Reaksi-Reaksi Alergi Pada Tubuh

Reaksi alergi setiap orang berbeda-beda, ada yang hanya gatal, kemerahan, bentol dan bengkak. Hal itu bisa disebabkan alergi debu, makan seafood, udara dingin, dll. Kali ini saya ingin sharing mengenai salah seorang teman saya yang memiliki begitu banyak reaksi terhadap alergen disekitarnya. Seperti dibawah ini:

Saya dari kecil udah alergi gatel-gatel (eksim). Awalnya cuma alergi debu, sampai bingung diobatin apa-apa tetap ga sembuh. Dibawa ke dokter ilang habis itu kalo udah ya kambuh lagi, sampai coba- coba berbagai cara dari di rendem air panas belerang lah, di kompres sirih, singkong, tapi ga mempan. Sampai pernah waktu kecil di paksa minum jamu-jamu aneh yg pahit banget tapi tetep aja ga ilang. Lama-lama akhirnya ngejalar ke alergi sea food setiap makan tanggan langsung gatel-gatel.

Namun seiring waktu alergi yg tadinya di kaki ilang waktu SMP tinggal di tanggan, SMU kelas 1 mulai hilang, tapi menjelang kelas 2 smu karena pindah sekolah dan sekolah mewajibkan pakai kerudung akhirnya pakai peniti, karena gesekan peniti di leher lama lama menimbulkan reaksi gatal, nggak sadar di garuk lalu jadi ber-air. Anehnya mulut lama2 bengkak mata juga gatal dan berair di lekukan tangan siku dan ketiak juga gatal, lama lama makin parah.

Biasanya pakai kalung imitasi nggak gatal ini mendadak menimbulkan reaksi alergi baru bentol2 yang sangat gatal dan kecil kecil membentuk lingkaran seperti bekas kalung yang di pakai, akhirnya ke dokter alergi di cirebon, di situ saya di diagnosa mengidap alergi nikel (logam), dan dari situ juga saya tau bahwa alergi saya di turunkan dari ibu saya yang mengidap asma, tapi sebelnya dokternya bilang nggak bisa sembuh dan memiliki indikasi untuk bertambah parah.

Mendenger itu akhirnya pasrah dan sejak itu menghindari logam, akhirnya udah di obati dan ya memang tetep nggak sembuh padahal juga menghindari logam, dan alergi gatal itu pun muncul di tempat tempat tertentu dan hilang , setelah hilang di tempat tertentu muncul lg di tempat lain pada waktu yang lama mungkin bulanan dan menjadi parah.

Kalo sembuh ya pas ke dokter kulit aja, tp kambuh lg juga, waktu kuliah mulai membaik alergi kulitnya tapi sempat kena bronkitis dan kambuh kambuhan gara gara di kos pakai kipas angin. setiap kesentor kipas angin batuk batuk rasanya gatel parah, lama lama dada sakit dan badan panas pas periksa ternyata bronkitis, akhirnya di obatin sembuh nggak pernah kambuh tapi kalo kesentor kipas angin pas tidur tetep aja masih batuk – batuk, selimut berdebu juga.

Ketika semester 3 mulai ada gejala baru setiap abis makan kerang malam hari wajah mulai bentol kecil – kecil, padahal sebelumnya nggak pernah kejadian kayak gitu, ama – lama bentol kecil jadi besar dan pagi harinya bengkak wajah udah ga berbentuk, susah ngomong gara – gara mulut juga bengkak, akhirnya pagi pagi ke ugd, baru pertama itu saya di suntik gara – gara alergi dan baru bener bner kempes kembali ke wajah semula dalam waktu 3 hari.

Sejak itu saya menghapus nama kerang dari menu makanan saya, setelahnya mulai alergi kosmetik seperti deodoran, kalo deodoran selain dov* ketiak gatal – gatal, shampo juga kalo pakai yg warnanya keruh setelah kering ujung2nya saat nyentuh kulit bikin reaksi gatal yang berujung gatal berair, kalau pakai eyeshadow juga kelopak mata gatal berair, minum teh juga, akhir – akhir ini malah kerasa agak sesak , kadang kadang walau jarang malam kalo lagi tidur suka batuk batuk ga jelas sebabnya tapi kalo di minumin air ilang gatalnya, ini udah berbulan-bulan rasanya tenggorokan ada lendir tapi nggak batuk-batuk setiap saat, cuma saat tertentu dan sangat jarang.
Allergy_skin_testing
Akhirnya pas tau di rumah sakit di jogja ada klinik alergi akhirnya saya tes alergi lumayan mahal si hampir 300rb , tanggan di tusuk – tusuk di tetesin semacam cairan – cairan ekstrak2 penyebab alergi alhasil tanggan merah merah hampir semua alergi tanggan juga merah merah -.-, tapi jadi tau , biasanya dokter kulit bilang nggak bisa sembuh ini tumben bilang bisa sembuh , saya jd semangat, akhirnya ini atas saran sedang menjalani terapi obat berbulan – bulan, tp nggak papa saya bakal disiplin asal sembuh, oh ya saya pernah coba propolis kok tp nggak berpengaruh apa – apa, mungkin apa karena sudah parah sekali juga nggak tau.

Mengetahui sharing diatas membuat saya ingin mengarisbawahi beberapa hal. Pertama bahwa alergi adalah bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan namun penyakit yang dapat dikendalikan. Asalkan kita mengenali jenis alerginya apa saja dan patuh untuk menghindari alergen tersebut. Gambar diambil disini.

