OBAT BATUK

Semua orang baik dewasa ataupun anak-anak pasti pernah sakit batuk atau yang disebut common cold. Sakit seperti ini gejalanya berupa batuk, pilek, bersin-bersin, sakit tenggorokan, kadang disertai dengan demam.  Biasanya orang terkena penyakit “common cold” ini dikarenakan perubahan musim dan adanya peradangan.

Terapi batuk pertama-tama hendaknya ditujukan untuk mencari dan mengobati penyebabnya, misalnya antibiotika terhadap infeksi bakterial dari saluran pernapasan (bronchitis). kemudian, baru dapat dipertimbangkan apakah perlu diberikan terapi simtomatis untuk meniadakan atau meringankan gejala-gejala batuk. Juga harus dilihat apa jenisnya(obat-obat penting).

JENIS BATUK

1. Batuk produktif
Batuk produktif maksudnya Jika kita batuk dan mengeluarkan dahak. Memang tidak enak kalo batuk, suara yang berisik, tidak bisa tidur, tenggorokan juga capek. Halah cape deh….
Untuk itu jika batuk berdahak seperti ini dapat diobati dengan:

a. Uap air mendidih dihirup untuk memperbanyak sekret yang diproduksi di tenggorokan. Selain itu bisa dengan minum air yang banyak. Uap air yang tadi bisa juga di tambah menthol atau minyak lain yang dapat melegakan tenggorokan.

b. Minum obat ekspektoran. ekspektoran artinya memperbanyak produksi dahak yang encer dan dengan demikian mengurangi kekentalannya, sehingga mempermudah  saaat kita megeluarkannya. Obatnya OBH berbagai merek, karena didalmnya ada isi Radix Ipeca, GG, ammoniumklorida.

C. Minum obat Mukolitik yang gunanya Memperlancar mucosa. Obatnya seperti bromheksin, Ambroksol, asetilsistein.

Batuk produktif paling banyak diderita oleh orang yang sakit batuk. Obatnya banyak banget, saya tidak bisa sebutin satu-satu ntar dikira dagang hehehehe. Pkoknya kalo beli obat lihat komposisinya. Ingat batuk produktif/berdahak diobati dengan uap air, mimum banyak air, ekspektoran, mukolitik (bromheksin, ambroxol).

2. Batuk non produktif
Batuk non produktif artinya batuk tanpa keluar dahak atau batuk kering. Untuk itu tersedia obat yang dapat menekan rangsang batuk seperti zat seperti Zat pereda (Kodein, noskapin, dektrometorfan HBr), Anti histamin (prometazin, difenhidarmin maleate, klorfeniramin).

Karena itu kenali batuknya Apakah batuk kering (antitussive) atau berdahak (ekspektoran). Mau pengobatan yang model apa?
karena beberapa obat batuk malah bikin yang penderitanya batuk-batuk. Batuknya itu kararena sekret sudah encer jadi mudah untuk dikeluarkan. Bahasa keren nya “merangsang” tenggorokan untuk mengeluarkan dahak.

Pada dasarnya batuk itu merupakan suatu bentuk fisiologi yang bermanfaat untuk mengeluarkan  dan membersihkan saluran pernafasan dari dahak, zat-zat perangsang asing dan unsur alergi. Semoga tidak uhuk uhuk uhuk uhuk lagi 🙂