Skizofrenia dan Penanganannya

beautiful face

Istri saya penderita skizofrenia sejak April 2012. Pernah 10 hari dirawat di RS, sampai sekarang tiap 1 bln kontrol ke RS dikasih obat resperidone 2mg, 2x1hr sampai sekarang. Yg sy tanyakan sepertinya ga ada kemajuan, dia malasnya minta ampun maunya tidur terus, tlg dibantu. Makasih sarannya. Wassalam

Terimakasih untuk kesetiaan, kesabaran dan semangat yang luar biasa yang telah diberikan kepada istri tercinta. Agaknya Bapak memang harus lebih bersabar lagi.

Saya berharap dapat kontrol terus untuk memantau perkembangan kesehatan istri. Proses kesembuhan penderita Skizofrenia memang lebih lama. Perlu kesabaran dan keikhlasan. Saran saya, mohon konsultasikan lagi hasil terakhir dengan dokter tersebut, informasikan kepada dokter bahwa sampai sekarang tidak ada perubahan. Nanti dokter yang akan memberikan terapi pengobatan yang lebih pas lagi untuk kondisi tersebut. Beberapa penggunaan obat selain Risperidone dapat digunakan, bisa dikombanasi atau dosisnya yang disesuaikan.

Kalo istri menjadi lebih suka tertidur, biarkan dia istirahat karena pengobatan dengan Resperidone memang akan membuat tubuh yang penuh cemas dan kaku menjadi lebih rileks. Tidak ada salahnya jika istri lebih banyak istirahat selama dia nyaman. Jangan dipaksa bangun dan beraktivitas. Mohon dapat menjaga kondisi emosi sang istri, jangan sampai kita malah terpanicng emosi.

Ajaklah dia untuk belajar menulis atau memiliki aktivitas ringan lainnya, dengan begitu ada aktiviatas yang dikerjakan. Bersemangatlah dan jangan menyerah. Terimakasih

Pengobatan Schizophrenia: Skizoafektif

Suami sy pnderita skizoafektif. berhalusinasi krn ms lalu. pengobatan dah sejak agustus 2006 sempt diopname 8 hr. setelah itu penyakitnya datang pergi…. datang ketika ada stressor. suami rutin konsultasi dokter tiap bulan. sehari at 2 hr setelah konsultasi dia bisa jaga mood. sekarang obat yg diminum fluxetin 10mg pg hr dan 1/2 risperidone 2mg. dokter memberi th kemungkinan berobat seumur hidup.klo melihat dosis obat yg dikonsumsi saat ini, apakah sakit suami saya msh termasuk kategori parah? trima kasih sebelumnya….. (Yaya Dizzy)

Apa sih yang ada dibenak kita kalo menyebut penyakit Schzophrenia? Pasti kita berpikir, ituloh orang suka berhalusinasi, berkhayal dengan pikirannya sendiri, dizorganized dan berbicara/berpikir tidak umum. Secara umum mereka terlihat “normal” seperti  John Nash di film A Beautiful Mind, yang dapat melihat angka-angka.

Menurut om Wikipedia, Schizophrenia is a psychiatric diagnosis that describes a neuropsychiatric and mental disorder characterized by abnormalities in the perception or expression of reality. It most commonly manifests as auditory hallucinations, paranoid or bizarre delusions, or disorganized speech and thinking with significant social or occupational dysfunction.

Berbicara mengenai Schizophrenia itu luas sekali cakupannya, karena mbak Yaya hanya bertanya mengenai “pengobatan skizoafektif” maka tulisan ini hanya seputar itu saja ya.

Penanganan Schizoefektif

Jika stressor cukup kuat maka paseien dapat dirawat beberapa hari di rumah sakit untuk membuatnya lebih stabil. Setelah pulih dapat dilakukan pengobatan dengan terapi medikasi (seperti obat yang diminum sekarang).

Pengobatan Skizoafektif meliputi antimanik, antidepressan dan antpsikotik. Jika dilihat dari gejala dan pengobatan yang ada maka pengobatan suami mbak Yaya adalah kombinasi keduanya, yaitu antidepressan dan antipsikotik.

Fluoxetine adalah antidepressan yang merupakan golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor. ngerti ga ya?? maksudnya obat ini dipake untuk mengobat depresi mayor sehingga bisa berprilaku lebih tenang dan tidak obsesif. Dosis umum untuk pengobatan ini Fluoxetine 20mg/hari.

Risperidone adalah obat yang digunakan untuk mengobati Schizophrenia dalam golongan psikotik. Dosisnya berkisar antara 0.25-4mg/ hari. Jadi kalo saya simpulkan bahwa terapi pengobtan yang sudah diberikan oleh dokter sudah tepat dan dosis masih dalam takaran normal jadi bukan termasuk sakit yang parah :D :D :D *hore-hore-hore*.

Terakhir, terapi yang tidak kalah penting untuk mengobati Schizoafektif adalah psikoterapi. Terapi ini berguna agar dapat mengatasi stressor, membuatnya lebih tenag dan dapat bersosialisasi/ punya rasa percaya diri.

Saya berharap keluarga dan kerabat dan terus mendukung pengobatan ini. Memang sakit ini bukan seperti sakit batuk yang diobati langsung sembuh tetapi perlu waktu yang sangat lama untuk membuat pasien bisa sembuh seperti sediakala. Mungkin karena lamanya dokter bisa berkata seumur hidup hehehe.

Tidak ada yang mustahil jika kita percaya, pesan saya jadilah Ibu yang kuat, yang sabar dan jangan menyerah untuk terus memberikan yang terbaik.