Mungkin tidak semua orang ngeh bahwa dirinya menderita alergi, dikira hanya gatal digigit serangga atau iritasi saja. Untuk itu saran saya cobalah untuk melakukan test alergi. Kenapa? dari situ kita tahu alergen apa saja yang dapat membuat kita menjadi alergi.

Dengan test tersebut dapat diketahui apakah reaksi alergi dikarenakan suhu, bulu binatang, partikel debu, asap, jenis antibiotik tertentu (seperti tetrasiklin, penicillin), serbuk sari, logam seperti perhiasan (logam; emas, nikel, besi, steel, dll), jenis bahan karet, makanan laut (seafood), lactose, dll. List alergi dapat dilihat disini.

Penjelasan lebih lengkap juga dapat dibaca disini mengenai apa definisi alergi, kenapa alergi bisa terjadi, fakto apa saja yang membuat alergi timbul sampai metode test alergi dan penyembuhan. Khusu untuk penyembuhan yang terpenting adalah menhindari diri dari alergen dan melakukan imunoterapi agar kadar imunoglobulin didalam tubuh menjadi seimbang sehingga reaksi alergi dapat ditekan. Terimakasih

Mual Muntah Karena Alergi Udang

Saya sangat menderita sekali akibat alergi terhadap seafood, terutama udang, cumi, kepiting. Alergi ini sudah diderita sejak dulu. Penderitaan atas alergi ini akan membawa saya ke depresi (apa ya nama yang tepat?) manakala saya harus menghadiri undangan suatu acara, apapun itu, karena selalu ketakutan saat harus menikmati hidangan. Pernah malah yang punya hajat terkesan tersinggung hanya karena saya bertanya: “Maaf, ini pake udang gak yah?” padahal kalimat berikutnya yang belum sempat terucap: “saya alergi seafood” tapi sudah telanjur tersinggung.

Beberapa kali sudah ke dokter (tapi sepertinya salah arah karena tidak tahu spesialisasi apa yang harusnya saya datangi!), tapi tidak membuat saya lega, karena jawabannya selalu sama: “hindari! masih banyak makanan lain”. Haaah??? Saya ini depresi karena alergi saya. Pertanyaan saya:
1. Apa benar alergi tidak dapat disembuhkan?
2. Dokter spesialis apa yang tepat untuk saya datangi?
3. Adakah obat bebas yang dapat saya konsumsi, setidaknya saat saya harus menghadiri undangan acara?

Reaksi alergi yang muncul: muntah-muntah sampai perut terasa kram dan tidak akan berhenti sebelum isi lambung habis (sepertinya sih begitu). Makanya saya akan merasa malu jika di undangan acara yang saya datangi saya bakal muntah-muntah. Muntah akan terjadi kira-kira setelah suapan ke 5-6, langsung mual dan tidak dapat ditahan. Inilah yang membuat saya depresi saat menerima undangan. Mohon penjelesan dan solusinya. Terima kasih banyak.

Beberapa orang memang menderita alergi baik yang disebabkan oleh makanan, minuman, benda, musim, cuaca tertentu. Jika sudah mengetahui jenis alergi yang diderita, saran terbaik adalah menghindari diri dari pemicunya. Misalnya alergi seafood tertentu seperti udang, maka jalan termudah mencegah alergi adalah tidak makan makanan mengandung udang. Gambar diambil disini.

Jangan menyepelekan alergi karena reaksi alergi bisa bermacam-macam dari yang ringan sampai kematian. Reaksi alergi yang dapat terjadi seperti : asma ( sesak nafas, batuk -batuk), Rinitis (bersin, hidung gatal, pilek, hidung tersumbat), Lupus Eritematosus Sistemik (LES), Urticaria (gatal, bentol, kulit kemerahan) , penurunan imunitas tubuh, alergi obat tertentu (NSAID, bisa terjadi Steven Johnson syndrome).  Saya pernah melihat sendiri teman saya yang kena Steven Johnson karena  alergi obat Carbamazapine :cry: :cry:

Penyakit alergi pada dasarnya dapat disembuhkan asalkan mendapat pengobatan yang tepat, kepatuhan pasien dan merubah pola hidup menjauhi pemicu allergen.  Pengobatan secara umum dapat dilakukan dengan pemberian Antihistamines dan Antiallergics. Perlu juga dilakukan allergen test dan test darah untuk mengetahui daya tahan/ imunitas tubuh ( seperti  pemeriksaan Immunoglobulin- IgE, Immunoglobulin (IgA, IgG, IgM), Immunoglobulin A (IgA). Periksakan ke dokter ya.

Kemana berobatnya? mungkin banyak yang tidak tahu kemana dokter yang tepat untuk kasus alergi. Saya menyarankan untuk berobat ke dokter spesialis penyakit dalam, sub bagian Alergi-Immunologi Klinik. Berobat ke Rumah Sakit yang ada dokter dengan gelar belakangnya Sp.PD-KAI.

Pengobatan alergi tidak cukup hanya seminggu saja, perlu waktu yang panjang karena berkaitan dengan imunitas tubuh dan selama pengobatan harus dipantau dengan dokter, jadi tidak ada obat bebas yang dapat dibeli ditoko obat atau apotek. Semua pengobatan  harus dengan resep dokter. Untuk itu segeralah berobat ke dokter Sp. PD-KAI. Semoga cepat sembuh