetes lalu stop gula. Disaat puasa pun tubuh kita tetap membutuhkan gula, karena itu saat sahur konsumsilah gula dalam jumlah yang cukup agar dapat beraktivitas seharian.

Hipoglikemia dapat menyebabkan terjadinya sakit kapala, depresi, cemas, pandangan kabur, berkeringat dingin, gelisah, kejang, beberapa dapat mengalami pingsan.

Hipoglikemia dapat saja terjadi pada wanita yang mengalami premenstrual syndrome. wahai para wanita apakah pernah mengalami hampir pingsan/ pingsan saat menstruasi? hal itu disebabkan menurunnya kadar gula dalam darah dalam waktu cepat. awalnya berkeringat dingin, pusing lalu tak sadarkan diri.

Jika hal itu terjadi lakukan terapi “sugar intake”
first of all, when high-sugar foods are eaten alone, blood sugar level rise quickly, producting a strain on blood sugar control. the evidance is based on the higher frequency of PMS syndrome among women who consume a high sugar diet, and the fact that high sugar intake also associated with higher estrogen level (Encyclopedia of naturalmedicine, Pre menstrual syndrome, hal 730-752).

Banyak makanan yang dapat kita konsumsi dalam “the glycemic index” seperti gula, madu, baked potato, puffed rice,dll. Jika ingin tetap fit di saat puasa, tetaplah berolah raga. Seringkali kita takut berolahraga nanti capek, pusing dan lemas. cobalah berolah raga disore hari sekitar pukul 4 atau  5 sore. cukup satu jam saja lalu bersiap untuk berbuka puasa.